Jumat, September 4

SMAN 1 KAUBUN & ORANG TUA WALI SEPAKATI ATURAN DISIPLIN DAN KESELAMATAN SISWA

SMAN1Kaubun Kamis, 3 September 2026 dilaksanakan sosialisasi aturan atau tataterbit siswa. Sebanyak 114 orang tua wali siswa hadir dalam pertemuan ini dari 176 orang tua yang diundang. Fokus utama sosialisasi tatatertib ini adalah orang tua wali murid kelas X tahun ajaran 2026/2027. Acara dimulai jam 08:30 wita, dibuka secara resmi oleh ketua komite SMA Negeri 1 Kaubun H. Faturahman yang didampingi oleh kepala sekolah Anong Dwi Santoso. Hadir pula dalam kegiatan ini team manajemen sekolah yakni wakakur (Tasrif), wakasis (Arnoldus Suanse), wakahumas (Sukardi), dan wakasapras (Sujartang). Adapun yang menjadi orator atau yang memaparkan tatatertib kepada orang tua adalah wakasis, Arnoldus Suanse sedangkan yang menjadi MC yakni wakakur, Tasrif.

Kepala Sekolah, Anong Dwi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan para orang tua wali murid merupakan hal yang sangat penting untuk terus dijalin dan diperkuat.

"Kita mengajak seluruh orang tua wali untuk ikut merawat anak-anak kita bersama-sama. Sekolah dan keluarga memiliki tanggung jawab yang sama besar dalam menjaga dan membimbing putra-putri kita," ujar Beliau.

Lebih lanjut, Anong menegaskan bahwa aturan-aturan yang diterapkan bukan tanpa alasan, melainkan bertujuan untuk melatih anak-anak agar memiliki kedisiplinan yang tinggi sejak dini. Melalui pertemuan dan kesepakatan seperti ini, diharapkan terbentuk jalan yang sama dalam membimbing anak-anak menuju arah yang benar.

Beliau juga mengingatkan para orang tua bahwa prestasi yang diraih siswa tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan melalui proses pendidikan akademik yang berkelanjutan, bertahap, dan membutuhkan kesabaran serta ketekunan.

Komite Sekolah, H. Faturahman juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua yang telah hadir dan berpartisipasi aktif, sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan maupun pelayanan sekolah masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Komite Sekolah mengajak para orang tua untuk senantiasa memperhatikan dan mengawasi anak-anak dalam keseharian mereka, baik saat berada di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

"Di sekolah, pembimbingan dan pengawasan menjadi tanggung jawab para guru. Sedangkan saat berada di rumah, kewajiban tersebut berada di pundak para orang tua. Pembagian tanggung jawab ini harus berjalan selaras agar terbentuk pengawasan yang utuh bagi anak-anak," tegas Beliau.

Dalam pertemuan yang melibatkan pihak sekolah dan para orang tua wali murid ini, telah disepakati sejumlah aturan penting guna menjaga kedisiplinan, keselamatan, serta menumbuhkan karakter siswa yang bertanggung jawab. Kesepakatan ini diambil demi terciptanya lingkungan belajar yang tertib, aman, dan kondusif bagi seluruh siswa.

Adapun yang dibahas dalam pertemuan ini yakni membahas kehadiran siswa, kewajiban siswa, hak-hak siswa, pakaian seragam siswa, jenis-jenis pelanggaran (ringan, sedang, dan berat), sangsi pelanggaran, larangan-larangan siswa, poin pelanggaran siswa, pembatasan penggunaan gawai, etika sopan santun, dan prosedur penangan pelanggaran siswa.

Pertemuan berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut menyepakati delapan pelanggaran utama dari pulahan jenis pelanggaran yang wajib dipatuhi oleh setiap siswa. Delapan pelanggaran ini acap kali dilakukan siswa setiap hari. Kesepakatan ini menjadi pedoman bersama bagi sekolah dan keluarga dalam membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. Berikut adalah poin-poin kesepakatan yang telah disepakati bersama:

Pertama, siswa wajib datang ke sekolah tepat waktu sesuai jam yang telah ditetapkan. Ketepatan waktu menjadi cerminan kedisiplinan agar siswa dapat mengikuti seluruh kegiatan belajar dengan sempurna tanpa tertinggal materi pelajaran.

