Minggu, Juni 21

ESAI GURU PENGGERAK

 

Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?

Adapun Yang memotivasi saya menjadi Guru Penggerak adalah sebagai berikut :

Pertama, Meningkatkan kemampuan diri untuk dapat mengajar dengan lebih baik lagi khususnya mengajar di sekolah tempat saya bertugas sehingga kualitas pendidikan di sekolah tersebut meningkat. Karena dengan mengikuti program guru penggerak tersebut saya diajarkan menjadi guru yang memiliki kompetensi profesional, sosial, kepribadian, dan pedagogik yang mumpuni. Kedua, Mempertajam kemampuan dalam menekuni kepemimpinan pada pembelajaran, karena saya sebagai guru maka wajib memiliki jiwa kepemimpinan untuk itu harus diasah terus sehingga benar-benar matang dan berimbas pada proses pembelajaran yang menyenangkan. Guru adalah pemimpin pembelajaran mendidik,mengajar, mengarahkan, dan memotivasi peserta didik. Oleh karena itu, jiwa kepemimpinan harus benar-benar ada dan membudaya dalam diri saya. Ketiga, Melibatkan diri dalam meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan yang lebih baik karena dengan mengikuti guru penggerak saya bisa belajar bagaimana menjadi guru yang berkualitas. Karena berkualitas dan tidaknya pendidikan yang diampuh terletak pada sang guru. Oleh karena itu guru harus bena-benar memiliki kemampuan yanng matang dan memadai. Keempat, Meningkatkan potensi diri saya sehingga menjadi guru yang bermanfaat bagi keluarga, agama, bangsa dan negara. Guru adalah panutan atau contoh dan tauladan bagi siswa dan lingkungan sekitar, maka dari itu potensi-potensi kebaikan harus ditularkan kepada masnyarakat sekitar. Kelima, Agar memperoleh cara yang bagus yang berkaitan dengan merdeka belajar dalam pembelajaran. Harus saya akui bahwa cara mengajar saya masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu diharapkan dengan mengikuti guru penggerak ini saya dapat belajar dan mengajar dengan yang baik khususnya program merdeka belajar dalam pembelajaran. Apalagi sekarang sedang gencar penerapan kurikulum mereka. Tentu saya dituntut untuk bisa dan mampu menerapkannya. Keenam, Agar mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam diri saya maupun yang ada di lapangan. Dengan hadirnya program merdeka belajar melalui guru penggerak dapat menjawab kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri saya maupun kelemahan-kelemahan yang ada dilingkungan sekolah. Tanpa kita ketahui kelemahan tersebut tujuan pendidikan tiidak tercapai dengan baik, karena kita tidak bisa memperbaikinya mengingat masalahnya tidak ketahui. Ketujuh, Memperoleh pengalaman baru khususnya pengalaman yang berkaitan guru penggerak. Pengalaman belajar menjadi poin penting yang harus saya gali sebab pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Dengan mengikuti guru penggerak saya dapat berinteraksi dengan sesama guru penggerak dan ini menjadi pengalaman baru bagi saya. Kedelapan, Saya ingin menggerakan sumberdaya yang ada di sekolah saya khususnya dan sumberdaya yang ada di negeri ini umummnya, sebab yang saya lihat bidang pendidikan memiliki sumberdaya yang luar biasa tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Misalnya di SMAN 1 Kaubun sekolah tempat saya mengajar, guru-guru belum maksimal menggunakan media pembelajaran (proyektor) padahal sudah tersedia dengan baik. Disamping itu, guru-guru belum sepenuhnya menggunakan prangkat pembelajaran sebagaia acuan proses pembelajaran, perangkat pembelajaran yang dibuat hanya dijadikan sebagai alat pemenuhan tugas guru. Untuk itu, masalah-masalah tersebut harus saya perbaiki melalui program guru penggerak. Kesembilan, ingin memajukan dunia pendidikan sehingga kualitas pendidikan di negeri ini meningkat. Tentu untuk mewujudkan tujuan itu saya sebagai pendidik harus terus belajar tanpa henti sehingga menjadi guru profesional, salah satu caranya adalah mengikuti program guru penggerak ini. Dengan mengikuti seleksi guru penggerak ini saya harus belajar dengan giat, membaca buku dan berdiskusi dengan teman sejawat.

Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!

Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai Guru Genggerak adalah saya mampu mewujudkan perubahan dalam diri maaupun diluar diri. Misalnya diluar diri adalah perubahan dalam mendidik dan mengajar peserta didik, menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, dan menerapkan merdeka belajar dalam pembelajaran, atau yang kita sebut sebagai belajar yang berpusat pada siswa bukan pada guru. Disamping itu, saya memiliki kemaun kuat untuk berubah kearah yang lebih baik, semangat saya tinggi, dan saya memiliki  potensi ke arah itu.

Adapun alasan-alasan saya mengkuti seleksi calon guru penggerak adalah sebagai berikut :

Pertama, alasan saya untuk menjadi Guru Penggerak adalah karena saya sangat mampu melaksanakan pendekatan, metode, teknik,dan taktik pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Disamping itu, saya memiliki kemauan atau motivasi yang kuat untuk mempelajari dan memahami konsep tersebut sebelum saya terapkan di kelas. Kedua, alasan saya adalah dengan menjadi Guru Penggerak saya akan belajar lebih dalam tentang filosofi pendidikan yang dicetuskan oleh bapak pendidikan kita yaitu Ki  Kihajar Dewantara. Filosofi tersebut berkaitan dengan teori belajar mengajar, yang sekarang viral dijadikan sebagai acuan untuk merubah paradigma baru pendidikan melalui Kurikulum Merdeka atau merdeka belajar. 

