Kamis, September 3

RASEHAN OSIS: Berbagi Pengalaman dan Menumbuhkan Semangat untuk Berkarya:

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah wadah utama bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab di lingkungan sekolah. Agar organisasi ini berjalan semakin baik dan bermanfaat, diselenggarakanlah Sarasehan OSIS, sebuah pertemuan yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk saling mengenal, belajar dari pengalaman, dan membangkitkan motivasi agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah dan sesama siswa.


Sarasehan ini berlangsung dalam suasana yang santai namun penuh makna. Berbeda dengan rapat biasa yang terkesan kaku, kegiatan ini diisi dengan obrolan yang terbuka dan akrab antar pengurus serta pembina OSIS.

Dalam sarasehan, dibahas berbagai hal menyangkut peran dan fungsi OSIS, program kerja yang telah direncanakan, serta harapan-harapan yang ingin dicapai ke depannya. Setiap peserta diberi kesempatan menyampaikan gagasan, pandangan, dan usulan secara bebas tanpa rasa takut. Hal ini memupuk rasa memiliki terhadap organisasi, menyadarkan bahwa OSIS adalah milik semua siswa, dan keberhasilannya bergantung pada kerja sama seluruh anggotanya. Suasana saling menghargai dan mendukung menjadi kekuatan utama yang tumbuh dari kegiatan ini.


Sesi yang paling dinanti selanjutnya adalah berbagi pengalaman. Para pengurus lama maupun yang sudah pernah berkarya di OSIS dengan tulus menceritakan perjalanan mereka selama menjabat. Mereka bercerita tentang keberhasilan yang pernah diraih, rasa bangga saat sebuah acara berjalan lancar, namun juga jujur menceritakan kesulitan, hambatan, dan kesalahan yang pernah dialami.


Ada cerita tentang bagaimana menyatukan pendapat yang beragam, cara membagi waktu antara tugas sekolah dan tugas organisasi, hingga cara bangkit kembali ketika menghadapi kendala. Pengalaman-pengalaman ini menjadi pelajaran yang sangat berharga — tidak hanya keberhasilan yang patut dibanggakan, tetapi juga proses belajar dari kegagalan. Bagi anggota baru, cerita ini menjadi bekal pengetahuan agar lebih siap menghadapi tantangan, sedangkan bagi anggota lama menjadi pengingat agar tetap rendah hati dan saling membimbing. Saling berbagi pengalaman membuat ikatan persaudaraan semakin erat dan rasa saling percaya semakin tumbuh.


Menutup rangkaian kegiatan, suasana diisi dengan semangat motivasi yang membara. Ditekankan bahwa menjadi bagian dari OSIS bukanlah sekadar jabatan atau gelar, melainkan sebuah kesempatan berharga untuk melatih diri, melayani, dan membawa perubahan yang baik.


Diberikan pesan agar setiap anggota memiliki keinginan kuat untuk terus berkembang — tidak hanya demi kemajuan organisasi, tetapi juga demi pertumbuhan kepribadian masing-masing. Tidak perlu takut salah atau merasa belum mampu, karena kemampuan itu tumbuh dari keberanian mencoba dan kemauan belajar. Selama ada niat tulus, kerja sama yang erat, dan semangat pantang menyerah, segala hal yang baik pasti dapat diwujudkan. Setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing, dan ketika kelebihan itu disatukan, kekuatan yang luar biasa akan lahir.


Semoga semangat ini terus terjaga: berjuanglah dengan ikhlas, bekerjalah bersama-sama, dan jadilah teladan yang baik bagi teman-teman semua.


Sarasehan OSIS ini berakhir dengan hati yang gembira dan tekad yang semakin bulat. Melalui pertemuan ini, kita telah saling mengenal lebih dekat, belajar dari pengalaman satu sama lain, dan membangkitkan semangat untuk melangkah ke depan. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, setiap pengalaman menjadi pelajaran berharga, dan motivasi yang telah tumbuh menjadi kekuatan nyata dalam mewujudkan OSIS yang aktif, kreatif, dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.


SEMINAR ORANG TUA : Sinergi Sekolah, Orang Tua, dan Mitra Kerja Sama

 


Latar Belakang Program

Putera Sampoerna Foundation dengan dukungan dari PT Indexim Coalindo melaksanakan program Transformasi Sekolah di SMAN 1 Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Program bertujuan untuk Mewujudkan sebuah sekolah efektif yang mencapai/ melampaui Standar Nasional Pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas sehingga dapat menjadi referensi bagi sekolah lainnya. Program dirancang untuk dilaksanakan selama 3 tahun, dengan melakukan pemberdayaan kepada Manajemen sekolah, guru, siswa dan orang tua/wali murid.

