Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Adapun Yang memotivasi saya menjadi Guru Penggerak adalah sebagai berikut :
Pertama, Meningkatkan kemampuan diri untuk dapat mengajar dengan lebih baik lagi khususnya mengajar di sekolah tempat saya bertugas sehingga kualitas pendidikan di sekolah tersebut meningkat. Karena dengan mengikuti program guru penggerak tersebut saya diajarkan menjadi guru yang memiliki kompetensi profesional, sosial, kepribadian, dan pedagogik yang mumpuni. Kedua, Mempertajam kemampuan dalam menekuni kepemimpinan pada pembelajaran, karena saya sebagai guru maka wajib memiliki jiwa kepemimpinan untuk itu harus diasah terus sehingga benar-benar matang dan berimbas pada proses pembelajaran yang menyenangkan. Guru adalah pemimpin pembelajaran mendidik,mengajar, mengarahkan, dan memotivasi peserta didik. Oleh karena itu, jiwa kepemimpinan harus benar-benar ada dan membudaya dalam diri saya. Ketiga, Melibatkan diri dalam meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan yang lebih baik karena dengan mengikuti guru penggerak saya bisa belajar bagaimana menjadi guru yang berkualitas. Karena berkualitas dan tidaknya pendidikan yang diampuh terletak pada sang guru. Oleh karena itu guru harus bena-benar memiliki kemampuan yanng matang dan memadai. Keempat, Meningkatkan potensi diri saya sehingga menjadi guru yang bermanfaat bagi keluarga, agama, bangsa dan negara. Guru adalah panutan atau contoh dan tauladan bagi siswa dan lingkungan sekitar, maka dari itu potensi-potensi kebaikan harus ditularkan kepada masnyarakat sekitar. Kelima, Agar memperoleh cara yang bagus yang berkaitan dengan merdeka belajar dalam pembelajaran. Harus saya akui bahwa cara mengajar saya masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu diharapkan dengan mengikuti guru penggerak ini saya dapat belajar dan mengajar dengan yang baik khususnya program merdeka belajar dalam pembelajaran. Apalagi sekarang sedang gencar penerapan kurikulum mereka. Tentu saya dituntut untuk bisa dan mampu menerapkannya. Keenam, Agar mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam diri saya maupun yang ada di lapangan. Dengan hadirnya program merdeka belajar melalui guru penggerak dapat menjawab kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri saya maupun kelemahan-kelemahan yang ada dilingkungan sekolah. Tanpa kita ketahui kelemahan tersebut tujuan pendidikan tiidak tercapai dengan baik, karena kita tidak bisa memperbaikinya mengingat masalahnya tidak ketahui. Ketujuh, Memperoleh pengalaman baru khususnya pengalaman yang berkaitan guru penggerak. Pengalaman belajar menjadi poin penting yang harus saya gali sebab pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Dengan mengikuti guru penggerak saya dapat berinteraksi dengan sesama guru penggerak dan ini menjadi pengalaman baru bagi saya. Kedelapan, Saya ingin menggerakan sumberdaya yang ada di sekolah saya khususnya dan sumberdaya yang ada di negeri ini umummnya, sebab yang saya lihat bidang pendidikan memiliki sumberdaya yang luar biasa tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Misalnya di SMAN 1 Kaubun sekolah tempat saya mengajar, guru-guru belum maksimal menggunakan media pembelajaran (proyektor) padahal sudah tersedia dengan baik. Disamping itu, guru-guru belum sepenuhnya menggunakan prangkat pembelajaran sebagaia acuan proses pembelajaran, perangkat pembelajaran yang dibuat hanya dijadikan sebagai alat pemenuhan tugas guru. Untuk itu, masalah-masalah tersebut harus saya perbaiki melalui program guru penggerak. Kesembilan, ingin memajukan dunia pendidikan sehingga kualitas pendidikan di negeri ini meningkat. Tentu untuk mewujudkan tujuan itu saya sebagai pendidik harus terus belajar tanpa henti sehingga menjadi guru profesional, salah satu caranya adalah mengikuti program guru penggerak ini. Dengan mengikuti seleksi guru penggerak ini saya harus belajar dengan giat, membaca buku dan berdiskusi dengan teman sejawat.
Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai Guru Genggerak adalah saya mampu mewujudkan perubahan dalam diri maaupun diluar diri. Misalnya diluar diri adalah perubahan dalam mendidik dan mengajar peserta didik, menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, dan menerapkan merdeka belajar dalam pembelajaran, atau yang kita sebut sebagai belajar yang berpusat pada siswa bukan pada guru. Disamping itu, saya memiliki kemaun kuat untuk berubah kearah yang lebih baik, semangat saya tinggi, dan saya memiliki potensi ke arah itu.
Adapun alasan-alasan saya mengkuti seleksi calon guru penggerak adalah sebagai berikut :
Pertama, alasan saya untuk menjadi Guru Penggerak adalah karena saya sangat mampu melaksanakan pendekatan, metode, teknik,dan taktik pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Disamping itu, saya memiliki kemauan atau motivasi yang kuat untuk mempelajari dan memahami konsep tersebut sebelum saya terapkan di kelas. Kedua, alasan saya adalah dengan menjadi Guru Penggerak saya akan belajar lebih dalam tentang filosofi pendidikan yang dicetuskan oleh bapak pendidikan kita yaitu Ki Kihajar Dewantara. Filosofi tersebut berkaitan dengan teori belajar mengajar, yang sekarang viral dijadikan sebagai acuan untuk merubah paradigma baru pendidikan melalui Kurikulum Merdeka atau merdeka belajar.
Konsep belajar yang dicetuskan oleh bapak pendidikan indonesia yakni Ki Hajar Dewantara mengandung 3 konsep atau semboyan yakni; (1) Ing ngarsa sing tuladha, yang artinya sebagai seorang guru apabila di depan memberikan contoh yang baik. (2) Ing madya mangun karsa, yang artinya apabila berada di tengah guru bisa membangun motivasi dan kekuatan. (3) Tut wuri handayani, yang artinya sebagai seorang guru apabila berada di belakang memberikan dorongan yang baik kepada siswa.
Contoh penerapnnya adalah saya sebagai seorang Guru Penggerak sudah tentuk menerapkan konsep tersebut dalam proses belajar mengajar yakni guru sebagai contoh dan tauladan, guru memberikan motivasi dan dorongan, memberikan kekuatan dan semangat, dan guru mendorong untuk selalu berbuat kebaikan antara sesama maupun kepada lingkungan sekitar.
Sebagai contoh, jika saya menerapkan semboyan yang pertama guru harus menjadi contoh maka segala tutur kata, tingkah laku, berpakaian, berpenampilan, dan bersikap antara sesama harus saya jaga dan saya tata dengan baik karena menjadi contoh yang baik bagi peserta didik. Guru adalah pedoman dan tauladan bagi murid-muridnya. Oleh karena itu harus saya pikirkan baik-baik sebelum berbuat dan bertindak.
Kemudian dalam semboyan yang kedua guru memberikan motivasi dan dorongan, mengingat peserta didik adalah generasi yang masih minim pengetahuan, kurang semangat dalam belajar maka saya sebagai guru haru memberikan motovasi dan dorongan yang kuat agar terbangun semangat yang mengebu-gebu dalam menuntuk ilmu. Misalnya jika peserta didik berbuat baik atau mendapatkan nilai yang bagus maka diberikan hadiah agar mereka termotivasi untuk belajar terus menerus. Begitu pula dengan yang semangatnya kurang, nilainya kurang bagus, saya sebagai guru juga harus memberikannya motivasi. Disini dalam pandangan guru semua sama peserta didik sama tidak ada yang dianak emaskan dan dianak tirikan. Mereka sama-sama insan yang membutuhkan perhatian dan motivasi dari seorang guru.
Selanjutnya contoh dalam semboyan yang ketiga, guru memberikan dorongan. Saya sebagai guru jika berada dibelakang peserta didik memberikan dorongan dan semangat sehingga mereka tidak takut dan minder dalam melaksanakan tugasnya sebagai peserta didik. Dorongan semacam ini sangat penting diberikan karena dengan dorongan yang kuat dari guru dapat membuat mental atau kecerdasan emosional peserta didik stabil, sehingga mereka merasa di pedulikan dan perhatikan.
Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya
Pertama, Pada tahun 2015 silam saya menjadi pembina ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR). Program ekskul ini dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik mengikuti lomba tingkat Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Lomba KIR ini diikuti oleh seluruh sekolah SMA SMAK se-Kabupaten Kutai Timur. Tempat Lomba kala itu di SMAN 1 Sangata Utara.