Konsep belajar yang dicetuskan oleh bapak pendidikan indonesia yakni Ki Hajar Dewantara mengandung 3 konsep atau semboyan yakni; (1) Ing ngarsa sing tuladha, yang artinya sebagai seorang guru apabila di depan memberikan contoh yang baik. (2) Ing madya mangun karsa, yang artinya apabila berada di tengah guru bisa membangun motivasi dan kekuatan. (3) Tut wuri handayani, yang artinya sebagai seorang guru apabila berada di belakang memberikan dorongan yang baik kepada siswa.

Contoh penerapnnya adalah saya sebagai seorang Guru Penggerak sudah tentuk menerapkan konsep tersebut dalam proses belajar mengajar yakni guru sebagai contoh dan tauladan, guru memberikan motivasi dan dorongan, memberikan kekuatan dan semangat, dan guru mendorong untuk selalu berbuat kebaikan antara sesama maupun kepada lingkungan sekitar.

Sebagai contoh, jika saya menerapkan semboyan yang pertama guru harus menjadi contoh maka segala tutur kata, tingkah laku, berpakaian, berpenampilan, dan bersikap antara sesama harus saya jaga dan saya tata dengan baik karena menjadi contoh yang baik bagi peserta didik. Guru adalah pedoman dan tauladan bagi murid-muridnya. Oleh karena itu harus saya pikirkan baik-baik sebelum berbuat dan bertindak.

Kemudian dalam semboyan yang kedua guru memberikan motivasi dan dorongan, mengingat peserta didik adalah generasi yang masih minim pengetahuan, kurang semangat dalam belajar maka saya sebagai guru haru memberikan motovasi dan dorongan yang kuat agar terbangun semangat yang mengebu-gebu dalam menuntuk ilmu. Misalnya jika peserta didik berbuat baik atau mendapatkan nilai yang bagus maka diberikan hadiah agar mereka termotivasi untuk belajar terus menerus. Begitu pula dengan yang semangatnya kurang, nilainya kurang bagus, saya sebagai guru juga harus memberikannya motivasi. Disini dalam pandangan guru semua sama peserta didik sama tidak ada yang dianak emaskan dan dianak tirikan. Mereka sama-sama insan yang membutuhkan perhatian dan motivasi dari seorang guru.

Selanjutnya contoh dalam semboyan yang ketiga, guru memberikan dorongan. Saya sebagai guru jika berada dibelakang peserta didik memberikan dorongan dan semangat sehingga mereka tidak takut dan minder dalam melaksanakan tugasnya sebagai peserta didik. Dorongan semacam ini sangat penting diberikan karena dengan dorongan yang kuat dari guru dapat membuat mental atau kecerdasan emosional peserta didik stabil, sehingga mereka merasa di pedulikan dan perhatikan.

Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya

Pertama, Pada tahun 2015 silam saya menjadi pembina ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR). Program ekskul ini dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik mengikuti lomba tingkat Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Lomba KIR ini diikuti oleh seluruh sekolah SMA SMAK se-Kabupaten Kutai Timur. Tempat Lomba kala itu di SMAN 1 Sangata Utara.

Satu bulan sebelum perlombaan saya sudah menyeleksi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat menulis. Dari seleksi tersebut saya memilih tiga orang peserta didik yaitu dua orang laki-laki dan satu orang perempuan yakni Herianto, Bayu, dan Rizki Amelia. Setiap hari Jumat dan Sabtu saya melakukan pembinaan dan pengarahan dimulai dengan teori dan dilanjutkan dengan praktek penelitian.

Setelah siap dengan KIR masing-masing peserta didik yang saya bina diutus untuk mengikuti lomba KIR di sangata dengan didampingi oleh saya sendiri. Setelah berjuang dengan keringat dingan alhamdulillah sekolah kami keluar menjadi juara 2 dan harapan 1 lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat kabupaten. Prestasi tersebut sangat membanggakan bagi sekolah kami SMAN 1 Kaubun saat itu karena mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota yang lengkap sarana dan prasarananya.

Setelah selesai perlombaan saya dan peserta didik pulang dengan 2 piala dan uang pembinaan. Prestasi yang didapat tersebut disambut gembira oleh kepala sekolah (Suparto, S.Pd.) dengan begitu kepala sekolah juga memberikan penghargaan jugaberupa uang pembinaan.

Kedua, pada tahun 2014 silam melaksanakan pelatihan pendidikan karakter atau in house training di SMAN 1 Kaubun selama 3 hari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Bidang Pengembangan Kurikulum. Peserta dalam kegiatan ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan yaitu guru, staf, dan karyawan SMAN 1 Kaubun serata siswa dan siswi. Kegiatan ini dilakukan karena saat itu pemerintah gencar menerapkan kurikulum pendidikan karakter bangsa.

Kebetulan kala itu saya sebegai koordinator kurikulum atau wakakur ditunjuk sebagai ketua panitia kegiatan. Selama tiga hari kami belajar bagaiman mewujudkan pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun, sehingga pada akhirnya  kami sepakat melaksanakan 3 pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun yaitu karakter Religius, Disiplin, dan Cinta Lingkunga. Sampai sekarang ketiga karakter tersebut diajarkan di sekolah dan sudah membudaya diwarga sekolah.

Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.

Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!

1.  Kejadiannya ketika saya menjadi koordinator kurikum pada tahun 2015 silam, ada salah  satu teman sejawat saya memprotes jadwal pelajaran yang saya buat karena dia tidak mau mengajar dijam-jam terakhir pembelajaran, hal ini menyebabkan cekcok diantara kami. 

2.  Situasi yang saya hadapi adalah kacau, dia menuntu bahkan merobek jadwal yang saya berikan karena dia tidak mau terima jadwal mengejar tersebut, lalu saya mengajaknya untuk berkomunikasi dan menjelaskan perihal jadwal tersebut, namun dia tidak mau mengerti dan malah pergi menggalkan saya.

3.  Pihak yang saya minta kerjasama adalah kepala sekolah dan teman sejawat atau tenaga pendidik yang lain yang sekira dapat membantu penyelesaian masalah yang saya hadapi.

4.  Alasan saya meminta kerjasama agar jadwal yang saya buat bisa diterima dengan lapang dada karena menyusun jadwal merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Disamping itu, tidak mungkin semua guru ditempatkan dijam pertama atau kedua, karena jumlah guru banyak sedangkan hari dalam satu minggu sedikit. Semua guru tetap mendapatkan jata jam mengajar dijam terakhir, artinya memang jadwal yang saya buat sudah memenuhi unsur keadilan 

Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?

1)  Kesulitan yang saya hadapi ketika melakukan kerjasama dengan orang lain atau teman sejawat adalah menyatukan pola pikir dan pemahaman yang sama tentang langkah-langkah untuk memajukan sekolah. Masing-masing saling mempertahankan pendapat, mereka memiliki cara masing-masing untuk tetap dipertahankan.

 

2)  Ketika diajak rapat atau diskusi terkadang mendapat penolakan dari teman sejawat. Kemudian ketika diajak untuk melakukan gotong royong atau kegiatan lain yang sifatnya pengembangan sekolah juga terkadang lebih memilih berhalangan hadir.

 

3)  Respon saya terhadap situasi tersebut adalah tetap tenang dan sabar menghadapi perbedaan pendapat atau sikap secam itu, karena justru dari perbedaan itu muncul persatuan. Oleh karena itu, saya menunggu waktu yang tepat untuk melakukan komunikasi kembali. Dengan harapan teman sejawat mau bekerjasama dengan saya tanpa syarat.

 

4)  Upaya saya adalah dengan cara berusaha keras menyatukan pendapat dan pemahan agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dengan baik. Salah satu cara atau upaya saya adalah mengkomunikasikannya kepada pimpinana atau kepala sekolah agar kepala sekolah dapat memberikan arahan dan himbauan terhadap masalah yang sedang dihadapi. Mengusulkan kepada kepala sekolah untuk mengadakan rapat atau diskusi tentang masalah tersebut.

 

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?

Adapun upaya-upaya saya untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk membangun bekerja sama adalah sebagai berikut :

 

1)    Berkomunikasi dengan baik dan benar. Dengan berkomunasi yang baik dan benar akan membuat pihak lain yakin dan peracaya bahawa kerja sama yang akan dibangun dengan orang yang lancar dan lincah. Kita akan dipercaya sebagai pelaku kerjasama yang meyakinkan.

 

2)    Kerja sama yang dibangun jelas, terencena,  dan terstruktur. Dengan adanya kerja sama yang terencana dan terstruktur merupakan daya tarik tersendiri bagi pihak lain untuk bekerja sama. Karena program tanpa rencana yang matang akan kemungkinan gagal ditengah jalan karena persiapannya kurang memadai.

 

3)    Bersikap Jujur, kejujuran merupakan modal utama dalam membangun kerja sama  dengan pihak lain, maka dengan kejujuran kerja sama akan bertahan lama dan berumur panjang.

 

4)    Bersikap Amanah, sikap aman harus dikedepankan karena dengan sikap itu kita dapat dipercaya oleh pihak lain. Dengan tidak amanah kerasama yang dibangun pasti selalu menimbulkan kecurigaan antara sesama.

 

5)    Berbuat dengan penuh tanggungjawab, sikap ini juga tidak kalah penting dari sikap yang lain sebab sikap bertanggungjawab menjadikan kita berani berbuat dengan ikhlas menerima resiko yang terjadi.

 

6)    Bersikap ramah, sopan, dan berwibawa, sikap ini harus benar-banar muncul dari dalam tidak sekadar dibuat-buat, karena dengan bersikap sopan pihak lain kagum, bersikap ramah  pihak lain senang, dan dengan berwibawa pihak lain segan.  

 

Dengan upaya-upaya seperti di atas saya dapat memastikan bahwa pihak lain dengan senang hati mau menjalin kerjama dengan saya, karena sikap-sikap di atas menjadi modal utama dalam menekuni kerja sama dengan pihak lain.

Tentu saja, membangun kerja sama dengan pihak lain sangatlah penting karena tanpa orang lain kita tidak bisa kerja sendiri. Kita sangat mebutuhkan bantuan orang. Pada hakikatnya kita manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang jauh dari kesempurnaan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, karena dua hal inilah manusia perlu melakukan kerja sama untuk memenuhi kebutahan hidupnya sehari-hari. Dengan bekerja sama kita manusia dapat meraih tujuan yang yang ingin dicapai dalam hidupnya.