Kedua, demi keselamatan di jalan, setiap siswa yang melintasi jalan poros saat berangkat maupun pulang sekolah wajib mengenakan helm. Hal ini sangat penting mengingat tingginya aktivitas lalu lintas demi melindungi keselamatan jiwa siswa.

Ketiga, siswa dilarang menggunakan sepeda motor jenis balap maupun motor yang telah dimodifikasi berlebihan. Motor jenis tersebut dinilai berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan serta dapat mengganggu ketertiban umum di lingkungan sekolah.

Keempat, siswa dilarang bolos sekolah. Setiap siswa diharapkan hadir dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan penuh tanggung jawab agar tidak tertinggal pelajaran dan membentuk kebiasaan yang merugikan diri sendiri.

Kelima, dilarang keras merokok di lingkungan sekolah maupun saat berada di lingkungan masyarakat pada jam kegiatan pendidikan. Larangan ini bertujuan menjaga kesehatan siswa yang masih dalam masa pertumbuhan serta menjaga nama baik sekolah.

Keenam, siswa wajib berpakaian rapi dan mengenakan seragam lengkap sesuai ketentuan yang berlaku. Kerapian berpakaian melatih siswa memiliki sikap disiplin dan menghargai diri sendiri serta lingkungan sekitar.

Ketujuh, siswa tidak diperkenankan meninggalkan sekolah saat jam berlangsung tanpa keterangan dan izin resmi dari pihak sekolah. Jika ada keperluan mendesak, siswa wajib meminta izin kepada guru yang bertugas agar tidak menimbulkan kekhawatiran.

Kedelapan, siswa diharapkan senantiasa taat dan patuh terhadap bimbingan serta arahan guru di sekolah maupun orang tua di rumah. Kerja sama antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk siswa yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.

Kepala sekolah Anong Dwi Santoso menyampaikan bahwa aturan-aturan ini disusun bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi dan membimbing siswa. Pihak sekolah dan orang tua berkomitmen untuk saling bekerja sama dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar mematuhi kesepakatan ini dengan penuh kesadaran.

Dengan kesepakatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga demi mewujudkan siswa yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kedisiplinan tinggi, berakhlak mulia, dan senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap langkahnya.





















 

Kamis, September 3

Pentingnya Workshop Manajemen Sekolah dan Workshop Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan


Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Agar tujuan pendidikan tercapai dengan baik, diperlukan sistem pengelolaan yang rapi serta tenaga pendidik yang kompeten dan terus berkembang. Salah satu upaya strategis untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui penyelenggaraan Workshop Manajemen Sekolah dan Workshop Guru. Kedua kegiatan ini memiliki peran yang saling melengkapi dalam meningkatkan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan.


Workshop Manajemen Sekolah: Membangun Tata Kelola yang Efektif
Materi Utama dalam Workshop Manajemen Sekolah
Workshop manajemen sekolah ditujukan khusus bagi para pemangku kebijakan di lingkungan sekolah, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua-ketua bidang, dan staf administrasi. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh kegiatan yang ada di sekolah.

  1. Perencanaan dan Pengembangan Sekolah: Peserta diajarkan cara menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, serta strategi pengembangan sekolah agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
  2. Manajemen Kurikulum: Memahami cara merancang, menerapkan, dan menyesuaikan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan ketentuan peraturan pendidikan yang berlaku.
  3. Pengelolaan Sumber Daya: Meliputi pengelolaan keuangan, sarana prasarana, serta sumber daya manusia agar penggunaannya efisien, transparan, dan bertanggung jawab.
  4. Manajemen Hubungan Masyarakat: Cara membangun kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan instansi terkait demi mendukung proses pembelajaran.
  5. Pengawasan dan Evaluasi: Teknik memantau jalannya kegiatan belajar mengajar serta kegiatan penunjang lainnya, dan cara menggunakan hasil evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.

