KAUBUN-BumiRapak: Muhammadiyah Cabang Kaubun menggelar
Musyawarah Cabang (Muscab) Muhammadiyah ke-1 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa
Bumi Rapak, pada hari Ahad (25/1/2025) jam 9.00 wita. Agenda utama dalam Muscab
ini adalah pemilihan pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kaubun periode 2026 - 2030. Muscab ini
dirangkai dengan Bakti Sosial (Baksos) oleh Lazismu (Lembaga Amil
Zakat, Infak, dan Sadaqah Muhammadiyah) Kabupaten
Kutai Timur. Pada kesempatan ini Lazismu menyalurkan 60 paket sembako untuk 60
mustahik dari Desa Bumi Rapak dan Desa Bumi Jaya.
Adapun Tema
yang diusung adalah "Menghidupkan Gerakan dan Memperkokoh Ukhuwa
Islamiah". Muscab ini dihadiri oleh PDM, Pimpinan Aisiah, dan Ketua
Lazismu Kabupaten Kutai Timur. Muscab dibuka dengan menyanyikan lagu Kebangsaan
Indonesia Raya, Mars Kabupaten Kutai Timur, dan Mars Muhammadiyah. Kemudian
dilanjutkan dengan laporan ketua panitia pelaksana (Ahmad Sofikun) lalu
sambutan ketua lazismu (H. Subhan) Setelah itu, sambutan sekaligus tausiah singkat
yang disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kutai Timur (K.H
Suyuti). Muscab dibuka secara resmi oleh PDM.
Dalam
sambutannya, Ahmad Sofikun menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf
kepada semua peserta dan tamu undangan yang hadir.
"Mewakili warga muhammadiyah
kecamatan kaubun dan sekaligus segenap panitia pelaksana menyampaikan ucapan
terimakasih dan permohonan maaf kepada Pimpinan Muhammadiyah beserta anggota, pimpinan
Aisiah, ketua Lazismu beserta Rombongan. Ucapan terimakasih pula kepada pemerintah
desa Bumi Rapak, Kecamatan, KAU, dan Ketua MUI kecamatan Kaubun, segenap panitia dan
undangan serta peserta Muscab, karena atas keterlibatan kita semua Muscab ini
terlaksana” Ucap ketua panitia.
Ketua panitia
juga menyampaikan bahwa Muscab ini terlaksana atas dukungan dan suport dana
dari Pimpinan Daerah Muhammadiayah (PDM) sebesar lima juta rupiah. Uang
tersebut digunakan untuk sewa gedung, pembelian nasi kotak dan air mineral. Adapun jumlah undangan dalam Muscab ini
sebanyak 98 orang dengan rincian 15
orang peserta Muscab, 10 orang simpatisan, 13 orang jajaran PDM dan Aisiah serta 60 orang mustahiq atau penerima Baksos.

Sekadar
informasi bahwa Baksos ini dipusatkan di Desa Bumi Rapak (SP2) dengan jumlah
penerima terbanyak yakni 50 orang dan ditambah 10 orang dari desa Bumi Jaya
(SP3). Hal ini dilakukan karena desa Bumi Rapak adalah “Tuan Rumah” dan di desa
Bumi Rapak pulalah gerakan Muhammadiyah dulu digagas, tumbuh, dan bergerak. Sekira
24 tahun silam yakni tahun 2001. Namun seiring dengan berjalannya waktu gerakan
itu mulai memudar lalu berangsur menghilang dipermukaan. Atas dasar rekam jejak
sejarah inilah Ahmad Sofikun menyampaikan harapannya agar momentum Muscab ini
menjadi kesempatan yang baik untuk menghidupkan kembali muhammadiya yang sudah
lama vakum, tentunya dengan membangun komunikasi dan koordinasi yang intens, giat
menghidupkan ukhuwa islamiah maka harapan itu terwujud. Disamping harapan itu,
ketua panitia juga berharap agar Bakti Sosial (Baksos) dari Lazismu bisa
dikembangkan terus-menerus disalurkan disetiap desa yang ada dikecamatan Kaubun.

Sebelum meyalurkan
baksos Ketua Lazismu (H. Subhan) mengatakan bahwa sudah 2 kali beliau datang
di Kaubun dalam rangka penyalurkan
bantuan. Yang Pertama di desa Mata Air dan yang kedua di desa Bumi Rapak ini. Lazismu juga sudah 9 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur melakukan bakti sosial. Sekadar informasi
bahwa Lazismu adalah anak dari muhammadayiah yang meyalurkan bantuan sembako
dan bantuan lain. Tidak hanya itu batuan berupa khitan massal, beasiswa Sang Surya, bantuan modal usaha, bantuan kesehatan, dll. juga menjadil amal usaha Lazismu.