 

Bagaimana hasilnya?

Hasil atas uapaya yang kita lakukan menjadi suatu hal yang diidam-idamkan oleh semua orang termasuk saya. Tentu hasil yang diharapkan sesuai tujuan yang direncanakan. Namun, apajadinya jika hasilnya jauh dari harapan. Disinilah dibutuhkan kedewasaan bersikap dan kematang berpikir untuk menerima hasil yang diperoleh karena upaya adalah ihtiar sedangkan hasil adalah urusan Tuhan. Oleh karena itu upaya yang kita lakukan harus dibarengi dengan doa. Hal inilah yang saya lakukan sehingga upaya-upaya yang saya lakukan menunjukan hasil yang memuaskan.

 

Adapun hasilnya sebagai adalah sebagai berikut berikut :

1)      Tujuan yang ingin dicapai berhasil diraih. Hal ini atas kesabaran dan ketabahan dalam mengahadapi masalah.

 

2)      Meningkatkan persatuan dan kesatuan diantara kami. Dengan membuka hati menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada maka kami bersatu mewujudkan misi bersama.

 

3)      Saling menal dan memahami antara satu dengan yang lain. Dengan begitu muncul pengetian atas segala perbedaan yang timbul.

 

4)      Sikap tolong menolong dan bantu membantu antara sesama sudah membudaya dalam setia diri, sehingga jika teman yang ditimpa masalah ikut membantu.

 

5)      Sering berkomunikasi dan berdiskusi tentang kemajuan sekolah di jam-jam istrahat atau waktu luang untuk berbagi pengalaman.  

 

6)      Masalah-masalah yang muncul dapat diatasi dengan baik karena masing-masing sudah memiliki pemahaman dan pola pikir yaang sama.

 

 

 Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman Anda dalam menghadapi situasi yang paling menantang, kompleks atau sulit saat menjalankan tugas Anda.

Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas!

Untuk mencapai tujuan sekolah yang menjadi visi bersama perlu menjabarkan misi dalam tindakan nyata karena tanpa tindakan nyata tujuan tersebut tidak mungkin tercapai. Oleh karena itu visi sekolah harus menjadi tujuan bersama dalam wujudkannya, untuk itu dibutuhkan komitmen bersama  seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, dewan guru,staf, karyawan, dan siswa siswi. Komitmen tersebut harus dibangun lewat komunikasi intensif dua arah. Namun, pada kenyataannya membangun komunikasi ini sangat sulit tak semudah mengucapkannya. Untuk itu dibutuhkan cara dan strategi jitu untuk melaksanakannya, sehingga semua warga sekolah memiliki kesamaan pemahaman.

 

Misalnya saja ketika saya ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai ketua panitia semester ganjil tahun lalu pada bulan Desember 2022. Ada sebagian teman sejawat tidak setuju karena penunjukan langsung tersebut karena dengan alasan harus dirapatkan atau dimusyawarahkan bersama. Tetapi keputusan kepala sekolah itu tidaklah keluar tanpa dasar melainkan atas pertimbangan-pertimbangan yang matang, misalnya; pertama saya sudah berpengalaman karena sudah sering kali dipercayakan untuk menjadi ketua panitia ujian. Yang kedua, waktunya mendesak dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan rapat semester.

 

Harusnya sebagai bawahan kita memahami kondisi tersebut dan siap menaati dan mematuhi perintah atau keputusan pimpinan jika keputusan itu baik untuk sesama dan keberlangsungan evaluasi pembelajaran. Yang pasti tujuan dari kepetusan tersebut baik.

 

Untuk menyelesaikan maslah tersebut tidaklah mudah tentunya, sangat dibutuhkan pendekatan dan kesabaran untukmenghadapinya. Mengajak komunikasi dari hati ke hati dengan penuh hati merupakan langkah yang tepat.

 

Saat itu saya mengalami kesulitan dalam mengelola tugas saya sebagai ketua panitia ujian karena sebagian dari teman sejawat saya acuh tak acuh untuk terlibat langsung dalam kegiatan meskipun sudah dibagikan tugas pokok masing-masing sesuai bidang tupoksi yang diberikan. Meskipun sudah diberikan pemahaman dan pengertian oleh saya dan pimpinan.

 

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?

Memahami perbedaan pendapat dan pandangan memang sangatlah sulit karena dibutuhkan kesabaran dan ketabahan. Terkadang jika mendengar ocehan atau omongan dari mereka yang berbeda pandangan bikin kita panas dan emosi ingin menabraknya. Disinilah dibutuhkan kematangan berpikir dan kecerdasan emosi bahwa hal-hal yang berbeda seperti ini tetap saja terjadi dalam kehidupan kita sehingga saya anggap sebagai hal yang biasa terjadi, merupakan tantangan yang harus segera diselesaikan.

 

Saya percaya bahwa setiap masalah pasti ada sulusi atau jawabannya. Tergantu kita bagaimana mencari jabawaban itu atas masalah tersebut. Bisa melalui diskusi, forum terbuka, musyawarah, dan cara-cara lain yang relevan dan mengakomodir kepentingan semua pihak.