Manfaat Workshop Manajemen Sekolah
Melalui kegiatan ini, pengelola sekolah akan memiliki wawasan dan keterampilan yang lebih luas dalam memimpin. Tata kelola sekolah menjadi lebih terstruktur, sistem kerja menjadi lebih jelas, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat dan cepat. Sekolah yang dikelola dengan baik akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi guru dan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa.

Workshop Guru: Meningkatkan Kompetensi dan Kualitas Pembelajaran
Sementara manajemen mengatur sistemnya, guru adalah ujung tombak pelaksana pendidikan. Workshop guru dirancang untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik tenaga pendidik agar mampu memberikan pembelajaran yang bermutu, kreatif, dan relevan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi guru untuk memperbarui ilmu pengetahuan, berbagi pengalaman, dan berlatih keterampilan baru.

Materi Utama dalam Workshop Guru
  1. Pengembangan Strategi Pembelajaran: Mempelajari berbagai metode mengajar yang aktif, inovatif, dan menyenangkan, serta cara menyesuaikannya dengan karakteristik siswa dan materi ajar.
  2. Penerapan Teknologi Pendidikan: Pelatihan penggunaan alat bantu mengajar digital, media pembelajaran berbasis teknologi, dan pemanfaatan platform pendidikan untuk mendukung proses belajar mengajar.
  3. Penyusunan Perangkat Ajar dan Asesmen: Cara menyusun rencana pembelajaran, materi ajar, serta instrumen penilaian yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap siswa.
  4. Pengelolaan Kelas: Teknik menciptakan suasana kelas yang aman, tertib, dan menyenangkan, serta cara menangani berbagai tantangan perilaku siswa.
  5. Pendidikan Karakter dan Inklusi: Memahami cara menanamkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran, serta bagaimana mengajar siswa dengan beragam kebutuhan dan latar belakang.



Tingkatkan Mutu Pendidikan, PT Indexim Coalindo Latih Guru dan Manajemen Sekolah di Kaubun dan Kaliorang WORKSHOP 1

Dalam upaya meningkatkan keunggulan dan inovasi pendidikan, sebanyak 38 guru dan unsur manajemen sekolah mengikuti pelatihan selama lima hari, mulai Senin (20/4/2026) hingga Jumat (24/4/2026) yang diselenggarakan oleh PT Indexim Coalindo.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan Kurikulum Merdeka Belajar untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperbaiki tata kelola sekolah agar lebih profesional, sekaligus mendukung peningkatan rapor pendidikan serta nilai akreditasi sekolah.

Peserta guru dan unsur manajemen sekolah berasal dari SMPN 3 Kaliorang dan SMAN 1 Kaubun yang terpilih berdasarkan asesmen untuk menjadi percontohan program Transformasi Sekolah yang dilaksanakan oleh PT Indexim Coalindo sebagai bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Kegiatan pelatihan ini berlokasi di kompleks SMAN 1 Kaubun di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.

Selama lima hari pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, namun juga melakukan  praktik langsung. Proses pelatihan juga dilakukan secara interaktif dengan metode diskusi kelompok, permainan, simulasi, dan presentasi tugas mandiri. Ragam metode tersebut membuat para peserta antusias mengikuti setiap sesi.

Fokus utama materi yang diberikan adalah implementasi merdeka belajar, dimana guru didorong untuk lebih melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. 

Robiatul, salah seorang peserta yang juga staf manajemen SMPN 3 Kaliorang, membagikan kesannya setelah mengikuti pelatihan.

“Proses pelatihan ini mengubah mindset untuk mengelola sistem pendidikan dengan kualitas yang lebih baik. Salah satunya ialah kami dibimbing untuk mereview visi dan misi sekolah agar lebih terukur, menyemangati, dan menggerakkan seluruh unsur sekolah,” tutur Robiatul.

