Selasa, Oktober 20

MENGECAS IMAN; SYUKUR DAN SABAR DALAM MENJALANKAN TUGAS MULIA SEBAGAI PENDIDIK


KAUBUN — Majelis Taklim Adz-Dzikra PGRI Kecamatan Kaubun resmi digelar dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, Selasa (21/10). Mengusung tema "Melalui Momentum Majelis Taklim Kita Tingkatkan Solidaritas dan Spiritualitas demi Mewujudkan Murid yang Bertakwa serta Berkualitas", kegiatan ini dilaksanakan di Aula SDN 004 Kaubun, dihadiri oleh unsur pimpinan wilayah dan seluruh tenaga pendidik se-Kecamatan Kaubun.

Acara dimulai jam 08:30 wita, hadir dalam acara ini Bapak Camat Kaubun, Kepala KUA Kecamatan Kaubun, Korwil Pendidikan, Ketua PGRI, Pengawas Sekolah, seluruh Kepala Sekolah TK, SD, dan SMP, serta tamu undangan dari unsur pimpinan Agama Hindu, Kristen, dan Khatolik. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan kebersamaan dan kerukunan yang terjalin di lingkungan pendidikan Kecamatan Kaubun.

Sambutan Ketua Panitia

Ketua Panitia sekaligus Ketua Majelis Taklim, Bapak Ayatman, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, staf, dan tamu undangan. Beliau mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta merawat majelis ini bersama-sama agar senantiasa berjalan baik dan bermanfaat.

Sambutan Ketua PGRI Kaubun

Majelis secara resmi dibuka oleh Ketua PGRI Kecamatan Kaubun, Muhammad Abdurahman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa majelis taklim ini hadir untuk "Menyiram kebuntuan hati kita". Beliau juga membagi kabar yang membanggakan: PGRI Kaubun berhasil meraih peringkat ke-4 dalam lomba guru se-Kabupaten Kutai Timur.

"Guru-guru Kaubun merupakan petarung yang hebat, mereka gigih berlatih tanpa henti, sehingga keberhasilan ini bukanlah hal yang kebetulan" ujarnya.


Abdurahman juga menjelaskan bahwa di bawah naungan PGRI Kaubun, ada tiga sektor pengembangan kualitas dan kuantitas organisasi yang telah disusun sejak lama yakni sektor agama (Majelis Taklim Adz-Zikra) dikembangkan oleh Bapak Ayatman, sektor koperasi (keuangan) dipimpin oleh Bapak Tasrif, dan sektor olahraga digerakan oleh Bapak Pujo Subuh Handoko dalam wadah IGOR. Ketiga sektor tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas hidup tenaga pendidik dan kependidikan. Ketua PGRI juga berkomitmen memperjuangkan agar Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) agar lebih diperhitungkan pada ajang-ajang selanjutnya.

Sambutan Camat Kaubun

Sementara itu, Bapak Camat Kaubun, Saprani, dalam arahannya menegaskan bahwa Kecamatan Kaubun termasuk kecamatan terbaik dalam bidang olahraga, sehingga prestasi ini patut dipertahankan dan ditingkatkan. Beliau juga mengingatkan para hadirin untuk tetap bersabar menghadapi cuaca panas, hujan, dan kabut asap yang belakangan melanda wilayah ini.

"Ini merupakan ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mari kita tingkatkan iman dan takwa, saling mengingatkan kepada kebaikan, salah satunya melalui majelis taklim ini," pesan Camat.

Diakhir sambutannya, pak Saprani berharap semoga kegiatan majelis ini berjalan lancar dan diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi wadah penguatan spiritualitas sekaligus kebersamaan para pendidik di Kecamatan Kaubun.


Hikmah Majelis Taklim

Kematian, Syukur, dan Sabar Kunci Keselamatan Hidup

Majelis Taklim Adz-Dzikra PGRI Kecamatan Kaubun kembali mengisi kehangatan rohani para pendidik dengan penyampaian hikmah yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Rohis dengan  menekankan pada tiga hal penting dalam kehidupan seorang hamba: kematian, syukur, dan kesabaran.

