KAUBUN — Majelis Taklim Adz-Dzikra PGRI Kecamatan Kaubun resmi digelar dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, Selasa (21/10). Mengusung tema "Melalui Momentum Majelis Taklim Kita Tingkatkan Solidaritas dan Spiritualitas demi Mewujudkan Murid yang Bertakwa serta Berkualitas", kegiatan ini dilaksanakan di Aula SDN 004 Kaubun, dihadiri oleh unsur pimpinan wilayah dan seluruh tenaga pendidik se-Kecamatan Kaubun.
Acara dimulai jam 08:30 wita, hadir dalam acara ini Bapak Camat Kaubun, Kepala KUA Kecamatan Kaubun, Korwil Pendidikan, Ketua PGRI, Pengawas Sekolah, seluruh Kepala Sekolah TK, SD, dan SMP, serta tamu undangan dari unsur pimpinan Agama Hindu, Kristen, dan Khatolik. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan kebersamaan dan kerukunan yang terjalin di lingkungan pendidikan Kecamatan Kaubun.
Sambutan Ketua
Panitia
Ketua Panitia sekaligus Ketua Majelis Taklim, Bapak Ayatman, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, staf, dan tamu undangan. Beliau mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta merawat majelis ini bersama-sama agar senantiasa berjalan baik dan bermanfaat.
Sambutan Ketua PGRI Kaubun
Majelis secara resmi dibuka oleh Ketua PGRI Kecamatan Kaubun, Muhammad Abdurahman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa majelis taklim ini hadir untuk "Menyiram kebuntuan hati kita". Beliau juga membagi kabar yang membanggakan: PGRI Kaubun berhasil meraih peringkat ke-4 dalam lomba guru se-Kabupaten Kutai Timur.
"Guru-guru Kaubun merupakan petarung yang hebat, mereka gigih berlatih tanpa henti, sehingga keberhasilan ini bukanlah hal yang kebetulan" ujarnya.
Abdurahman juga menjelaskan bahwa di bawah naungan PGRI Kaubun, ada tiga sektor pengembangan kualitas dan kuantitas organisasi yang telah disusun sejak lama yakni sektor agama (Majelis Taklim Adz-Zikra) dikembangkan oleh Bapak Ayatman, sektor koperasi (keuangan) dipimpin oleh Bapak Tasrif, dan sektor olahraga digerakan oleh Bapak Pujo Subuh Handoko dalam wadah IGOR. Ketiga sektor tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas hidup tenaga pendidik dan kependidikan. Ketua PGRI juga berkomitmen memperjuangkan agar Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) agar lebih diperhitungkan pada ajang-ajang selanjutnya.
Sambutan Camat
Kaubun
Sementara itu, Bapak Camat Kaubun, Saprani, dalam arahannya menegaskan bahwa Kecamatan Kaubun termasuk kecamatan terbaik dalam bidang olahraga, sehingga prestasi ini patut dipertahankan dan ditingkatkan. Beliau juga mengingatkan para hadirin untuk tetap bersabar menghadapi cuaca panas, hujan, dan kabut asap yang belakangan melanda wilayah ini.
"Ini merupakan ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mari kita tingkatkan iman dan takwa, saling mengingatkan kepada kebaikan, salah satunya melalui majelis taklim ini," pesan Camat.
Diakhir sambutannya, pak Saprani berharap semoga kegiatan majelis ini berjalan lancar dan diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi wadah penguatan spiritualitas sekaligus kebersamaan para pendidik di Kecamatan Kaubun.
Hikmah Majelis Taklim
Kematian, Syukur, dan Sabar Kunci Keselamatan Hidup
Majelis Taklim Adz-Dzikra PGRI Kecamatan Kaubun kembali mengisi kehangatan rohani para pendidik dengan penyampaian hikmah yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Rohis dengan menekankan pada tiga hal penting dalam kehidupan seorang hamba: kematian, syukur, dan kesabaran.
“Iman dan Takwa Perlu Dijaga”. Dalam membuka ceramhnya, Ustaz Ahmad Rohis mengingatkan para hadirin, khususnya para pendidik, untuk senantiasa menjaga dan memperkuat iman serta takwa.
"Iman dan takwa itu bisa naik-turun, sehingga kehadiran kita di majelis ini adalah kesempatan untuk 'mengecas' kembali iman dan takwa kita," ujarnya.
“Kematian, Satu-satunya Kepastian”. Ustaz menyampaikan bahwa dunia ini sifatnya sementara. Semua akan berubah, tidak ada yang abadi. Satu-satunya hal yang pasti adalah kematian, yang saat tiba tidak dapat ditolak maupun ditunda. Oleh karena itu, perbanyaklah mengingat kematian, karena dengan mengingat mati, Allah akan memberikan cahaya dalam hidup kita.
"Saat ajal tiba, tidak ada yang bisa menolak. Dan setelah kita tiada, segala nikmat yang kita nikmati di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya," tegasnya.
“Dua Kunci Keselamatan: Syukur dan Sabar”. Menghadapi kehidupan ini, ada dua hal utama yang harus dilakukan setiap hamba agar selamat, yaitu bersyukur dan bersabar.
Khusus bagi para guru, oleh ustaz Rohis menjelaskann bahwa bentuk syukur dijabarkan dalam singkatan ASI: (A) Al-Qur'an: Membaca dan mengamalkannya. Jangan menyuruh murid membaca Al-Qur'an jika guru sendiri tidak pernah membacanya. (S) Sholat: Mendirikan sholat lima waktu dengan tertib. Bagi guru Jadilah teladan bagi murid dalam hal sholat. (I) Infak: Berbagi rezeki kepada yang membutuhkan, anak yatim, fakir, dan miskin atau yang berhak menerima sedekah.
"Syukur itu tak bertapi. Jangan terus-menerus melihat kekurangan. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Terimalah apa adanya, lalu perbaiki kekurangannya, Sementara itu, mengenai Sabar, Ustaz menyampaikan bahwa sabar juga tak bertepi — tidak ada batasnya dalam menghadapi ujian hidup”. Ungkap Rohis.
"Menghadapi murid harus sabar, diingatkan pimpinan harus sabar, berdiskusi dengan teman sejawat pun harus sabar," tambahnya.
Giat majelis taklim diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaubun, Zulhan Arif. Kegiatan berakhir jam 11:20 wita.
Semoga
majelis taklim ini senantiasa menjadi tempat penguatan rohani bagi para
pendidik di Kecamatan Kaubun, sehingga lahir pendidik yang tidak hanya cerdas
secara ilmu, tetapi juga kokoh dalam iman, sabar, dan senantiasa bersyukur.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)







%20-%20Salin.jpeg)
.jpeg)






%20-%20Salin.jpeg)
.jpeg)





%20-%20Salin.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