“Kami berharap, usai pelatihan ini, para peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membawa perubahan positif di sekolah masing-masing,” harap Manajer CSR PT Indexim Coalindo, Ditto Santoso, yang hadir pada sesi penutupan pelatihan.

“Sehingga para pelajar di sekolah dapat menjalani proses belajar dengan baik dan membuahkan prestasi yang membanggakan pada masa depan,” sambungnya.

Membangun Pendidikan Berkualitas Melalui Pembaruan Cara Mengajar dan Pendampingan Berkelanjutan

Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari yakni hari Rabu dan Kamis (29-30 Juli 2026). Hadir dalam kegiatan adalah bapak Agas dan Ansori yang merupakan manajer Putra Samporna Foundation (PFF). Acara dibuka secara resmi oleh kepala sekolah Anong Dwi Santoso. Giat ini diikuti oleh semua dewan guru SMAN 1 Kaubun sejumlah 20 orang. Pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari coching clining 2 dan kelanjutan dari program transformasi sekolah. 


Berikut catatan hasil pendampingan: 

Pendidikan terus berkembang seiring berjalannya waktu, dan peran guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menuntut kesiapan untuk terus berbenah. Catatan pelatihan ini menjadi landasan penting bagi seluruh dewan guru untuk bersama-sama mengikuti pendampingan demi meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.


Pentingnya Perubahan dan Pendampingan

Langkah awal yang paling mendasar adalah semangat untuk berubah. Bapak dan Ibu guru diharapkan mau menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, serta mulai meninggalkan cara-cara mengajar lama yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Perubahan ini didukung melalui program pendampingan yang diselenggarakan baik untuk guru dalam melaksanakan pembelajaran, maupun untuk manajemen sekolah agar seluruh proses berjalan terarah dan terpadu.


Strategi dan Praktik Pembelajaran yang Relevan

Pembelajaran masa kini menuntut keterlibatan aktif peserta didik. Beberapa praktik utama yang ditekankan dalam pelatihan ini meliputi:

  • Pembelajaran aktif menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif, didukung berbagai strategi seperti infografis, peta pikiran, curah pendapat, Think-Pair-Share, diskusi kelompok, hingga metode galeri kata.

  • Pembelajaran literasi dan numerasi yang menjadi dasar dari seluruh kegiatan pembelajaran. Literasi bertujuan menguatkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik, sedangkan numerasi melatih kemampuan berhitung, memahami angka, jumlah, dan persentase.

  • Pembelajaran berdiferensiasi, di mana pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan belajar masing-masing peserta didik. Hal ini didukung melalui penerapan pembelajaran kooperatif seperti kerja kelompok, dengan pembagian kelompok yang disesuaikan kemampuan sehingga setiap kelompok mendapatkan tugas yang berbeda sesuai kemampuannya.

  • Penggunaan strategi yang bijak: Strategi pembelajaran tidak harus diterapkan terus-menerus, melainkan digunakan saat dibutuhkan untuk mempermudah proses mengajar dan membuat pembelajaran lebih menarik. Contoh penerapan disiapkan sebagai petunjuk pengerjaan agar mudah dipahami dan diterapkan.


Perencanaan dan Asesmen Pembelajaran

Setiap kegiatan pembelajaran wajib disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat pendekatan yang akan digunakan. Hal ini diselaraskan dengan prinsip pendekatan top-down dan bottom-up dalam penyusunan perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran.

Asesmen juga memegang peranan sangat penting:

  • Tes awal dilakukan untuk memetakan kemampuan peserta didik sehingga dapat dikelompokkan sesuai kemampuannya. Asesmen ini dapat dilaksanakan satu kali dalam satu semester atau pada awal tahun ajaran.

  • Hasil tes literasi dan numerasi digunakan sebagai acuan dalam pembagian kelompok belajar dan penentuan tugas yang sesuai.

  • Asesmen triangulasi yang menggabungkan tes tertulis, wawancara, dan pengamatan digunakan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kompetensi peserta didik.