Satu bulan sebelum perlombaan saya sudah menyeleksi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat menulis. Dari seleksi tersebut saya memilih tiga orang peserta didik yaitu dua orang laki-laki dan satu orang perempuan yakni Herianto, Bayu, dan Rizki Amelia. Setiap hari Jumat dan Sabtu saya melakukan pembinaan dan pengarahan dimulai dengan teori dan dilanjutkan dengan praktek penelitian.
Setelah siap dengan KIR masing-masing peserta didik yang saya bina diutus untuk mengikuti lomba KIR di sangata dengan didampingi oleh saya sendiri. Setelah berjuang dengan keringat dingan alhamdulillah sekolah kami keluar menjadi juara 2 dan harapan 1 lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat kabupaten. Prestasi tersebut sangat membanggakan bagi sekolah kami SMAN 1 Kaubun saat itu karena mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota yang lengkap sarana dan prasarananya.
Setelah selesai perlombaan saya dan peserta didik pulang dengan 2 piala dan uang pembinaan. Prestasi yang didapat tersebut disambut gembira oleh kepala sekolah (Suparto, S.Pd.) dengan begitu kepala sekolah juga memberikan penghargaan jugaberupa uang pembinaan.
Kedua, pada tahun 2014 silam melaksanakan pelatihan pendidikan karakter atau in house training di SMAN 1 Kaubun selama 3 hari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Bidang Pengembangan Kurikulum. Peserta dalam kegiatan ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan yaitu guru, staf, dan karyawan SMAN 1 Kaubun serata siswa dan siswi. Kegiatan ini dilakukan karena saat itu pemerintah gencar menerapkan kurikulum pendidikan karakter bangsa.
Kebetulan kala itu saya sebegai koordinator kurikulum atau wakakur ditunjuk sebagai ketua panitia kegiatan. Selama tiga hari kami belajar bagaiman mewujudkan pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun, sehingga pada akhirnya kami sepakat melaksanakan 3 pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun yaitu karakter Religius, Disiplin, dan Cinta Lingkunga. Sampai sekarang ketiga karakter tersebut diajarkan di sekolah dan sudah membudaya diwarga sekolah.
Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!
1. Kejadiannya ketika saya menjadi koordinator kurikum pada tahun 2015 silam, ada salah satu teman sejawat saya memprotes jadwal pelajaran yang saya buat karena dia tidak mau mengajar dijam-jam terakhir pembelajaran, hal ini menyebabkan cekcok diantara kami.
2. Situasi yang saya hadapi adalah kacau, dia menuntu bahkan merobek jadwal yang saya berikan karena dia tidak mau terima jadwal mengejar tersebut, lalu saya mengajaknya untuk berkomunikasi dan menjelaskan perihal jadwal tersebut, namun dia tidak mau mengerti dan malah pergi menggalkan saya.
3. Pihak yang saya minta kerjasama adalah kepala sekolah dan teman sejawat atau tenaga pendidik yang lain yang sekira dapat membantu penyelesaian masalah yang saya hadapi.
4. Alasan saya meminta kerjasama agar jadwal
yang saya buat bisa diterima dengan lapang dada karena menyusun jadwal
merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Disamping itu, tidak mungkin semua guru
ditempatkan dijam pertama atau kedua, karena jumlah guru banyak sedangkan hari
dalam satu minggu sedikit. Semua guru tetap mendapatkan jata jam mengajar dijam
terakhir, artinya memang jadwal yang saya buat sudah memenuhi unsur keadilan
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
1) Kesulitan yang saya hadapi ketika
melakukan kerjasama dengan orang lain atau teman sejawat adalah menyatukan pola
pikir dan pemahaman yang sama tentang langkah-langkah untuk memajukan sekolah. Masing-masing
saling mempertahankan pendapat, mereka memiliki cara masing-masing untuk tetap
dipertahankan.
2) Ketika diajak rapat atau diskusi terkadang
mendapat penolakan dari teman sejawat. Kemudian ketika diajak untuk melakukan
gotong royong atau kegiatan lain yang sifatnya pengembangan sekolah juga
terkadang lebih memilih berhalangan hadir.
3) Respon saya terhadap situasi tersebut
adalah tetap tenang dan sabar menghadapi perbedaan pendapat atau sikap secam
itu, karena justru dari perbedaan itu muncul persatuan. Oleh karena itu, saya
menunggu waktu yang tepat untuk melakukan komunikasi kembali. Dengan harapan
teman sejawat mau bekerjasama dengan saya tanpa syarat.