Untuk mendukung pengembangan sekolah secara menyeluruh, akan dilaksanakan Seminar oarang tua untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara orang tua dan wali murid dengan sekolah.


Seminar Orang Tua dan Siswa

Merupakan media untuk menyamakan persepsi antara orang tua murid serta sekolah dan dalam terkait pendekatan yang dilakukan dalam tumbuh kembang anak.

Tujuan

Kegiatan Seminar bertujuan untuk memberikan layanan terkait meningkatkan wawasan pola asuh yang diterapkan serta memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua murid.

Indikator Keberhasilan

75% orang tua/wali murid yang hadir, memberikan respon positif terhadap kegiatan seminar

Diharapkan melalui kegiatan seminar, para orang tua murid dan wali dapat merasakan manfaat layanan ekstra dari sekolah dan Program Transormasi Sekolah yang digagas oleh PT Indexim Coalindo. Layanan tersebut diharapkan dapat dirasakan manfaatnya kepada siswa. Ketercapaian indikator dilakukan melalui survei kepada para peserta seminar

Tema Seminar

Pengembangan Potensi Diri Siswa

Tema seminar mengambil sudut pandang dari Hierarki Kebutuhan Manusia yang digagas oleh Abraham Maslow. Dalam hierarki Kebutuhan Maslow, pada konteks anak remaja, berfokus pada dua hal utama; pertumbuhan fisik cepat dan pencarian identitas diri. Adalah krusial bagi figur pengayom anak, untuk dapat memahami hiearki kebutuhan dasar seorang remaja, dan upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan mendapatkan rasa aman

Kebutuhan sosial

Kebutuhan untuk dihargai

Kebutuhan aktualisasi diri

Kegiatan seminar ini akan mengupayakan agar orang tua murid dan wali dapat mengidentifikasi hierarki kebutuhan dalam koteks anak remaja yang sedang mereka ayomi dan tumbuh kembangkan.


Sebuah kegiatan seminar yang bertujuan mempererat kerja sama dan membangun pemahaman bersama mengenai pendidikan anak telah dilaksanakan dengan lancar. Seminar ini menjadi wadah pertemuan penting antara pihak sekolah, para orang tua wali murid, serta perwakilan perusahaan yang telah menjalin kerja sama, guna menyatukan pandangan demi kemajuan pendidikan anak-anak.


Kehadiran Pihak Terkait

Seminar ini dihadiri oleh pihak-pihak yang memiliki peran sangat penting dalam dunia pendidikan dan dukungan kemitraan. Hadir secara langsung antara lain Ketua Komite Sekolah, para Orang Tua Wali Murid, serta Pimpinan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT. Indexim Coalindo. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan adanya kepedulian dan dukungan yang besar terhadap kemajuan pendidikan di lingkungan sekolah. Kehadiran perwakilan dari PT. Indexim Coalindo khususnya, menjadi bukti nyata perhatian dunia usaha dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.


Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

Menjelang akhir rangkaian acara, diadakan sesi diskusi dan tanya jawab. Bagian ini berlangsung sangat hidup dan penuh antusiasme. Beberapa orang tua wali murid dengan antusias mengajukan pertanyaan seputar berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan, pembinaan karakter, hingga dukungan yang dapat diberikan oleh pihak sekolah maupun mitra kerja sama. Tidak hanya bertanya, para orang tua juga dengan tulus berbagi pengalaman yang telah mereka jalani dalam mendidik dan membimbing anak-anak di rumah. Pertukaran pandangan dan pengalaman ini menjadi sangat berharga, karena dapat saling melengkapi wawasan antar sesama orang tua maupun dengan pihak sekolah dan mitra pendukung. Suasana berjalan dengan akrab, terbuka, dan saling menghargai.


Jumlah Peserta yang Hadir

Adapun mengenai jumlah peserta yang hadir, semula seminar direncanakan untuk dihadiri oleh sekitar 50 orang tua wali murid. Namun, pada pelaksanaannya, jumlah yang hadir berjumlah 35 orang. Meskipun belum mencapai jumlah yang direncanakan, kehadiran 35 orang tua wali yang hadir terlihat sangat antusias dan penuh perhatian sepanjang kegiatan berlangsung. Harapan ke depannya, pada kegiatan serupa di masa mendatang, kehadiran orang tua wali murid dapat meningkat lebih banyak lagi, agar manfaat dari kegiatan seminar dapat dirasakan lebih luas dan semakin erat hubungan kerja sama antara sekolah dan keluarga.