  • Umpan balik juga menjadi bagian dari proses penyempurnaan, meskipun pada awalnya terasa sedikit membingungkan, hal tersebut menjadi bahan perbaikan agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.


Penutup

Seluruh langkah dan strategi yang dipaparkan bertujuan untuk menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan berlandaskan pada penguatan literasi serta numerasi. Mari kita bersama-sama menyambut perubahan ini dengan semangat, menjadikan pendampingan sebagai sarana belajar bersama, dan terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak didik kita.

MPLS SMAN 1 Kaubun Tahun Ajaran 2026/2027 Resmi Digelar, Diikuti 178 Peserta Didik Baru

 

Kaubun, 21 Juli 2026 – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Kaubun resmi dibuka hari ini. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari ini diikuti oleh sebanyak 178 siswa dan siswi baru kelas X.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Kaubun didampingi wakil kepala sekolah, guru pembimbing, serta perwakilan Komite Sekolah. Dalam sambutannya, Kepala sekolah menyampaikan harapan besar agar MPLS dapat menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, serta sesama teman baru.

"Selamat datang di keluarga besar SMAN 1 Kaubun. MPLS bukan sekadar seremonial, melainkan pintu gerbang untuk kalian beradaptasi, membangun persahabatan, dan memahami cara kita belajar dan berkembang bersama di sini," ujar beliau.

Selama 5 hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang edukatif dan kreatif, antara lain:
  1. Pengenalan visi, misi, dan tata tertib sekolah
  2. Perkenalan dengan guru, staf, dan organisasi siswa
  3. Pembinaan karakter, kedisiplinan, dan gotong royong
  4. Kegiatan kreativitas dan pengenalan potensi diri
  5. Sosialisasi program pembelajaran serta layanan bimbingan konseling
Kegiatan dirancang tanpa paksaan dan tidak mengandung unsur perpeloncoan, sepenuhnya berfokus pada kenyamanan serta kesiapan siswa menempuh pendidikan menengah atas. Perwakilan siswa baru menyambut antusias kegiatan ini dan merasa senang dapat mulai berkenalan dengan teman-teman serta suasana sekolah.

PENYAMBUTAN UPT. TELEKOMUNIKASI DAN INFORMASI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAN DINAS CABANG 2 KUTAI TIMUR DALAM RANGKA LIPUT SEKOLAH DAN WAWANCARA PROGRAM GRATIS POLL.

Kaubun, 15 Juli 2026 – Sekolah-sekolah di wilayah Dinas Cabang 2 Kabupaten Kutai Timur menyambut hangat kedatangan tim dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telekomunikasi dan Informasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur beserta jajaran Dinas Cabang 2 Kutai Timur. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka peliputan langsung ke satuan pendidikan dan wawancara terkait implementasi program GratisA Poll.
Kepala Dinas Cabang 2 Kutai Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian provinsi terhadap kemajuan pendidikan di wilayahnya. "Kehadiran tim ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk memastikan setiap sekolah mendapatkan akses informasi dan layanan yang setara," ujarnya.
Kegiatan peliputan dilakukan secara langsung di sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama, di mana tim mengamati proses pemanfaatan fasilitas teknologi informasi serta berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Sesi wawancara juga digelar untuk mendengar langsung pengalaman, harapan, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program GratisA Poll.


Perwakilan UPT Telekomunikasi dan Informasi Dinas Pendidikan Provinsi menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan data akurat dan masukan langsung dari lapangan. "Kami ingin memastikan program ini berjalan tepat sasaran, bermanfaat maksimal bagi warga sekolah, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di daerah," jelasnya.

Pihak sekolah sangat berharap hasil kunjungan ini dapat memperkuat dukungan teknologi pendidikan di wilayah Kutai Timur, sehingga kualitas pembelajaran semakin meningkat dan merata hingga ke pelosok desa.