4) Upaya saya adalah dengan cara berusaha
keras menyatukan pendapat dan pemahan agar tujuan yang ingin dicapai dapat
terwujud dengan baik. Salah satu cara atau upaya saya adalah
mengkomunikasikannya kepada pimpinana atau kepala sekolah agar kepala sekolah
dapat memberikan arahan dan himbauan terhadap masalah yang sedang dihadapi. Mengusulkan
kepada kepala sekolah untuk mengadakan rapat atau diskusi tentang masalah
tersebut.
Upaya apa saja yang Anda
lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Adapun upaya-upaya saya untuk mendapatkan
komitmen dari berbagai pihak untuk membangun bekerja sama adalah sebagai
berikut :
1) Berkomunikasi dengan baik dan benar.
Dengan berkomunasi yang baik dan benar akan membuat pihak lain yakin dan
peracaya bahawa kerja sama yang akan dibangun dengan orang yang lancar dan
lincah. Kita akan dipercaya sebagai pelaku kerjasama yang meyakinkan.
2) Kerja sama yang dibangun jelas,
terencena, dan terstruktur. Dengan
adanya kerja sama yang terencana dan terstruktur merupakan daya tarik
tersendiri bagi pihak lain untuk bekerja sama. Karena program tanpa rencana
yang matang akan kemungkinan gagal ditengah jalan karena persiapannya kurang
memadai.
3) Bersikap Jujur, kejujuran merupakan modal
utama dalam membangun kerja sama dengan
pihak lain, maka dengan kejujuran kerja sama akan bertahan lama dan berumur
panjang.
4) Bersikap Amanah, sikap aman harus
dikedepankan karena dengan sikap itu kita dapat dipercaya oleh pihak lain. Dengan
tidak amanah kerasama yang dibangun pasti selalu menimbulkan kecurigaan antara
sesama.
5) Berbuat dengan penuh tanggungjawab, sikap
ini juga tidak kalah penting dari sikap yang lain sebab sikap bertanggungjawab
menjadikan kita berani berbuat dengan ikhlas menerima resiko yang terjadi.
6) Bersikap ramah, sopan, dan berwibawa,
sikap ini harus benar-banar muncul dari dalam tidak sekadar dibuat-buat, karena
dengan bersikap sopan pihak lain kagum, bersikap ramah pihak lain senang, dan dengan berwibawa pihak
lain segan.
Dengan
upaya-upaya seperti di atas saya dapat memastikan bahwa pihak lain dengan
senang hati mau menjalin kerjama dengan saya, karena sikap-sikap di atas
menjadi modal utama dalam menekuni kerja sama dengan pihak lain.
Tentu
saja, membangun kerja sama dengan pihak lain sangatlah penting karena tanpa
orang lain kita tidak bisa kerja sendiri. Kita sangat mebutuhkan bantuan orang.
Pada hakikatnya kita manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang jauh dari
kesempurnaan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, karena dua hal inilah
manusia perlu melakukan kerja sama untuk memenuhi kebutahan hidupnya sehari-hari.
Dengan bekerja sama kita manusia dapat meraih tujuan yang yang ingin dicapai
dalam hidupnya.
Bagaimana hasilnya?
Hasil atas uapaya yang kita lakukan
menjadi suatu hal yang diidam-idamkan oleh semua orang termasuk saya. Tentu
hasil yang diharapkan sesuai tujuan yang direncanakan. Namun, apajadinya jika
hasilnya jauh dari harapan. Disinilah dibutuhkan kedewasaan bersikap dan
kematang berpikir untuk menerima hasil yang diperoleh karena upaya adalah
ihtiar sedangkan hasil adalah urusan Tuhan. Oleh karena itu upaya yang kita
lakukan harus dibarengi dengan doa. Hal inilah yang saya lakukan sehingga
upaya-upaya yang saya lakukan menunjukan hasil yang memuaskan.
Adapun hasilnya sebagai adalah sebagai
berikut berikut :
1) Tujuan yang ingin dicapai berhasil
diraih. Hal ini atas kesabaran dan ketabahan dalam mengahadapi masalah.
2) Meningkatkan persatuan dan kesatuan
diantara kami. Dengan membuka hati menerima segala kelebihan dan kekurangan
yang ada maka kami bersatu mewujudkan misi bersama.