Penutup

Secara keseluruhan, kegiatan seminar ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Kehadiran Ketua Komite, para orang tua wali murid, serta pimpinan CSR PT. Indexim Coalindo menjadi kekuatan penyemangat bagi kemajuan sekolah. Antusiasme dalam sesi diskusi dan tanya jawab menunjukkan betapa besar kepedulian para orang tua terhadap pendidikan anak-anak. Semoga ke depannya partisipasi semakin meningkat, dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi masa depan pendidikan yang lebih baik.










Meriahkan HUT SMANKA ke-19 Lewat Semangat Olahraga dan Persaudaraan

Kaubun, 10 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 SMANKA, diselenggarakan kegiatan bergengsi bertajuk Trofeo Minisoccer HUT SMANKA ke-19 Tahun. Ajang olahraga ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana memupuk semangat sportivitas dan persatuan antar pelajar dari berbagai sekolah di wilayah sekitar. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, sehingga menambah semangat kebangsaan dan kebersamaan dalam setiap pertandingannya. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kaubun Anong Dwi Santoso, S.Pd. Peserta dari sekolah lain yang diundang didampingi oleh 2 orang yaitu wakil kepala sekolah dan guru olahraga masing-masing. 

Peserta yang Berpartisipasi

Trofeo Minisoccer ini diikuti oleh perwakilan dari sejumlah sekolah menengah atas yang telah mempersiapkan tim terbaiknya untuk bertanding. Peserta yang tampil antara lain:

§   SMAN 1 Sangkulirang

§   SMKN 1 Kaliorang

§   SMAN 1 Kaliorang

§   SMAN 1 Kaubun — Tim A

§   SMAN 1 Kaubun — Tim B

§   SMAN 1 Karangan


Dengan keikutsertaan enam tim dari berbagai daerah, ajang ini tidak hanya menjadi ajang berkompetisi, melainkan juga sarana mempererat tali persaudaraan antar pelajar di lingkungan yang lebih luas.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Pertandingan berlangsung pada 10 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Minisoccer, Desa Bumi Rapak. Lokasi yang strategis dan suasana yang mendukung membuat kegiatan ini berjalan dengan semangat yang tinggi, baik dari para pemain maupun pendukung yang hadir menyaksikan.

Semangat dan Tujuan Kegiatan

Mengusung semangat “Junjung Tinggi Sportivitas dan Persaudaraan”, kegiatan ini mengingatkan bahwa di atas lapangan, persaingan dilakukan secara jujur, sehat, dan penuh rasa hormat. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, trofeo ini bermakna sebagai sarana menjalin persahabatan, melatih kedisiplinan, serta membangun jiwa sportivitas yang luhur di kalangan pelajar.


Pesan yang turut disampaikan dalam ajang ini adalah: “Bersatu dalam Olahraga, Merajut Prestasi!”. Melalui olahraga, perbedaan dapat disatukan menjadi kekuatan, dan kerja sama tim dapat melahirkan prestasi yang membanggakan. Para peserta pun diajak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan semboyan: “Ayo... Tunjukkan Prestasimu!” — semangat yang memacu setiap pemain untuk berjuang sekuat tenaga sekaligus menjaga kebersamaan.

Penutup

Trofeo Minisoccer HUT SMANKA ke-19 Tahun menjadi bukti bahwa olahraga adalah jembatan yang menyatukan kita. Antusiasme para peserta, semangat bertanding, dan rasa persaudaraan yang terjalin menjadi pencapaian yang tak kalah berharga dari piala yang diperebutkan. Semoga semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan sportivitas yang ditunjukkan di lapangan terus dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Selamat ulang tahun yang ke-19 untuk SMANKA! Semoga terus berkarya dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara pikiran, tetapi juga kuat semangat dan luhur budi pekertinya.

 


RENDAHNYA KESADARAN MURID TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Kesadaran terhadap kebersihan lingkungan sekolah di kalangan murid SMA Negeri 1 Kaubun dinilai masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekolah sehari-hari, yang menunjukkan kurangnya tanggung jawab dan kepedulian siswa terhadap kebersihan tempat mereka belajar.

