KAUBUN – Rabu, 22 Juli 2026, Majelis Taklim Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se-Kecamatan Kaubun kembali digelar, sebagai sarana memperkuat iman dan takwa yang pada akhirnya membawa dampak positif bagi kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali ini dilaksanakan di SDN 003 Kaubun SP 1 Desa Bumi Etam. Majelis taklim ini dilaksanakan dibawah bendera PGRI Kecamatan Kaubun. Acara dimulai jam 9.00 wita sampai jam 11.30 wita.
Dalam laporannya, Ayatman menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan. “Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, staf serta karyawan dari jenjang TK, SD, SMP, MTs hingga SMA se-Kecamatan Kaubun. Kehadiran Bapak Korwil Bidang Pendidikan, Pengawas Sekolah, Bapak Camat Kaubun, Bapak Pastur, serta Kepala Desa Bumi Etam menjadi kehormatan besar bagi kita semua,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Nurhadi selaku penceramah, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kaubun dan menjabat pula sebagai Dai Pembangunan.
Sambutan Korwil dan Camat Kaubun
Dalam sambutannya, Korwil Bidang
Pendidikan sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Kaubun menyoroti sejumlah hal penting
terkait manajemen dan kesejahteraan GTK. Antara lain kewajiban melapor lebih
awal bagi guru yang akan memasuki masa pensiun, aturan mengenai jumlah anak PNS
yang menjadi tanggungan negara, serta peluang beasiswa dari pemerintah
bagi GTK yang ingin melanjutkan pendidikan.
Tak hanya itu, wilayah Kecamatan Kaubun juga patut berbangga atas berbagai prestasi yang diraih. Beberapa sekolah telah menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Bupati Kutai Timur, salah satunya SMP Negeri 4 Kaubun. Di samping itu, para guru juga mengharumkan nama daerah dengan meraih juara pada ajar Piala Ball dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kutai Timur.
Sementara itu, Camat Kaubun, Saprani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan capaian yang telah diraih segenap elemen pendidikan. “Saya sangat bangga dan berterima kasih, karena Bapak Ibu Guru tak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga rutin menggelar majelis taklim untuk menebarkan kebaikan dan nilai agama di tengah masyarakat,” ungkap Saprani. Beliau pun mengajak seluruh GTK untuk bersinergi mewujudkan Kecamatan Kaubun yang agamis.
Ustaz Nurhadi dalam ceramahnya memuji dedikasi tinggi para guru dalam dunia pendidikan, namun sekaligus mengingatkan untuk menjauhi paham sinkretisme yang bertentangan dengan prinsip ukhuwah Islamiyah. Beliau juga mengingatkan dalam memilih pemimpin, utamakan yang memiliki etika dan keluhuran budi pekerti, bukan sekadar melihat popularitas semata.
Lebih lanjut, Ustaz Nurhadi menguraikan
enam perkara yang dapat menghapus pahala kebaikan, khususnya menjadi perhatian
bagi seorang pendidik:
- Mencari kesalahan orang lain karena rasa iri dan dengki. Guru harus memegang prinsip: perbaiki yang keliru, dukung yang benar.
- Kurang rasa malu saat berbuat keliru, seperti lalai dalam tugas, serta terlibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
- Keras hati dan sulit menerima nasihat. Guru wajib bersabar, rendah hati, menjadi teladan, serta mendoakan murid agar hatinya lembut.
- Angan-angan tinggi namun enggan berusaha. Cita-cita mulia harus dibarengi dengan kerja keras nyata.
- Terus-menerus berbuat kezaliman dan maksiat, seperti mabuk-mabukan, berjudi, mencuri, dan menipu.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan
agar seluruh amanat yang disampaikan dapat menjadi pedoman, sehingga GTK
se-Kecamatan Kaubun senantiasa menjadi pendidik yang beriman, bertakwa, dan
mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia.


.jpeg)










.jpeg)

.jpeg)