3) Saling menal dan memahami antara satu
dengan yang lain. Dengan begitu muncul pengetian atas segala perbedaan yang
timbul.
4) Sikap tolong menolong dan bantu membantu antara
sesama sudah membudaya dalam setia diri, sehingga jika teman yang ditimpa
masalah ikut membantu.
5) Sering berkomunikasi dan berdiskusi
tentang kemajuan sekolah di jam-jam istrahat atau waktu luang untuk berbagi
pengalaman.
6) Masalah-masalah yang muncul dapat diatasi
dengan baik karena masing-masing sudah memiliki pemahaman dan pola pikir yaang
sama.
Permasalahan,
tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam
menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman Anda dalam menghadapi situasi
yang paling menantang, kompleks atau sulit saat menjalankan tugas Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau
kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas!
Untuk
mencapai tujuan sekolah yang menjadi visi bersama perlu menjabarkan misi dalam
tindakan nyata karena tanpa tindakan nyata tujuan tersebut tidak mungkin
tercapai. Oleh karena itu visi sekolah harus menjadi tujuan bersama dalam
wujudkannya, untuk itu dibutuhkan komitmen bersama seluruh warga sekolah mulai dari kepala
sekolah, dewan guru,staf, karyawan, dan siswa siswi. Komitmen tersebut harus
dibangun lewat komunikasi intensif dua arah. Namun, pada kenyataannya membangun
komunikasi ini sangat sulit tak semudah mengucapkannya. Untuk itu dibutuhkan
cara dan strategi jitu untuk melaksanakannya, sehingga semua warga sekolah
memiliki kesamaan pemahaman.
Misalnya
saja ketika saya ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai ketua panitia semester
ganjil tahun lalu pada bulan Desember 2022. Ada sebagian teman sejawat tidak
setuju karena penunjukan langsung tersebut karena dengan alasan harus
dirapatkan atau dimusyawarahkan bersama. Tetapi keputusan kepala sekolah itu
tidaklah keluar tanpa dasar melainkan atas pertimbangan-pertimbangan yang
matang, misalnya; pertama saya sudah berpengalaman karena sudah sering kali
dipercayakan untuk menjadi ketua panitia ujian. Yang kedua, waktunya mendesak
dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan rapat semester.
Harusnya
sebagai bawahan kita memahami kondisi tersebut dan siap menaati dan mematuhi
perintah atau keputusan pimpinan jika keputusan itu baik untuk sesama dan
keberlangsungan evaluasi pembelajaran. Yang pasti tujuan dari kepetusan
tersebut baik.
Untuk
menyelesaikan maslah tersebut tidaklah mudah tentunya, sangat dibutuhkan
pendekatan dan kesabaran untukmenghadapinya. Mengajak komunikasi dari hati ke
hati dengan penuh hati merupakan langkah yang tepat.
Saat
itu saya mengalami kesulitan dalam mengelola tugas saya sebagai ketua panitia
ujian karena sebagian dari teman sejawat saya acuh tak acuh untuk terlibat
langsung dalam kegiatan meskipun sudah dibagikan tugas pokok masing-masing
sesuai bidang tupoksi yang diberikan. Meskipun sudah diberikan pemahaman dan
pengertian oleh saya dan pimpinan.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi
tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda
identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?
Memahami
perbedaan pendapat dan pandangan memang sangatlah sulit karena dibutuhkan
kesabaran dan ketabahan. Terkadang jika mendengar ocehan atau omongan dari
mereka yang berbeda pandangan bikin kita panas dan emosi ingin menabraknya.
Disinilah dibutuhkan kematangan berpikir dan kecerdasan emosi bahwa hal-hal
yang berbeda seperti ini tetap saja terjadi dalam kehidupan kita sehingga saya
anggap sebagai hal yang biasa terjadi, merupakan tantangan yang harus segera
diselesaikan.
Saya
percaya bahwa setiap masalah pasti ada sulusi atau jawabannya. Tergantu kita
bagaimana mencari jabawaban itu atas masalah tersebut. Bisa melalui diskusi,
forum terbuka, musyawarah, dan cara-cara lain yang relevan dan mengakomodir
kepentingan semua pihak.
Berangkat
dari hal itu, tentu kita tidak membiarkannya lewat begitu saja tetapi
membutuhkan upaya dan langkah-langkah jitu untuk menyelesaikannya.