Pertama, masih banyak sampah-sampah yang berserakan di halaman sekolah. Padahal, sekolah telah menyediakan tempat sampah di berbagai titik, namun banyak siswa yang tetap membuang sampah sembarangan, seperti di bawah pohon, di samping bangku, atau di selasar sekolah. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran menjaga kebersihan dari diri siswa sendiri belum terbentuk dengan baik.
 
Kedua, jadwal piket kelas kurang berjalan dengan baik. Banyak siswa yang tidak melaksanakan tugas piket sesuai jadwal, baik karena datang terlambat, pulang lebih awal, maupun sengaja menghindari tugas membersihkan kelas. Akibatnya, ruang kelas sering kali kotor dan tidak nyaman digunakan untuk belajar.
 
Ketiga, evaluasi berkala terhadap pelaksanaan jadwal piket kelas tidak dilakukan. Tanpa adanya pemeriksaan dan penilaian rutin terhadap pelaksanaan piket, siswa cenderung menjadi santai dan tidak merasa bertanggung jawab atas tugas yang menjadi kewajibannya. Tidak ada pihak yang memantau apakah piket dilakukan dengan benar atau sekadar asal saja.
 
Keempat, penghargaan dan hukuman tidak diberikan kepada murid. Sekolah belum menerapkan sistem apresiasi bagi siswa atau kelas yang bersih dan tertib, maupun sanksi bagi yang melalaikan kewajiban menjaga kebersihan. Akibatnya, tidak ada motivasi bagi siswa untuk berbuat baik, dan tidak ada efek jera bagi mereka yang melanggar aturan kebersihan.
 
Jadi, kesadaran murid SMA Negeri 1 Kaubun terhadap kebersihan lingkungan sekolah masih sangat rendah. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran diri siswa, lemahnya pelaksanaan jadwal piket, tidak adanya evaluasi berkala, serta belum diterapkannya sistem penghargaan dan hukuman yang dapat mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Kamis, Agustus 13

Hasil Rapat Koordinasi: Penguatan Kompetensi Guru dan Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kombel

Samarinda, 13 Agustus 2026— Rapat koordinasi yang diselenggarakan membahas langkah-langkah strategis peningkatan kualitas pendidik serta pengaturan teknis penyelenggaraan pelatihan, dengan tetap menjaga semangat pengembangan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Berikut adalah rangkuman hasil kesepakatan dan arah kebijakan yang telah disepakati bersama.

Arah Pengembangan Kompetensi Pendidik

Pengembangan kompetensi menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Guru diharapkan dapat memanfaatkan waktu Hari Belajar Guru secara optimal sebagai sarana pengembangan diri. Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Wiwik Setiawati senantiasa berupaya mencari berbagai cara untuk meningkatkan kompetensi tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah secara berkelanjutan.

Wiwik mengharapkan keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat pengembangan kompetensi. BGTK diketahui telah melakukan dua kali pemangkasan dan efisiensi anggaran, yang berdampak pada pembatasan jumlah peserta pelatihan. Meski demikian, semangat BGTK dalam menyelenggarakan pelatihan serta semangat belajar para guru tetap tidak menurun. Tantangan ini justru mendorong munculnya kesepakatan bahwa sekolah dan guru harus berani melakukan inovasi dan terobosan baru untuk tetap memajukan kualitas pendidikan di lingkungannya masing-masing.


Mekanisme Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kombel

Penyelenggaraan pelatihan akan difokuskan melalui pendekatan Kelompok Kerja (Kombel), dengan kesepakatan sebagai berikut:

  1. Pemanfaatan Hari Belajar Guru akan diarahkan menggunakan pendekatan Kombel agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
  2. Materi pelatihan disusun berdasarkan kelompok mata pelajaran yang dikelola melalui Kombel, sehingga relevan dengan kebutuhan penguasaan materi ajar guru.
  3. Calon peserta pelatihan diusulkan oleh Ketua Kombel dan ditetapkan melalui rekomendasi Kepala Dinas.
  4. Pelatihan dilaksanakan di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) dengan memanfaatkan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS). Ketua Kombel mengajukan nama peserta melalui tautan yang telah disediakan.
  5. Perlu ditegaskan bahwa aplikasi Sindara digunakan hanya untuk pemetaan data, dan bukan sebagai media pelatihan.
  6. Sebanyak 56 Kelompok Kerja yang menjadi sasaran prioritas pelatihan akan dikonfirmasi kembali jadwal dan rinciannya pada tahap selanjutnya.

Pembiayaan Pelatihan

Terkait pembiayaan, telah disepakati ketentuan sebagai berikut:

  1. BGTK menanggung honorarium fasilitator.
  2. Biaya transportasi dan akomodasi peserta menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah atau peserta yang bersangkutan.