“Iman dan Takwa Perlu Dijaga”. Dalam membuka ceramhnya, Ustaz Ahmad Rohis mengingatkan para hadirin, khususnya para pendidik, untuk senantiasa menjaga dan memperkuat iman serta takwa.

"Iman dan takwa itu bisa naik-turun, sehingga kehadiran kita di majelis ini adalah kesempatan untuk 'mengecas' kembali iman dan takwa kita," ujarnya.

“Kematian, Satu-satunya Kepastian”. Ustaz menyampaikan bahwa dunia ini sifatnya sementara. Semua akan berubah, tidak ada yang abadi. Satu-satunya hal yang pasti adalah kematian, yang saat tiba tidak dapat ditolak maupun ditunda. Oleh karena itu, perbanyaklah mengingat kematian, karena dengan mengingat mati, Allah akan memberikan cahaya dalam hidup kita.

"Saat ajal tiba, tidak ada yang bisa menolak. Dan setelah kita tiada, segala nikmat yang kita nikmati di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya," tegasnya.

“Dua Kunci Keselamatan: Syukur dan Sabar”. Menghadapi kehidupan ini, ada dua hal utama yang harus dilakukan setiap hamba agar selamat, yaitu bersyukur dan bersabar.


Tentang Syukur, Ustaz menjelaskan bahwa tanda orang yang bersyukur adalah menggunakan segala nikmat yang dimilikinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mengutip firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 7: "Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu."

Khusus bagi para guru, oleh ustaz Rohis menjelaskann bahwa bentuk syukur dijabarkan dalam singkatan ASI: (A) Al-Qur'an: Membaca dan mengamalkannya. Jangan menyuruh murid membaca Al-Qur'an jika guru sendiri tidak pernah membacanya. (S) Sholat: Mendirikan sholat lima waktu dengan tertib. Bagi guru Jadilah teladan bagi murid dalam hal sholat. (I) Infak: Berbagi rezeki kepada yang membutuhkan, anak yatim, fakir, dan miskin atau yang berhak menerima sedekah.

"Syukur itu tak bertapi. Jangan terus-menerus melihat kekurangan. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Terimalah apa adanya, lalu perbaiki kekurangannya, Sementara itu, mengenai Sabar, Ustaz menyampaikan bahwa sabar juga tak bertepi — tidak ada batasnya dalam menghadapi ujian hidup”. Ungkap Rohis.

"Menghadapi murid harus sabar, diingatkan pimpinan harus sabar, berdiskusi dengan teman sejawat pun harus sabar," tambahnya.

Giat majelis taklim diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kaubun, Zulhan Arif. Kegiatan berakhir jam 11:20 wita.

Semoga majelis taklim ini senantiasa menjadi tempat penguatan rohani bagi para pendidik di Kecamatan Kaubun, sehingga lahir pendidik yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kokoh dalam iman, sabar, dan senantiasa bersyukur.




















 

 

Minggu, Oktober 4

KAPOL SUB SEKTOR KAUBUN AJAK PELAJAR SMA DISIPLIN BERKENDARA — MOU LARANG KNALPOT RACING DAN WAJIB HELM DITANDATANGANI

SMAN1-KAUBUN, 5 Oktober 2026 – Kapol Sub Sektor Kaubun, I Putu Sumardika, bertindak sebagai Pembina Upacara dalam kegiatan pembinaan tertib berlalu lintas yang digelar di lingkungan SMAN 1 Kaubun. Hadir dalam upacara ini ketua komite SMAN 1 Kaubun, H. Faturahman, kepala sekolah, daewan guru, staf, dan karyawan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan kepada seluruh warga sekolah untuk senantiasa sudah menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

Membuka amanatnya, I Putu Sumardika menegaskan kepada seluruh petugas upacara agar tampil penuh semangat dan tidak terlihat lemas, sebagai cerminan kedisiplinan yang harus dimiliki setiap warga sekolah. Adapun yang menjadi petugas upacara pada kesempatan ini adalah kelas XI3. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para siswa dan guru yang telah menunjukkan kepatuhan dan ketertiban dalam berlalu lintas selama ini.

“Jauh sebelum kegiatan pembinaan ini dilaksanakan, pihak Kepolisian Sub Sektor Kaubun dan kepala sekolah, Anong Dwi Santoso telah berulang kali memberikan himbauan dan peringatan kepada seluruh warga sekolah terkait kewajiban menggunakan helm serta larangan memakai knalpot balap,” ujar I Putu Sumardika.

