Minggu, Oktober 4

KAPOL SUB SEKTOR KAUBUN AJAK PELAJAR SMA DISIPLIN BERKENDARA — MOU LARANG KNALPOT RACING DAN WAJIB HELM DITANDATANGANI

SMAN1-KAUBUN, 5 Oktober 2026 – Kapol Sub Sektor Kaubun, I Putu Sumardika, bertindak sebagai Pembina Upacara dalam kegiatan pembinaan tertib berlalu lintas yang digelar di lingkungan SMAN 1 Kaubun. Hadir dalam upacara ini ketua komite SMAN 1 Kaubun, H. Faturahman, kepala sekolah, daewan guru, staf, dan karyawan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan kepada seluruh warga sekolah untuk senantiasa sudah menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

Membuka amanatnya, I Putu Sumardika menegaskan kepada seluruh petugas upacara agar tampil penuh semangat dan tidak terlihat lemas, sebagai cerminan kedisiplinan yang harus dimiliki setiap warga sekolah. Adapun yang menjadi petugas upacara pada kesempatan ini adalah kelas XI3. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para siswa dan guru yang telah menunjukkan kepatuhan dan ketertiban dalam berlalu lintas selama ini.

“Jauh sebelum kegiatan pembinaan ini dilaksanakan, pihak Kepolisian Sub Sektor Kaubun dan kepala sekolah, Anong Dwi Santoso telah berulang kali memberikan himbauan dan peringatan kepada seluruh warga sekolah terkait kewajiban menggunakan helm serta larangan memakai knalpot balap,” ujar I Putu Sumardika.

Peringatan ini disampaikan bukan tanpa alasan. Beliau menyampaikan bahwa kelompok pelajar SMP dan SMA lah yang mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kaubun, dan sayangnya sudah beberapa orang pelajar meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

“Mari kita tertib berlalu lintas, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Paling tidak, lengkapi kendaraan kita dengan helm, spion, dan lampu retor yang berfungsi baik,” ajak I Putu Sumardika.

Lebih lanjut, I Putu Sumardika mengingatkan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, pelajar pada umumnya belum layak mengendarai sepeda motor karena belum memenuhi syarat usia namun karena keadaan dan budaya setempat aturan itu kita abaikan. Penggunaan knalpot balap pun dilarang keras karena mengganggu ketertiban umum, keamanan, serta kenyamanan bersama.

Kehadiran Kapol Sub Sektor Kaubun beserta seluruh anggotanya di sekolah ini bertujuan untuk memantau langsung kepatuhan ketertiban lalu lintas. Beliau juga mengingatkan para guru agar turut menjadi teladan dengan selalu memakai helm saat berkendara, karena guru adalah cermin bagi para murid.

Terkait pengawasan kepatuhan, hari ini akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan perlengkapan kendaraan, sedangkan pada minggu depan akan diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan. “Mulai besok, wajib memakai helm. Hari ini kita berkomitmen bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk kesungguhan, setiap siswa akan diminta membuat surat pernyataan kesanggupan memakai helm yang ditandatangani bersama orang tua. Tujuan dari seluruh upaya ini tidak lain adalah demi keselamatan kita semua.

“Tetaplah berhati-hati, karena jalan raya adalah milik kita bersama. Jadilah anak yang baik, yang membanggakan orang tua dan sekolah. Kejar cita-citamu agar menjadi orang sukses, dan tanamkanlah kedisiplinan sejak dini sebagai langkah awal meraih kesuksesan,” pesannya.

I Putu Sumardika juga mengajak seluruh siswa untuk menghormati para guru yang telah berjasa besar dalam kehidupan mereka, serta tidak menyakiti hati guru maupun orang tua. Beliau berharap dapat menularkan hal-hal yang positif kepada seluruh pelajar sesuai pengalaman yang dimilikinya.

Selain urusan keselamatan jalan raya, Kapol Sub Sektor Kaubun turut mengingatkan mengenai isu kebakaran hutan dan lahan yang asapnya melanda wilayah belakangan ini. Beliau meminta para siswa untuk tidak membakar lahan, serta mengingatkan orang tua dan warga sekitar agar tidak melakukan pembakaran lahan demi menjaga lingkungan dan kesehatan bersama.

Di penghujung kegiatan, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara SMAN 1 Kaubun dan Kepolisian Sub Sektor Kaubun. Kesepahaman ini berfokus pada kewajiban penggunaan helm standar serta pelarangan penggunaan knalpot balap bagi seluruh siswa SMAN 1 Kaubun. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Ketua Komite Sekolah, H. Faturahman, seluruh dewan guru, serta para siswa-siswi SMAN 1 Kaubun.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat.