Adapun
uapaya-upaya yang saya tempuh adalah sebagai berikut :
1. Mengkomunikasikannya kepada pimpinan atau kepala sekolah
perihal masalah yang sedang saya hadapi, dengan harapan kepala sekolah dapat
memberikan masukan dan solusi dari masalah tersebut.
2. Membuka ruang komunikasi atau diskusi dengan mereka,dengan
tujuan untuk menyatukan pandangan yang berbeda sehingga sedikit demi sedikit
mengurang perbedaan pandangan yang ada.
3. Tidak langsung mengambil keputusan saat itu juga karena
dikhawatirkan salah,untuk itu perlu meluangkan waktu untuk mempertimbangkannya
meskipun dalam kondisi yang tersedsak.
4. Menganalisis situasi tersebut secara objektif dan mendalam
mengambil segi positif dan membuang segi negatifnya kemudian mencari data yang
sesuai dan bijaksana dalam memilih informasi.
5. Mensimulasikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas
keputusan yang diambil baik yang mungkin terjadi pada diri sendiri maupun pada
diri orang lain.
6. Mengkomunikasikan kepada teman sejawat yang sejalan pandangan
dengan kita dengan harapan dapat memberikan pertimbangan dan masukan.
7. Konsisten dengan keputusan yang diambil, tidak berubah
pikiran atau keputusan ditengah jalan. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang kuat
dan tidak mudah terpengaruh.
8. Berani berbeda dan tidak takut dicela atau dimaki oleh orang
lain, asalkan kita konsisten dan berani karena benar. Selama kita konsisten
dengan sikap orang lain pasti segan dan menghormati.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda
hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk
memperkuat keputusan Anda?
Harus
diakui bahwa mengambil keputusan terhadap masalah yang kita hadapi sangatlah
rumit, karena jika salah mengambil keputusan akan berakibat fatal. Oleh karena
itu, tentunya sangat dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Perlu
dipikirkan lebih dalam hal-hal yang akan terjadi setelah keputusan itu diambil.
Memang
hidup kita ini tidak bisa melepaskan diri masalah, masalah selalu datang
menghampiri kita, khususnya masalah yang terjadi di tempat kerja. Pada dasarnya
masalah yang terjadi di tempat kerja membutuhkan penyelesaian yang baik. Disini
dibutuhkan seorang pemimpin yang adil dan bijaksana sehingga
keputusan-keputasan yang dikeluarkan dapat diterima oleh semua pihak. Begitu
juga dengan saya dan teman-teman sejawat harus bersikap adil dan bijak juga.
Misalnya saya dalam mengambil keputusan atas masalah yang saya hadapi dengan
membuka diri, mengajak orang lain untuk berkomunikasi untuk meminta saran dan
masukannya.
Dalam
mengampil keputusan saya mendahulukan kepentingan bersama dan mengesampingkan
kepentingan pribadi sehingga tidak merugikan orang lain. Dalam musyawarah
misalanya tidak ada orang yang merasa dirugikan, kalaupun ada maka keputusan
harus tinjau kembali sehingga mendekati kepusaan bersama. Untuk itu dalam diri
saya harus ada ketegasan.
Adapun
keputusan-keputusan yang saya ambil dengan memperhatikan beberapa pertimbangan
atau alternatif solusi yang diberikan oleh tewan sejawat antara lain sebagai
berikut :
1) Bersikap tenang dan tidak cepat emosi, menghilangkan sikap
egois karena membuat keputusan yang diambil berakibat fatal. Tidak sedikit
diatara kita yang mengambil keputusan dengan tergesah-gesah serta emosial
sehingga menimbulkan masalah baru.
2) Membuka diri dan ruang diskusi dengan menghilangkan rasa
dendam dan amarah sebab dengan menutup diri tidak dapat menyelesaikan masalah.
3) Fokus pada masalah tidak terpengarus dengan masalah lain
sehingga pikiran tidak bercabang-cabang, dengan begitu saya bisa konsetrasi
penuh pada masalah yang akan diselesaikan.
4) Menggali data yang akurat dan falid sebagai data pendukung
untuk dijadikan acuan dalam mengambil keputusan.
5) Jika ada pihak-pihak yang menghalangi atau mengenterferensi
keputusan saya maka saya abaikan karena orang-orang tersebut tidak
bertanggungjawab.