Peringatan ini disampaikan bukan tanpa alasan. Beliau menyampaikan bahwa kelompok pelajar SMP dan SMA lah yang mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kaubun, dan sayangnya sudah beberapa orang pelajar meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

“Mari kita tertib berlalu lintas, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Paling tidak, lengkapi kendaraan kita dengan helm, spion, dan lampu retor yang berfungsi baik,” ajak I Putu Sumardika.

Lebih lanjut, I Putu Sumardika mengingatkan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, pelajar pada umumnya belum layak mengendarai sepeda motor karena belum memenuhi syarat usia namun karena keadaan dan budaya setempat aturan itu kita abaikan. Penggunaan knalpot balap pun dilarang keras karena mengganggu ketertiban umum, keamanan, serta kenyamanan bersama.

Kehadiran Kapol Sub Sektor Kaubun beserta seluruh anggotanya di sekolah ini bertujuan untuk memantau langsung kepatuhan ketertiban lalu lintas. Beliau juga mengingatkan para guru agar turut menjadi teladan dengan selalu memakai helm saat berkendara, karena guru adalah cermin bagi para murid.

Terkait pengawasan kepatuhan, hari ini akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan perlengkapan kendaraan, sedangkan pada minggu depan akan diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan. “Mulai besok, wajib memakai helm. Hari ini kita berkomitmen bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk kesungguhan, setiap siswa akan diminta membuat surat pernyataan kesanggupan memakai helm yang ditandatangani bersama orang tua. Tujuan dari seluruh upaya ini tidak lain adalah demi keselamatan kita semua.

“Tetaplah berhati-hati, karena jalan raya adalah milik kita bersama. Jadilah anak yang baik, yang membanggakan orang tua dan sekolah. Kejar cita-citamu agar menjadi orang sukses, dan tanamkanlah kedisiplinan sejak dini sebagai langkah awal meraih kesuksesan,” pesannya.

I Putu Sumardika juga mengajak seluruh siswa untuk menghormati para guru yang telah berjasa besar dalam kehidupan mereka, serta tidak menyakiti hati guru maupun orang tua. Beliau berharap dapat menularkan hal-hal yang positif kepada seluruh pelajar sesuai pengalaman yang dimilikinya.

Selain urusan keselamatan jalan raya, Kapol Sub Sektor Kaubun turut mengingatkan mengenai isu kebakaran hutan dan lahan yang asapnya melanda wilayah belakangan ini. Beliau meminta para siswa untuk tidak membakar lahan, serta mengingatkan orang tua dan warga sekitar agar tidak melakukan pembakaran lahan demi menjaga lingkungan dan kesehatan bersama.

Di penghujung kegiatan, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara SMAN 1 Kaubun dan Kepolisian Sub Sektor Kaubun. Kesepahaman ini berfokus pada kewajiban penggunaan helm standar serta pelarangan penggunaan knalpot balap bagi seluruh siswa SMAN 1 Kaubun. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Ketua Komite Sekolah, H. Faturahman, seluruh dewan guru, serta para siswa-siswi SMAN 1 Kaubun.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat.

Setelah kegiatan upacara resmi berakhir, segera dilaksanakan pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor yang dipimpin langsung oleh Kapol Sub Sektor Kaubun, I Putu Sumardika, didampingi oleh para anggota kepolisian. Pemeriksaan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 488 orang.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, hasil pemeriksaan menunjukkan hanya 87 orang siswa yang dinyatakan lengkap kelengkapan kendaraannya dan telah memenuhi ketentuan tertib berlalu lintas. Hasil ini menjadi catatan penting bagi seluruh warga sekolah untuk segera melengkapi persyaratan berkendara sesuai aturan yang berlaku demi keselamatan bersama.











































MENGECAS IMAN; SYUKUR DAN SABAR DALAM MENJALANKAN TUGAS MULIA SEBAGAI PENDIDIK

KAUBUN — Majelis Taklim Adz-Dzikra PGRI Kecamatan Kaubun resmi digelar dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, Selasa (2 1 / 10 ). Meng...