Setelah kegiatan upacara resmi berakhir, segera dilaksanakan pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor yang dipimpin langsung oleh Kapol Sub Sektor Kaubun, I Putu Sumardika, didampingi oleh para anggota kepolisian. Pemeriksaan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 488 orang.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, hasil pemeriksaan menunjukkan hanya 87 orang siswa yang dinyatakan lengkap kelengkapan kendaraannya dan telah memenuhi ketentuan tertib berlalu lintas. Hasil ini menjadi catatan penting bagi seluruh warga sekolah untuk segera melengkapi persyaratan berkendara sesuai aturan yang berlaku demi keselamatan bersama.











































Senin, September 14

Kaubun Gelar Sholat Istisqa, Khatib Ajak Introspeksi Diri dan Jaga Kelestarian Alam


KAUBUN, 15 September 2026 — Sholat sunnah Istisqa dilaksanakan secara berjamaah di Lapangan Mini Soccer Desa Bumi Rapak. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan jamaah, tokoh masyarakat, unsur pemerintah desa dan kecamatan, UPT Pertanian dan Kesehatan, Kapolsubsektor dan Babinsa, serta unsur pendidikan meliputi kepala sekolah, guru dan pelajar SMP/SMA.

Sholat dimulai pukul 07.00 WITA dan diakhiri dengan doa bersama. Sholat sunnah Istisqa ini dipimpin oleh H. Faturahman, sedangkan H. Sulchan Arif (Kepala KUA Kecamatan Kaubun) bertindak sebagai khatib. Sebelum pelaksanaan sholat, H. Faturahman menyampaikan tata cara pelaksanaan sholat sunnah Istisqa.

Sholat Istisqa adalah sholat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilaksanakan guna memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan pada saat terjadi kekeringan atau musim kemarau yang berkepanjangan. Sholat ini dikerjakan 2 rakaat, menyerupai tata cara sholat Idul Fitri tanpa azan dan iqamah. Kecamatan Kaubun sendiri merupakan salah satu wilayah yang terdampak kekeringan cukup lama; sumur warga mulai mengering, cuaca terasa sangat panas, dan tanah tampak kering kerontang.

Dalam khutbahnya, H. Sulchan Arif menegaskan: “Kita berkumpul di sini bukan sekadar meminta hujan turun, melainkan untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Di saat langit tampak kering dan tanah merindukan air, inilah saat yang tepat untuk melakukan muhasabah — introspeksi diri. Janganlah kita menyalahkan alam semata, melainkan periksa kembali apa yang telah kita perbuat.” Tegas KUA.

Beliau melanjutkan: “Kita sedang bermunajat, mengetuk pintu langit dengan harapan Allah segera menurunkan hujan yang memberi kehidupan. Namun ketahuilah, kekeringan ini hendaknya dijadikan sarana introspeksi diri, bukan sekadar mengevaluasi berkurangnya air. Keringnya sumber air bisa jadi adalah teguran agar kita kembali kepada-Nya dan memperbaiki sikap.” Lanjut beliau.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan.” (QS. Al-An'am: 99)

“Dan Kami turunkan dari langit air yang memberkati, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan tanaman-tanaman yang dapat dipanen.” (QS. Qaf: 9)

Air adalah anugerah sekaligus tanda kekuasaan Allah. Jika kita bertakwa dan memohon ampun dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah akan membukakan pintu keberkahan dari langit. Kekeringan yang kita alami ini dijadikan-Nya sebagai momen muhasabah — saat merenungi kelalaian kita dalam menjaga amanah-Nya.

Berikut adalah pesan-pesan penting yang beliau sampaikan:

  1. Gunakan air secukupnya, sesuai kebutuhan. Jangan boros dan jangan berlebihan, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang boros.
  2. Pahamilah makna kekeringan: bukan hanya soal sulitnya memperoleh air, melainkan juga ujian kepedulian antar sesama. Mari kita saling berbagi air kepada mereka yang terdampak lebih berat.
  3. Pemerintah, perusahaan, sekolah, dan seluruh masyarakat harus peduli terhadap air. Air adalah hak bersama sekaligus tanggung jawab kita semua.
  4. Perlakukan alam dengan baik dan gunakan air dengan bijak. Jangan merusak sumber kehidupan yang Allah titipkan kepada kita.
  5. Jadikan masa sulit ini sebagai momentum berbagi. Bagikan air, tenaga, dan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.

Di akhir khutbahnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaubun tersebut mengajak seluruh jamaah untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.

“Marilah kita bertobat, memohon ampun, kembali kepada-Nya, memperbaiki tingkah laku, dan menjaga kelestarian alam. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, melunakkan hati kita, dan segera menurunkan hujan yang lebat, bermanfaat, dan membawa rahmat. Semoga kita semua diselamatkan, diberi keberkahan air, serta dijaga dari kerusakan alam.” Ajak Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaubun. 
























 

KAPOL SUB SEKTOR KAUBUN AJAK PELAJAR SMA DISIPLIN BERKENDARA — MOU LARANG KNALPOT RACING DAN WAJIB HELM DITANDATANGANI

SMAN1-KAUBUN, 5 Oktober 2026 – Kapol Sub Sektor Kaubun, I Putu Sumardika, bertindak sebagai Pembina Upacara dalam kegiatan pembinaan tertib ...