 

Berangkat dari hal itu, tentu kita tidak membiarkannya lewat begitu saja tetapi membutuhkan upaya dan langkah-langkah jitu untuk menyelesaikannya.

Adapun uapaya-upaya yang saya tempuh adalah sebagai berikut :

1.  Mengkomunikasikannya kepada pimpinan atau kepala sekolah perihal masalah yang sedang saya hadapi, dengan harapan kepala sekolah dapat memberikan masukan dan solusi dari masalah tersebut.

 

2.  Membuka ruang komunikasi atau diskusi dengan mereka,dengan tujuan untuk menyatukan pandangan yang berbeda sehingga sedikit demi sedikit mengurang perbedaan pandangan yang ada.

 

3.  Tidak langsung mengambil keputusan saat itu juga karena dikhawatirkan salah,untuk itu perlu meluangkan waktu untuk mempertimbangkannya meskipun dalam kondisi yang tersedsak.

 

4.  Menganalisis situasi tersebut secara objektif dan mendalam mengambil segi positif dan membuang segi negatifnya kemudian mencari data yang sesuai dan bijaksana dalam memilih informasi.

 

5.  Mensimulasikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas keputusan yang diambil baik yang mungkin terjadi pada diri sendiri maupun pada diri orang lain.

 

6.  Mengkomunikasikan kepada teman sejawat yang sejalan pandangan dengan kita dengan harapan dapat memberikan pertimbangan dan masukan.

 

7.  Konsisten dengan keputusan yang diambil, tidak berubah pikiran atau keputusan ditengah jalan. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang kuat dan tidak mudah terpengaruh.

 

8.  Berani berbeda dan tidak takut dicela atau dimaki oleh orang lain, asalkan kita konsisten dan berani karena benar. Selama kita konsisten dengan sikap orang lain pasti segan dan menghormati.

 

Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?

 

Harus diakui bahwa mengambil keputusan terhadap masalah yang kita hadapi sangatlah rumit, karena jika salah mengambil keputusan akan berakibat fatal. Oleh karena itu, tentunya sangat dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Perlu dipikirkan lebih dalam hal-hal yang akan terjadi setelah keputusan itu diambil.

 

Memang hidup kita ini tidak bisa melepaskan diri masalah, masalah selalu datang menghampiri kita, khususnya masalah yang terjadi di tempat kerja. Pada dasarnya masalah yang terjadi di tempat kerja membutuhkan penyelesaian yang baik. Disini dibutuhkan seorang pemimpin yang adil dan bijaksana sehingga keputusan-keputasan yang dikeluarkan dapat diterima oleh semua pihak. Begitu juga dengan saya dan teman-teman sejawat harus bersikap adil dan bijak juga. Misalnya saya dalam mengambil keputusan atas masalah yang saya hadapi dengan membuka diri, mengajak orang lain untuk berkomunikasi untuk meminta saran dan masukannya.

 

Dalam mengampil keputusan saya mendahulukan kepentingan bersama dan mengesampingkan kepentingan pribadi sehingga tidak merugikan orang lain. Dalam musyawarah misalanya tidak ada orang yang merasa dirugikan, kalaupun ada maka keputusan harus tinjau kembali sehingga mendekati kepusaan bersama. Untuk itu dalam diri saya harus   ada ketegasan.  

 

Adapun keputusan-keputusan yang saya ambil dengan memperhatikan beberapa pertimbangan atau alternatif solusi yang diberikan oleh tewan sejawat antara lain sebagai berikut :

 

1)  Bersikap tenang dan tidak cepat emosi, menghilangkan sikap egois karena membuat keputusan yang diambil berakibat fatal. Tidak sedikit diatara kita yang mengambil keputusan dengan tergesah-gesah serta emosial sehingga menimbulkan masalah baru.

 

2)  Membuka diri dan ruang diskusi dengan menghilangkan rasa dendam dan amarah sebab dengan menutup diri tidak dapat menyelesaikan masalah.

 

3)  Fokus pada masalah tidak terpengarus dengan masalah lain sehingga pikiran tidak bercabang-cabang, dengan begitu saya bisa konsetrasi penuh pada masalah yang akan diselesaikan.

 

4)  Menggali data yang akurat dan falid sebagai data pendukung untuk dijadikan acuan dalam mengambil keputusan.

 

5)  Jika ada pihak-pihak yang menghalangi atau mengenterferensi keputusan saya maka saya abaikan karena orang-orang tersebut tidak bertanggungjawab.

 

Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?

Tindakan yang saya ambil adalah dengan melakukan musyawarah mufakat. Langkah ini saya pilih agar hasil yang diperoleh atau keputusan yang didapat dapat diterima atau disetujui oleh semua pihak yang terlibat. Selain itu pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat merupakan bentuk penerapan nilai pancasila yang ke-4 yakni ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan dan perwakilan’. Pancasila juga merupakan dasar hukum Negara yang pada umum semua orang tunduk dan patuh untuk menjalankannya.disampingitu pula pancisila merupakan falsafah hidup masyarakat indonesia yang artinya segala perilaku, tutur kata, dan perbuatan masyarakat indonesia tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila.

 

Jadi, tindakan mengutamakan musyawarah menuju mufakat merupakan pilihan yang tepat bagi saya. Disamping dasar negara dan falsafah bangsa musyawah juga merupakan warisan leluhur yang diterapkan secara turun temurun dari generasi kegenerasi.

