Turut hadir dalam acara ini adalah Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Kaubun, Ketua PGRI, Ketua PGRI demosioner, Peninsiunan Guru (Guru Purnabakti), semua kepala sekolah, dan seluruh Tenaga Pendidikan dan Kependidikan TK, SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Kaubun.
Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia jika dibandingkan dengan profesi lain karena ditangan gurulah generasi dititipkan untuk diajarkan tentang adab dan ilmu, tentang benar dan salah, tentang baik dan buruk. Dengan demikian dipundak gurulah generasi dididik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk peradaban yang bermartabat, dan mewujudkan pribadi yang utuh sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Berdasarkan amanat UU di atas, sangatlah mulia tugas seorang guru yakni mencerdaskan kehidupan bangsa yang berarti mewujudkan generasi yang cerdas pikirnya, cerdas jiwanya, dan cerdas raganya. Tugas ini tidak setiap orang dapat melakukannya, hanya guru yang memiliki wewenang dan tanggungjawab.
Dengan begitu banyaknya masalah yang dihadapi dan tidak sedikitnya beban kerja yang dilakukan, maka tidaklah heran jika ada oknum guru yang merasa capek, cepat marah, keras, kasar, dan egois. Hal ini tidak bisa kita pungkiri dan ini fakta tak terbantahkan. Pertanyaannya adalah apakah menjadi guru itu capakek? Tentu, semua pekerjaan pasti ada capenya, kalau merasa capek menjadi guru maka berhentilah menjadi guru, mendingan jadi karyawan Sawit atau karyawan Tambang. Tetapi pada kenyataannya menjadi karyawan itu lebih capek lagi. Jika benar begitu, masalahnya dimana? Ternyata yang capek itu adalah niatnya, padahal kalau kita tulus maka capek itu tidak akan ada jika niatnya baik dan tulus. Oleh karena itu, Niat menjadi guru perlu diluruskan, semata-mata menjadi guru adalah untuk mendapatkan ridho Allah atau mendapatkan pahala. Perlu diingat bahwa semua pekerjaan harus didahului oleh niat. Segala sesuatu yang kita lakukan tergantung dari niat.
Maka dititik inilah pentingnya menjadikan profesi guru ini sebagai jalan Dakwa. Pendidikan dan pengajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad perlu diterapkan. Peran guru bukan hanya sekadar pengajar yang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga seorang pendidik yang membentuk karakter dan moral generasi penerus. Peran guru sangat mulia, bahkan bisa menjadi jalan dakwah yang efektif. Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama bagi seluruh umat Muslim, termasuk dalam bidang pendidikan. Beberapa prinsip pendidikan yang diajarkan dan dipraktikkan oleh beliau diantaranya;
Pertama, Keteladanan, Nabi Muhammad SAW selalu memberikan contoh yang baik dalam setiap aspek kehidupan. Sebagai guru, kita harus menjadi contoh yang baik bagi siswa, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Kedua, Kasih Sayang dan Kelembutan, Beliau selalu menyampaikan ajaran dengan kasih sayang dan kelembutan. Dalam mendidik, guru harus mendekati siswa dengan hati yang penuh kasih, bukan dengan kekerasan atau paksaan.
Ketiga, Keadilan, Nabi Muhammad SAW selalu adil dalam memperlakukan semua orang. Guru harus adil dalam memberikan perhatian dan penilaian kepada semua siswa, tanpa membeda-bedakan.
Keempat, Kesabaran, Beliau sangat sabar dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Guru harus sabar dalam membimbing siswa yang memiliki beragam karakter dan kemampuan.
Kelima, Keterbukaan dan Dialog, Nabi Muhammad SAW selalu membuka diri untuk berdialog dan berdiskusi dengan para sahabat. Guru harus menciptakan suasana kelas yang terbuka, di mana siswa merasa nyaman untuk bertanya dan menyampaikan pendapat.
Memaknai jalan profesi sebagai jalan dakwa Saidina Muhammad. Menjadi guru jangan menyerah dan pasrah tetapi mencontohlah Nabi muhammad. Nabi Muhammad sampai dilempar dengan batu, kotoran, dicaci, dan dihina tetapi tetap sabar dan tawakal menjalankan dakwahnya, beliau niatkan karena Allah dan untuk mendapatkan ridhoNya.
Kita semua sepakat bahwa tanpa guru kita tidak bisa apa-apa dan kita bukan siapa-siapa. Semua Ilmu, jabatan, harta dan kekuasaan yang kita miliki tidak terlepas dari tempaan seorang guru. Begitu besarnya perjuangan seorang guru dalam membentuk manusia seutuhnya.
Hadiah terindah bagi guru saat dia meninggal dunia adalah surah Al-Fatihah. Jika kita mau didoakan maka doakanlah murid kita, doakan yang terbaik untuk murid-murid kita agar mereka sukses dunia dan akhirat. Doakan murid kita di setiap pagi dan petang, doa yang mustajab adalah doa di sepertiga malam yaitu selesai Sholat Tahajjud lalu membaca Al-quran. Sebelum berangkat sekolah guru harus sholat Sunat dulu dua rakaat dan berdoa untuk kelancaran dan kemudahan dalam proses pembelajaran.
Nabi Muhammad dalam keadaan suci jika sedang mengajar yaitu berwudhu. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru agar berwudu dulu sebelum mengajar sehingga ilmu yang disampaikan penuh keberkahan, mudah deserap dan diimplementasikan oleh murid dalam kehidupannya sehari-hari.
Kenapa murid kita masih saja nakal kemudian tidak paham-paham terhadap materi yang kita ajarkan jawabannya adalah kita belum ikhlas mendidik dan mengajar murid kita. Kita langsung marah jika murid berbuat salah, dan selalu berpikir negatif tentang mereka. Oleh karena itu, keikhlasan pasrah karena Allah semata-mata ingin mendapatkan ridho-Nya tidak ada tendensi atau kepentingan lain yang melekat dalam hati kita. Lepaskan semua beban derita, lupakan dulu semua urusan keluarga dan rumah tangga fokuskan pikiran dan hati pada kemuliaan tugas mendidik dan mengajar murid.
Jadikanlah murid kita sebagai anak sendiri perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya disayang dilayani dengan baik. Pandanglah mereka sebagai keluarga sendiri.
Jadi, profesi guru adalah amanah yang besar dan mulia. Dengan merefleksikan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, guru dapat menjadikan profesinya sebagai jalan dakwah yang efektif. Meskipun ada berbagai tantangan, dengan niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh, guru dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan umat dan bangsa yakni mencerdaskan anak bangsa yang beriman, berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.
Mari jadikan profesi guru menjadi profesi yang diridhoi oleh Allah dan Nabi Muhammad.
Aamiin…
Semoga…











