Selasa, Januari 27

MUSCAB MUHAMMADIAYAH KEC. KAUBUN “MENGHIDUPKAN GERAKAN DAN MEMPERKOKOH UKHUWA ISLAMIAYAH”


KAUBUN-BumiRapak: Muhammadiyah Cabang Kaubun menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Muhammadiyah ke-1 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Bumi Rapak, pada hari Ahad (25/1/2025) jam 9.00 wita. Agenda utama dalam Muscab ini adalah pemilihan pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)  Kecamatan Kaubun periode 2026 - 2030. Muscab ini dirangkai dengan Bakti Sosial (Baksos) oleh Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sadaqah Muhammadiyah) Kabupaten Kutai Timur. Pada kesempatan ini Lazismu menyalurkan 60 paket sembako untuk 60 mustahik dari Desa Bumi Rapak dan Desa Bumi Jaya.

Adapun Tema yang diusung adalah "Menghidupkan Gerakan dan Memperkokoh Ukhuwa Islamiah". Muscab ini dihadiri oleh PDM, Pimpinan Aisiah, dan Ketua Lazismu Kabupaten Kutai Timur. Muscab dibuka dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Kabupaten Kutai Timur, dan Mars Muhammadiyah. Kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia pelaksana (Ahmad Sofikun) lalu sambutan ketua lazismu (H. Subhan) Setelah itu, sambutan sekaligus tausiah singkat yang disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kutai Timur (K.H Suyuti). Muscab dibuka secara resmi oleh PDM.

Dalam sambutannya, Ahmad Sofikun menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf kepada semua peserta dan tamu undangan yang hadir.

"Mewakili warga muhammadiyah kecamatan kaubun dan sekaligus segenap panitia pelaksana menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf kepada Pimpinan Muhammadiyah beserta anggota, pimpinan Aisiah, ketua Lazismu beserta Rombongan. Ucapan terimakasih pula kepada pemerintah desa Bumi Rapak, Kecamatan, KAU, dan Ketua MUI kecamatan Kaubun, segenap panitia dan undangan serta peserta Muscab, karena atas keterlibatan kita semua Muscab ini terlaksana” Ucap ketua panitia.

Ketua panitia juga menyampaikan bahwa Muscab ini terlaksana atas dukungan dan suport dana dari Pimpinan Daerah Muhammadiayah (PDM) sebesar lima juta rupiah. Uang tersebut digunakan untuk sewa gedung, pembelian nasi kotak dan air mineral.  Adapun jumlah undangan dalam Muscab ini sebanyak 98 orang  dengan rincian 15 orang peserta Muscab, 10 orang simpatisan, 13 orang jajaran PDM dan Aisiah serta 60 orang  mustahiq atau penerima Baksos.

Sekadar informasi bahwa Baksos ini dipusatkan di Desa Bumi Rapak (SP2) dengan jumlah penerima terbanyak yakni 50 orang dan ditambah 10 orang dari desa Bumi Jaya (SP3). Hal ini dilakukan karena desa Bumi Rapak adalah “Tuan Rumah” dan di desa Bumi Rapak pulalah gerakan Muhammadiyah dulu digagas, tumbuh, dan bergerak. Sekira 24 tahun silam yakni tahun 2001. Namun seiring dengan berjalannya waktu gerakan itu mulai memudar lalu berangsur menghilang dipermukaan. Atas dasar rekam jejak sejarah inilah Ahmad Sofikun menyampaikan harapannya agar momentum Muscab ini menjadi kesempatan yang baik untuk menghidupkan kembali muhammadiya yang sudah lama vakum, tentunya dengan membangun komunikasi dan koordinasi yang intens, giat menghidupkan ukhuwa islamiah maka harapan itu terwujud. Disamping harapan itu, ketua panitia juga berharap agar Bakti Sosial (Baksos) dari Lazismu bisa dikembangkan terus-menerus disalurkan disetiap desa yang ada dikecamatan Kaubun.

Sebelum meyalurkan baksos Ketua Lazismu (H. Subhan) mengatakan bahwa sudah 2 kali beliau datang di Kaubun dalam rangka penyalurkan bantuan. Yang Pertama di desa Mata Air dan yang kedua di desa Bumi Rapak ini.  Lazismu juga sudah 9 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur melakukan bakti sosial. Sekadar informasi bahwa Lazismu adalah anak dari muhammadayiah yang meyalurkan bantuan sembako dan bantuan lain. Tidak hanya itu batuan berupa khitan massal, beasiswa Sang Surya, bantuan modal usaha, bantuan kesehatan, dll. juga menjadil amal usaha Lazismu. 