 

Tentunya yang saya lakukan sebelum menempuh jalan musyawarah adalah mengumpulkan informasi perihal masalah yang dihadapi, menampung beberapa alternatif keputuhan yang baik sebagai pilihan untuk diperhitungkan, mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi dari opsi yang diambil, dan mengoreksi kembali keputusan sebelum diimplentasikan.

 

 

4. Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman Anda saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.

Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?

Seiring berjalannya waktu perubahan selalu ada dan pasti karena tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Perubahan yang sering terjadi adalah perubahan dalam bidang pendidikan yaitu perubahan kurikulum, misalnya saat ini adalah kurikulum baru yaitu kurikulum Merdeka yang menggantikan Kurikulum 2013 lalu. Dengan adanya perubahan ini saya sebagai guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, merespon dengan  baik adanya perubahan kurikulum karena tujuannya baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia. Saya harus menemukan upaya-upaya strategis dalam meningkatkan kemampuan diri saya untuk menjalankan Kurikulum Merdeka yang sedang boming saat ini. Misalnya saya harus mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun mengikuti pelatihan online secara mandiri. Disamping itu saya juga harus aktif belajar otodidak lewat media massa dan elektronik dan

 

Belajar hal-hal baru sudah menjadi kebiasaan saya dalam kehidupan sehari-hari karena rasa ingin tahu dan penasaran membut saya termotivasi. Misalnya pada tahun 2015 dan 2016 silam saya pernah mengikuti lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Kutai Timur, pada saat itu saya mendapatkan harapan 1 tahun 2015 dan juara 2 tahun 2016. Hal ini membuktikan bahwa jika ada kemaun untuk berubah maka disitu ada jalan untuk sukses.

 

Dari banyaknya seminar dan pelatihan yang saya ikuti banyak pula umpan balik dan masukan yang saya dapat untuk perbaikan kekurangan saya menuju kesempurnaan, ada banyak teori dan praktek baru yang saya peroleh, hal ini menjadi pengalam yang berharga yang saya akan terapkan disekolah tempat saya mengajar. 

 

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?

Pujian, kritik, dan saran merupakan suatu hal yang sangat berharga, saya berterimkasi kepada siapapun yang menyampaikan kritik dan masukan karena dengan kritik itu membuat saya lembih sempurna, mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam diri saya. Tanpa ada masukan tersebut saya jauh dari kesempurnaan dan tidak pernah mengetahui kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, saya dengan legowo dan lapang dada menerikan masukan dari orang lain.

 

Menurut saya orang yang baik adalah orang yang siap dikritik dan menjadikan kritik itu sebagai bahan evaluasi diri sehingga merubah seperti yang disarankan. Bukan sebaliknya. Marah-marah dan mengritik balikorang lain yang meng kritik kita.

 

 Banyak kritikan dan saran yang menimpa diri saya baik dalam lingkungan kerja, lingkungan masyarakat maupun dalam seminar dan latihan yang saya ikuti. Sebagai orang yang jujur dan bijak saya tidak boleh menaru dendam kepada siapapun yang menkritik saya, justu saya merasa bangga dan senang karena orang lain peduli dan prihatin terhadap kekurangan saya, mereka sangat ingin menjadikan saya lebih sempurna.

 

Sebagai contoh ketika saya mengikuti mengikuti lomba guru berprestasi tingkat Kabupaten tahun 2015 silam karia tulis saya dikritik habis-habisan oleh juri atau tim penilai karena banyak kesalahan disana sini yang perlu dibaiki dan dilengkapi. Meskipun begitu tidak menjadikan saya patah semangat dan berhenti untuk mengikuti lomba. Dari situ saya bangkit dan memperbaiki kekurangan itu, dari situ saya belajar banyak tentang bagaimana menyusun karya tulis. Sehingga pada tahun 2016 saya mengikuti seleksi, alhamdulillah saya mendapatkan juara 2 tingkat kabupaten kutai Timur. Dengan demikian berkat adanya masukan dan kritikan tersebut membuat saya bersemngat lagi untuk menyempurnakan kekurangan yang ada.

 

 

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik yang disampaikan kepada  saya untuk pengembangan diri. Saya juga aktif dalam mengelola Bloger, bloger ini saya gunakan ketika ada waktu luang atau ada masalah-masalah yang saya hadapi di tempat  kerja atau di lingkungan sekitar, maka saya curahkan masalah tersebut lewat tulisan di Blogger. Sejak tahun 2016 saya membuat bloger pribadi karena saya memiliki hobi tulis menulis. Saya gunakan Bloger pribadi tersebut sebagai curahan atau luapan kebehagiaan atau kekecewaan yang saya alami. Saya juga sering brosing diinternet untuk menggali informasi baik dibidang pendidikan maupun dibidang kehidupan lainnya dengan tujuan untuk menambah ilmu dan pengalaman dengan harapan memperkaya teknik dan motede pembelajaran.

 

Dengan belajar tulis-menulis dibloger dan sering brosing diinternet banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat hal ini mendukung tugas saya sebagai guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

 

Saya menjadikan Bloger pribadi sebagai media pembelajaran, tulisan-tulisan yang saya buat dijadikan sebagai sumber pembelajaran teks, misalnya topik tentang ‘Artikel’. Peserta ditugaskan untuk mencari contoh  artikel dimedia massa atau media sosial khusus bersumber dari tulisan saya.