Hasil Pemetaan dan Penetapan Kombel yang Mendapat Pelatihan Tahun 2026

Hasil pemetaan dan evaluasi menyebutkan bahwa Provinsi Kalimantan Timur saat ini memiliki 1.245 Kelompok Kerja (Kombel) yang aktif, yang tersebar di sepuluh wilayah kabupaten dan kota. Jumlah Kombel terbanyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 417 komunitas, sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kabupaten Mahakam Ulu dengan 37 komunitas.

Jangkauan Pelatihan Tahun 2026

Dari seluruh jumlah Kombel yang aktif, tidak semua mendapatkan pelatihan pada tahun 2026. Mengingat keterbatasan anggaran serta pertimbangan jarak kedekatan dengan sekolah model di masing-masing wilayah, pelatihan hanya diberikan kepada 56 Kombel dengan total 3.207 anggota.

Rincian Kombel yang Mendapat Pelatihan

Berdasarkan jenis dan tingkatan, Rincian komunitas yang mendapatkan pelatihan tahun 2026 ini adalah KKG SD tiga belas Komunitas, MGMP SMK enam Komunitas, MGMP SMA lima Komunitas, KKKS SD lima komunitas, MKKS SMP empat Komunitas, MGMP SMP empat komunitas, gugus TK tiga Komunitas, dan MKKS SMA tiga Komunitas. 

Sebaran Kombel  per Wilayah

Kombel yang terpilih mendapatkan pelatihan tahun 2026 berasal dari tujuh kabupaten/kota, yaitu: Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, dan Kabupaten Paser. Ketujuh wilayah tersebut dipilih karena lokasinya relatif lebih dekat dengan sekolah model yang menjadi rujukan di masing-masing daerah.

Sementara itu, Kombel yang berada di Kabupaten Kutai Timur harus bersabar karena  belum mendapatkan pelatihan pada tahun ini.

Kesenjangan Dukungan Fasilitator dan Harapan ke Depan

Tantangan yang juga menjadi perhatian dalam rapat adalah kesenjangan dukungan operasional fasilitator yang sangat jauh antara jumlah tenaga yang tersedia dengan anggaran yang dimiliki. Tercatat total fasilitator yang telah terlatih dan siap bekerja berjumlah 124 orang, namun anggaran yang tersedia saat ini hanya mampu mendukung 56 orang.

Menyadari adanya kesenjangan tersebut, diharapkan agar terdapat penambahan alokasi anggaran ke depannya. Dengan demikian, seluruh fasilitator yang telah siap dapat sepenuhnya bekerja mendampingi Kombel, sehingga target peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Timur dapat tercapai secara menyeluruh dan optimal.


Penutup

Keseluruhan kesepakatan dalam rapat koordinasi ini menegaskan bahwa keterbatasan sumber daya bukan penghalang untuk terus berbenah. Dengan semangat yang tetap tinggi, dukungan kelembagaan, serta pemanfaatan Kombel sebagai wadah utama pengembangan, diharapkan mutu kompetensi guru terus meningkat, inovasi di sekolah semakin berkembang, dan tujuan pendidikan yang berkualitas dapat tercapai bersama.




















Jumat, Agustus 7

Tujuh Pokok Pikiran Gerakan Muhammadiyah: Landasan Langkah Menuju Kebaikan

SANGKULIRANG _ Sabtu, 8 Agustus 2026 dilaksanakan pengajian rutin warga Muhammadiyah di Pondok Pesantren At-Tanwir Jalan Projasam KM. 08 Benua Ilir Baru, Kecamatan Sangkulirang. Yang berkesempatan hadir dalam pengajian ini adalah PCM Kaubun, Warga Muhammadiyah, Simpatisan, dan Santriwan/santriwati. Adapun yang menjadi penceramah adalah Kiyai H. Hasim Abdullah. Kajian berlangsung selama satu jam, dimulai jam 9.00 wita sampai jam 10.00 wita. Diakhir kajian diadakan sesi tanya jawab. 