Diawal sambutannya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kutai Timur, K.H Sayuti membeberkan secara singkat sejarah Muhammadiayah. Beliau mengatakan organisasi Muhammadiyah adalah organisasi tertua di Indonesia, jauh sebelum Nahdaul Ulama (NU) berdiri. Muhammadiyah berdiri untuk memberikan semangat kepada rakyat agar berpikiran maju dan bebas dari kebodohan dan kemiskinan. K.H Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah menyakini bahwa Kebangkitan sebuah bangsa harus dibarengi dengan pendidikan sehingga gerakan yang pertama kali dilakukan oleh muhammadiayah adalah mendirikan sekolah-sekolah.

Berdasarkan fakta yang dihimpun hingga sampai saat ini tecatat Sekolah & Madrasah (SD-SMA/SMK): Terdiri dari sekitar 2.453 SD/MI, 1.599 SMP/MTs, dan 1.294 SMA/MA/SMK. Perguruan Tinggi: Terdapat sekitar 162-172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah–'Aisyiyah (PTMA) yang terdiri dari universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi Pesantren: Muhammadiyah memiliki 444 pesantren yang dimiliki secara resmi. Jumlah Tenaga Pendidik: Lebih dari 75.000 guru mengajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang tersebar diseluruh Indonesia.

Sambung PDM, Gerakan muhammadiyah tidak hanya satu bidang melainkan berbagai bidang kehidupan misalnya bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dll. Gerakan muhammadiayah adalah gerakan dakwah melalui bidang-bidang tersebut. Mengajak manusiah menjadi umat yang soleh. Siapa yang beriman dan beramal saleh maka Allah berikan kehidupan yang baik.

"Jika bapak dan ibu ingin menjadi orang yang soleh ayo bergabung dengan muhammadiayah" Tegas K.H Sayuti.

Menjadi orang yang soleh memang sangat berat. Tantangan menjadi orang yang soleh adalah Merasa cukup, bangga menjadi orang yang bodoh, Pelit dengan kelebihan tidak mau berbagi atau sedekah,  riaya atau tidak iklas, dan selalu berbuat maksiat. Oleh karena itu, agar terhindar dari keempat hal ini maka muhammadiyah mendorong umatnya untuk terus belajar, menjadi generasi pembelajar. Diakahir tausiahnya PDM menekankan pentingnya kepemimpinan dalam muhammadiyah yaitu kepemimpinan yang kolektif kolegial, merwat kebersamaan, berinovasi, dan konsisten.

Idealnya, musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah adalah forum tertinggi tingkat kecamatan (PCM) yang diselenggarakan setiap empat atau lima tahun sekali untuk mengevaluasi program kerja, merumuskan arah kebijakan organisasi, dan meregenerasi kepemimpinan. Agenda utama Musycab meliputi laporan pertanggungjawaban, sidang komisi, pemilihan pimpinan baru, dan konsolidasi gerakan dakwah. Muscab biasanya diawali dengan permusyawaratan tingkat pimpinan (Mupimcab) untuk menetapkan calon pimpinan. Dalam pelaksanaannya Muscab Fokus utamanya adalah menjaga pergerakan organisasi agar tetap dinamis dan tidak statis.

Namun, Muscab ke-1 Muhammadiyah Kecamatan Kaubun tidak semuluk dan tidak seideal biasanya seperti uraian di atas. Dilakukan semata-mata untuk menghidupkan kembali Muhamadiyah yang puluhan tahun kehilangan identitas, marwah, dan pergerakan sehingga pelaksanaanya kondisional dan formatur berdasarkan musyawarah mufakat. Tidak ada tarik ulur kepentingan semua peserta Muscab sadar betul bahwa gerakan Muhamadiyah harus hidup dan bangkit lagi di bumi Kaubun. 
Adapun pengurus terpilih adalah Tasrif sebagai ketua, Ahmad Sofikun Sebagai sekertaris, dan Ahmad Kusairi sebagai bendahara, dengan masa bakhti 2026 - 20230.
























































































Tidak ada komentar:

BELAJAR DARI ABU BAKAR UNTUK MERAIH GELAR AT-TAQWA

PENYOLONGAN_ Sabtu, 7 Maret 2026 dilaksanakan Buka Bersama di  Muhammadiyah Boarding School (MBS)  Tahfiz Alquran At-Tanwin Penyolongan Sang...