 

Hal-hal yang saya uraikan di atas adalah suatu hal baru bagi saya dan terkadang menjadi beban tersendiri karena harus meluangkan sedikit banyak waktu untuk melakukannya, tetapi meskipun begitu sangat mebantu saya dalam meningkatkan kemampuaan dan kapasitas saya sebagai guru. Apa lagi hal tersebut mendukung materi ajar yang saya ampu.

 

Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa umpan balik, kritik, saran dan masukan yang saya dapat atau hal-hal lain diluar kebiasaan saya sangat mendukung proses penegembangan diri dan proses pembelajaran saya di kelas. Pada dasarnya memang guru dituntu untuk selalu membuka diri, belajar hal-hal baru diluar dari kebiasaan pokoknya yaitu mengajar, bisa dengan belajar otodidak atau dengan cara lain yang dapat mendukung tugasnya sebagai  guru.

 

Proses pembelajaran di kelas yang saya gunakan adalah pola frienldly relationship yaitu pola keakraban dan kedekatan dengan peserta didik sehingga peserta didik tidak takut, canggung, atau malu-malu terhadap saya. Sehingga ini mempermudah menerima materi oleh peserta didik. Pola ini juga membuat proses pembelajaran berlangsung aman,nyaman, dan damai sehingga berpengaruh terhadap semangat melaksanakan proses belajar mengajar meningkat.

 

Sehingga dapat saya simpulkan bahwa hasil proses pembelajaran yang saya lakukan sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang saya emban. Atau dengan kata lain proses pembelajaran berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan. Kemampuan saya untuk mengelola pekerjaan dengan hasil yang sangaat baik dapat mewujudkan citra pekerjaan yang semakin baik pula baik untuk diri saya sendiri maupun untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Kemudian proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang baik sangat berpengaruh pula terhadap semangat belajar peserta didik sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

 

 

Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya.

Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?

Pertama, Pada tahun 2015 silam saya menjadi pembina ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR). Program ekskul ini dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik mengikuti lomba tingkat Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Lomba KIR ini diikuti oleh seluruh sekolah SMA SMAK se-Kabupaten Kutai Timur. Tempat Lomba kala itu di SMAN 1 Sangata Utara.

 

Satu bulan sebelum perlombaan saya sudah menyeleksi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat menulis. Dari seleksi tersebut saya memilih tiga orang peserta didik yaitu dua orang laki-laki dan satu orang perempuan yakni Herianto, Bayu, dan Rizki Amelia. Setiap hari Jumat dan Sabtu saya melakukan pembinaan dan pengarahan dimulai dengan teori dan dilanjutkan dengan praktek penelitian.

 

Setelah siap dengan KIR masing-masing peserta didik yang saya bina diutus untuk mengikuti lomba KIR di sangata dengan didampingi oleh saya sendiri. Setelah berjuang dengan keringat dingan alhamdulillah sekolah kami keluar menjadi juara 2 dan harapan 1 lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat kabupaten. Prestasi tersebut sangat membanggakan bagi sekolah kami SMAN 1 Kaubun saat itu karena mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota yang lengkap sarana dan prasarananya.

 

Setelah selesai perlombaan saya dan peserta didik pulang dengan 2 piala dan uang pembinaan. Prestasi yang didapat tersebut disambut gembira oleh kepala sekolah (Suparto, S.Pd.) dengan begitu kepala sekolah juga memberikan penghargaan jugaberupa uang pembinaan.

 

Kedua, pada tahun 2014 silam melaksanakan pelatihan pendidikan karakter atau in house training di SMAN 1 Kaubun selama 3 hari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Bidang Pengembangan Kurikulum. Peserta dalam kegiatan ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan yaitu guru, staf, dan karyawan SMAN 1 Kaubun. Kegiatan ini dilakukan karena saat itu pemerintah gencar menerapkan kurikulum pendidikan karakter bangsa.

 

Kebetulan kala itu saya sebegai koordinator kurikulum atau wakkur ditunjuk sebagai ketua panitia kegiatan. Selama tiga hari kami belajar bagaiman mewujudkan pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun, sehingga pada akhirnya  kami sepakat melaksanakan 3 pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun yaitu karakter Religius, Disiplin, dan Cinta Lingkunga. Sampai sekarang ketiga karakter tersebut diajarkan di sekolah dan sudah membudaya diwarga sekolah.

Adapun yang menjadi motivasi saya dalam melakukan dua hal tersebut adalah :

Motivasi pengembangan KIR

1)  Menularkan ilmu yang saya dapat kepada orang lain sehingga bermanfaat bagi generasi berikutnya.

2)  Menjadikan peserta didik sebagai seorang peneliti atau penulis karena dengan menulis kita cerdas untuk berpikir menyelsaikan masalah.

3)  Menunjukan kepada masyarakat bahwa SMAN 1 Kaubun bisa dan mampu bersaing dengan sekolah lain dalam hal KIR.

 

Motivasi pengembangan Pendidikan Karakter Budaya Bangsa

1)  Menjadikan SMAN 1 Kaubun menjadi sekolah yang berkarakter religius, disiplin, dan cinta lingkungan.

2)  Menyadarkan warga sekolah bahwa pendidikan karakter budaya bangsa itu penting diterapkan

3)  Memberikan pemahaman kepada warga sekolah bahwa karakter tersebut merupakan kunci untuk merai kesuksesan.