Diawal sambutannya
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kutai Timur, K.H Sayuti membeberkan
secara singkat sejarah Muhammadiayah. Beliau mengatakan organisasi Muhammadiyah
adalah organisasi tertua di Indonesia, jauh sebelum Nahdaul Ulama (NU) berdiri.
Muhammadiyah berdiri untuk memberikan semangat kepada rakyat agar berpikiran maju dan
bebas dari kebodohan dan kemiskinan. K.H Ahmad Dahlan sebagai pendiri
Muhammadiyah menyakini bahwa Kebangkitan sebuah bangsa harus dibarengi dengan
pendidikan sehingga gerakan yang pertama kali dilakukan oleh muhammadiayah adalah
mendirikan sekolah-sekolah.
Berdasarkan fakta yang dihimpun hingga sampai saat ini tecatat Sekolah
& Madrasah (SD-SMA/SMK): Terdiri dari sekitar 2.453 SD/MI, 1.599
SMP/MTs, dan 1.294 SMA/MA/SMK. Perguruan Tinggi: Terdapat
sekitar 162-172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah–'Aisyiyah (PTMA) yang terdiri
dari universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi Pesantren: Muhammadiyah
memiliki 444 pesantren yang dimiliki secara resmi. Jumlah
Tenaga Pendidik: Lebih dari 75.000 guru mengajar di sekolah-sekolah
Muhammadiyah yang tersebar
diseluruh Indonesia.
Sambung PDM, Gerakan
muhammadiyah tidak hanya satu bidang melainkan berbagai bidang kehidupan
misalnya bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dll. Gerakan muhammadiayah
adalah gerakan dakwah melalui bidang-bidang tersebut. Mengajak manusiah menjadi umat yang soleh. Siapa
yang beriman dan beramal saleh maka Allah berikan kehidupan yang baik.
"Jika bapak dan ibu ingin
menjadi orang yang soleh ayo bergabung dengan muhammadiayah" Tegas K.H Sayuti.
Menjadi orang
yang soleh memang sangat berat. Tantangan menjadi orang yang soleh adalah
Merasa cukup, bangga menjadi orang yang bodoh, Pelit dengan kelebihan tidak mau
berbagi atau sedekah, riaya atau tidak
iklas, dan selalu berbuat maksiat. Oleh karena itu, agar terhindar dari keempat
hal ini maka muhammadiyah mendorong umatnya untuk terus belajar, menjadi
generasi pembelajar. Diakahir tausiahnya PDM menekankan pentingnya kepemimpinan
dalam muhammadiyah yaitu kepemimpinan yang kolektif kolegial, merwat kebersamaan, berinovasi, dan
konsisten.
Idealnya, musyawarah
Cabang (Musycab) Muhammadiyah adalah forum tertinggi tingkat kecamatan (PCM)
yang diselenggarakan setiap empat atau lima tahun sekali untuk mengevaluasi
program kerja, merumuskan arah kebijakan organisasi, dan meregenerasi
kepemimpinan. Agenda utama Musycab meliputi laporan pertanggungjawaban, sidang
komisi, pemilihan pimpinan baru, dan konsolidasi gerakan dakwah. Muscab
biasanya diawali dengan permusyawaratan tingkat pimpinan (Mupimcab) untuk
menetapkan calon pimpinan. Dalam pelaksanaannya Muscab Fokus utamanya adalah
menjaga pergerakan organisasi agar tetap dinamis dan tidak statis.
.jpeg)
Namun, Muscab
ke-1 Muhammadiyah Kecamatan Kaubun tidak semuluk dan tidak seideal biasanya
seperti uraian di atas. Dilakukan semata-mata untuk menghidupkan kembali
Muhamadiyah yang puluhan tahun kehilangan identitas, marwah, dan pergerakan
sehingga pelaksanaanya kondisional dan formatur berdasarkan musyawarah mufakat. Tidak ada tarik ulur kepentingan semua peserta Muscab sadar betul bahwa gerakan Muhamadiyah harus hidup dan bangkit lagi di bumi Kaubun.
Adapun pengurus terpilih adalah Tasrif sebagai ketua, Ahmad Sofikun Sebagai
sekertaris, dan Ahmad Kusairi sebagai bendahara, dengan masa bakhti 2026 -
20230.