Diawal kajiannya kiyai Hasim menjelaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid pemurnian ajaran Islam berdiri tegak di atas tujuh pokok pikiran utama. Ketujuh hal ini bukan sekadar daftar prinsip, melainkan jiwa dan arah setiap langkah perjuangannya yang telah berjalan lebih dari satu abad. Berikut adalah penjelasan mendalam pak Yai Hasim mengenai setiap pokok pikiran tersebut:

1. Meng-Esakan Allah (Tauhid)

Tauhid adalah fondasi paling dasar dari seluruh ajaran Islam, sekaligus pijakan pertama Muhammadiyah. Prinsip ini mengajarkan bahwa hanya Allah SWT yang Tuhan semesta alam, satu-satunya yang berhak disembah, dimintai pertolongan, dan menjadi tujuan segala harapan. Bagi Muhammadiyah, pemahaman tauhid yang benar akan melahirkan akhlak yang lurus, pikiran yang jernih, serta keberanian untuk menegakkan kebenaran tanpa takut pada siapa pun selain Allah. Tanpa tauhid yang kokoh, seluruh amal perbuatan dan perjuangan akan kehilangan arah dan hakikatnya.

2. Hidup Bermasyarakat

Islam bukan agama yang mengajarkan umatnya hidup menyendiri atau memisahkan diri dari lingkungan. Sebaliknya, Islam adalah agama yang penuh kasih sayang untuk seluruh alam semesta. Oleh karena itu, pokok pikiran ini mengajak setiap warga Muhammadiyah untuk hidup hadir di tengah masyarakat, merasakan apa yang dirasakan masyarakat, dan berjuang bersama-sama memecahkan masalah yang ada. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi, Muhammadiyah hadir bukan untuk memisahkan diri, melainkan untuk menjadi bagian dari solusi kemajuan bersama.

3. Menerapkan Hukum Allah

Menerapkan hukum Allah bukan berarti sekadar menuntut peraturan negara, melainkan memulainya dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan seluas-luasnya. Hukum Allah mencakup seluruh aturan baik yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan alam semesta. Muhammadiyah meyakini bahwa kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan yang hakiki hanya akan terwujud jika kehidupan berjalan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Pencipta alam semesta.

4. Menegakkan Agama Islam

Tujuan utama berdirinya Muhammadiyah adalah menegakkan agama Islam sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Penegakan agama ini dilakukan dengan cara mendakwahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, membersihkan ajaran Islam dari segala kotoran, takhayul, bid’ah, dan khurafat yang menyimpang. Penegakan agama bukan dengan kekerasan atau paksaan, melainkan dengan nasihat yang baik, perbuatan yang nyata, dan ilmu yang bermanfaat.

5. Mengikuti Jejak Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang paling sempurna bagi seluruh umat manusia. Mengikuti jejak beliau berarti meneladani seluruh sifat, perilaku, serta cara beliau berdakwah dan membangun peradaban. Mulai dari kejujuran, amanah, sampaikan, tabligh, hingga semangat belajar dan bekerja keras. Muhammadiyah menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sumber ajaran, sehingga setiap langkah gerakannya selalu merujuk pada apa yang diajarkan dan dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

6. Berorganisasi Muhammadiyah

Untuk mewujudkan cita-cita yang mulia, diperlukan wadah yang rapi, teratur, dan bersatu. Muhammadiyah mengajarkan bahwa persatuan dalam organisasi adalah kekuatan yang besar. Melalui organisasi, kekuatan yang terpecah-pecah dapat disatukan, kemampuan yang terbatas dapat saling melengkapi, dan cita-cita yang besar dapat dicapai secara bersama-sama. Kehidupan berorganisasi juga melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan semangat bekerja sama demi tujuan yang lebih tinggi dari kepentingan pribadi atau golongan.

7. Berideologi Muhammadiyah

Berideologi Muhammadiyah berarti meyakini dan menjadikan prinsip-prinsip Muhammadiyah sebagai panduan hidup dan cara berpikir. Ideologi ini berakar pada Islam yang murni, berpikiran maju, moderat, dan selalu berusaha memperbarui pemahaman ajaran agama sesuai dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan prinsip dasarnya. Hal ini menjadikan Muhammadiyah tidak mudah terombang-ambing oleh arus zaman yang berubah-ubah, namun tetap relevan dan selalu hadir menjawab tantangan masa dengan ajaran Islam yang benar dan damai. 

Ketujuh pokok pikiran ini saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Sebagai satu kesatuan, ia menjadi kompas yang menuntun gerakan Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi agama, nusa, dan bangsa, serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi seluruh umat manusia.














MENGECAS IMAN; SYUKUR DAN SABAR DALAM MENJALANKAN TUGAS MULIA SEBAGAI PENDIDIK

KAUBUN — Majelis Taklim Adz-Dzikra PGRI Kecamatan Kaubun resmi digelar dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, Selasa (2 1 / 10 ). Meng...