4)  Intinya adalah motivasi saya menjadikan diri saya bermanfaat untuk sekolah, peserta didik, teman sejawat, keluarga, bangsadan negara.

 

Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.

Adapun yang menjadi fokus pengembangan adalah pengembangan keterampilan dan pengetahuan peserta didik sehingga menjadi peserta didik yang cerdas, kreatif, dan mandiri.  Adapun bagian-bagian dari fokus pengembangan tersebut adalah sebagai berikut:

Fokus pengembangan KIR

1)    Mendidik dan mengajarkan peserta didik bagaimana menyusun karya ilmiah  remaja (KIR) sehingga mereka memiliki teterampilan memadai.

2)    Mengajarkan peserta didik tentang konsep KIR sehingga memiliki kecerdasan intelektual.

3)    Malatih peserta didik tentang cara melakukan penelitian yang baik.

4)    Membentuk mental peserta didik untuk menjadi sang juara dalam berkompetisi.

 

Fokus pengembangan Pendidikan Karakter Berbudaya Bangsa

1)    Melatih warga sekolah untuk dapat menerapkan pendidikan karakter baik di sekolah maupun di lingkungan sekolah.

2)    Membiasakan warga sekolah untuk datang depat waktusalah satu wujud dari salah satu karakter disiplin.

3)    Membiasakan warga sekolah hidup bersih dengan membuang sampah pada tempatnya, wujud dari salah satu contoh karakter cinta lingkungan

4)    Membiasakan warga sekolah melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing, salah satu wujud penerapan karakter religius.

Jadi, sepintar apapun saya dan seulet apapun kita dalam mengembangkan orang lain tentu tidak akan akan berhasil jika orang yang kita kembangkan acuh takacuh, setengah hati, dan tidakadakeseriusan untuk dibimbing. Saya sadar bahwa saya bukan malaikat, tetapi satu hal yang pasti, menumbuhkan konsisten dan komitmen kepada peserta harus dimaksimalkan,disini dibutuhkan keuletan dan kegigihan serta kesepahaman bersama bahwa apa yang dilakukan tujuannya baik membawa kemaslahatan.

Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?

Dukungan merupakan upaya dari kita untuk menyemangati orang lain dalam meraih cita-cita atau meraih apa yang mereka inginkan. Dukungan ini dapat berupa moril dan materil. Seperti halnya dengan yang saya lakukan. Membimbing dan membina orang lain bukanlah hal yang mudah dan gampang semudah membalikan telapak tangan. Merupakan pekerjaan yang sulit untuk membutuhkan dukungan dari dari orang lain juga. 

 

Adapun dukungan yang dapat saya berikan kepada orang lain adalah berupa dukungan moril dan materil. Dukungan moril berupa motivasi dan semangat menggebu-gebu sehingga mereka percaya diri dan yakin bahwa apa yang mereka lakukan akan bermanfaat dan mendapatkan hasil yang memuaskan.  Meyakinkan mereka bahawa yang sedang mereka lakukan adalah berjuang menuntuk ilmu, menuntut ilmu adalah  ibadah, kalau sudah menjadi ibadah tentu mendapat pahala. Apa yang mereka lakukan tidak sia-sia pasti akan bermanfaat untuk orang lain.

 

Disamping dukungan moril tentu ada dukungan materil berupa bantuan dana atau keungan karena kegiatan tanpa anggaran adalah anarkis sedangkan anarkis adalah perbuatan keji. Untuk  itu dukungan dana selalu mengalir baik  baik dari kepala sekolah maupun dari dinas pendidikan.

 

Intinya upaya sederhana yang saya lakukan untuk mendukung dan membantu orang lain adalah dengan membantunya menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi.

 

Adapun hambatan-hambatan yang yang saya hadapi adalah :

1)    Hambatan dari luar Kurangnya dukungan dari masyarakat sekitar atau stake holder setempat, mengingat kegiatan-kegiatan semacam ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Disamping anggaran dukungan moril juga sangat kurang.

2)    Hambatan dari dalam diri adalah munculnya rasa malas, kesal, kurang fokus dan sulit membuat rencana.

3)    Hambatan pada peserta susah diatur, tidak tepat waktu, malas belajar, dan kadang-kadang tidak mematuhi peraturan.

 

Bagaimana hasilnya?

setelah berjuang dengan menerapkan beragam pendekatan, metode, teknik, dan taktik dengan menggunakan dengan menggunakan langkahyang strategis seperti yang sudah saya jelaskan di atas maka saya berhasil membentuk kemampuan, keterampilan, dan   pemahaman yang semakin baik. Hal ini dibuktikan dengan mendapat juara 2 lomba KIR tingkat Kabupaten Kutai Timur, disamping itu, masih diterapkannya pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun hingga sampai saat ini, pendidikan karakter yang dimaksud adalah religius, disiplin,dan cinta lingkungan. Dengan adanya keberhasilan itu maka merupakan kebanggan tersendiri bagi saya karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain baik secara suka rela maupun atas dasar tuntutan tugas dan pekerjaan.

 

Besar harapan saya semoga pengalaman dan motivasi yang saya uraikan ini menjadi modal awal saya untuk mengikuti seleksi calon guru angkatan 11 ini, dan lebih jauh lagi harapannya dapat menjadi guru penggerak.

 

 

 

ESAI GURU PENGGERAK

  Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut? Adapun Yang memotivasi saya m...