GENERASI TANGGUH: MEWUJUDKAN SISWA SMAN 1 KAUBUN YANG BERKARAKTER, BERDAYA, DAN TAK LUNTUR OLEH KONDISI


Di tengah arus perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, tantangan yang dihadapi generasi muda kian beragam. Mulai dari tekanan akademik, dinamika pergaulan, hingga ketidakpastian dunia luar, semuanya menuntut kesiapan mental dan karakter yang kuat. Untuk itulah, SMAN 1 Kaubun bertekad mencetak siswa bukan hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, melainkan tumbuh menjadi Generasi Tangguh—generasi yang siap menghadapi segala rintangan dengan kepala tegak dan hati yang teguh.


Apa Itu Generasi Tangguh?

Generasi Tangguh bukan berarti generasi yang tidak pernah merasakan kesulitan, kecewa, atau takut. Melainkan mereka yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, berani berusaha lebih keras saat menemui jalan buntu, dan tetap berpegang pada nilai kebaikan meski dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Bagi siswa SMAN 1 Kaubun, menjadi tangguh berarti memiliki tiga fondasi utama:

  1. Ketangguhan Mental: Tidak mudah menyerah, mampu mengelola emosi, dan melihat kegagalan sebagai pelajaran, bukan akhir segalanya.

  2. Ketangguhan Karakter: Jujur, bertanggung jawab, saling menghargai, dan tidak melupakan sopan santun di tengah kemajuan teknologi.

  3. Ketangguhan Keterampilan: Selalu ingin belajar hal baru, berani berkreasi, dan mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang cerdas.


Membentuk Ketangguhan Sejak Dini di Sekolah

SMAN 1 Kaubun menjadikan lingkungan sekolah sebagai ladang latihan untuk membentuk ketangguhan tersebut. Hal ini dilakukan melalui berbagai cara:

  • Pembelajaran yang Mengasah Berpikir Kritis: Siswa dilatih untuk tidak hanya menerima informasi begitu saja, melainkan mencari tahu, bertanya, dan berani menyampaikan pendapat dengan argumen yang kuat.

  • Kegiatan Organisasi dan Kepemimpinan: Melalui OSIS, ekstrakurikuler, dan kegiatan kelompok, siswa belajar membagi tugas, bekerja sama, menerima perbedaan pendapat, serta memimpin dengan bijaksana.

  • Pembinaan Karakter dan Bimbingan: Guru dan staf sekolah selalu hadir mendampingi, mengajarkan untuk saling menghormati, serta membuka ruang diskusi agar siswa berani bercerita dan berbagi beban, bukan memendamnya sendiri.

  • Semangat Gotong Royong: Seperti kegiatan pembersihan lingkungan yang telah dilakukan, kebersamaan mengajarkan bahwa kita tidak perlu menghadapi masalah sendirian—kekuatan datang dari persaudaraan.


Tantangan dan Harapan ke Depan

Menjadi Generasi Tangguh tentu tidak terjadi dalam semalam. Akan ada hari di mana tugas terasa menumpuk, harapan tidak tercapai, atau pergaulan terasa berat. Namun, itulah momen di mana ketangguhan itu ditempa.


Kepada seluruh siswa SMAN 1 Kaubun:

"Jangan takut bermimpi besar, tapi jangan pula lupa berjuang dengan sungguh-sungguh. Jadilah siswa yang tidak hanya pintar di atas kertas, tapi tangguh dalam menghadapi kenyataan. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, bagi sekolah, dan terutama bagi daerah Kaubun serta bangsa Indonesia. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi yang tidak mudah dihancurkan oleh badai, melainkan semakin kokoh seperti pohon yang berakar kuat di tanah ini."


Mari kita bangun bersama semangat Generasi Tangguh di setiap langkah, setiap pelajaran, dan setiap kebaikan yang kita lakukan. SMAN 1 Kaubun: Cerdas, Berbudi, Tangguh, dan Berjaya!


SMAN 1 KAUBUN & ORANG TUA WALI SEPAKATI ATURAN DISIPLIN DAN KESELAMATAN SISWA

SMAN1Kaubun — Kamis, 3 September 2026 dilaksanakan sosialisasi aturan atau tataterbit siswa. Sebanyak 114 orang tua wali siswa hadir dala...