Tindakan apa yang kemudian
Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
Tindakan yang saya ambil adalah
dengan melakukan musyawarah mufakat. Langkah ini saya pilih agar hasil yang
diperoleh atau keputusan yang didapat dapat diterima atau disetujui oleh semua
pihak yang terlibat. Selain itu pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat
merupakan bentuk penerapan nilai pancasila yang ke-4 yakni ‘Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan dan perwakilan’. Pancasila juga
merupakan dasar hukum Negara yang pada umum semua orang tunduk dan patuh untuk
menjalankannya.disampingitu pula pancisila merupakan falsafah hidup masyarakat
indonesia yang artinya segala perilaku, tutur kata, dan perbuatan masyarakat
indonesia tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung di dalam
pancasila.
Jadi, tindakan mengutamakan
musyawarah menuju mufakat merupakan pilihan yang tepat bagi saya. Disamping
dasar negara dan falsafah bangsa musyawah juga merupakan warisan leluhur yang
diterapkan secara turun temurun dari generasi kegenerasi.
Tentunya yang saya lakukan sebelum
menempuh jalan musyawarah adalah mengumpulkan informasi perihal masalah yang
dihadapi, menampung beberapa alternatif keputuhan yang baik sebagai pilihan
untuk diperhitungkan, mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi dari opsi
yang diambil, dan mengoreksi kembali keputusan sebelum diimplentasikan.
4. Perkembangan
menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman Anda saat
mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang
secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau
umpan balik tersebut?
Seiring
berjalannya waktu perubahan selalu ada dan pasti karena tiada yang abadi di dunia
ini kecuali perubahan. Perubahan yang sering terjadi adalah perubahan dalam
bidang pendidikan yaitu perubahan kurikulum, misalnya saat ini adalah kurikulum
baru yaitu kurikulum Merdeka yang menggantikan Kurikulum 2013 lalu. Dengan
adanya perubahan ini saya sebagai guru harus mampu menyesuaikan diri dengan
perubahan yang terjadi, merespon dengan
baik adanya perubahan kurikulum karena tujuannya baik untuk meningkatkan
kualitas pendidikan di indonesia. Saya harus menemukan upaya-upaya strategis
dalam meningkatkan kemampuan diri saya untuk menjalankan Kurikulum Merdeka yang
sedang boming saat ini. Misalnya saya harus mengikuti pelatihan-pelatihan yang
diselenggarakan oleh pemerintah maupun mengikuti pelatihan online secara
mandiri. Disamping itu saya juga harus aktif belajar otodidak lewat media massa
dan elektronik dan
Belajar
hal-hal baru sudah menjadi kebiasaan saya dalam kehidupan sehari-hari karena
rasa ingin tahu dan penasaran membut saya termotivasi. Misalnya pada tahun 2015
dan 2016 silam saya pernah mengikuti lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten
Kutai Timur, pada saat itu saya mendapatkan harapan 1 tahun 2015 dan juara 2
tahun 2016. Hal ini membuktikan bahwa jika ada kemaun untuk berubah maka disitu
ada jalan untuk sukses.
Dari
banyaknya seminar dan pelatihan yang saya ikuti banyak pula umpan balik dan
masukan yang saya dapat untuk perbaikan kekurangan saya menuju kesempurnaan,
ada banyak teori dan praktek baru yang saya peroleh, hal ini menjadi pengalam
yang berharga yang saya akan terapkan disekolah tempat saya mengajar.
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik
tersebut untuk pengembangan diri Anda?
Pujian,
kritik, dan saran merupakan suatu hal yang sangat berharga, saya berterimkasi
kepada siapapun yang menyampaikan kritik dan masukan karena dengan kritik itu
membuat saya lembih sempurna, mengetahui kesalahan atau kekurangan dalam diri
saya. Tanpa ada masukan tersebut saya jauh dari kesempurnaan dan tidak pernah
mengetahui kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, saya dengan legowo dan lapang
dada menerikan masukan dari orang lain.
Menurut
saya orang yang baik adalah orang yang siap dikritik dan menjadikan kritik itu
sebagai bahan evaluasi diri sehingga merubah seperti yang disarankan. Bukan
sebaliknya. Marah-marah dan mengritik balikorang lain yang meng kritik kita.
Banyak kritikan dan saran yang menimpa diri
saya baik dalam lingkungan kerja, lingkungan masyarakat maupun dalam seminar
dan latihan yang saya ikuti. Sebagai orang yang jujur dan bijak saya tidak
boleh menaru dendam kepada siapapun yang menkritik saya, justu saya merasa
bangga dan senang karena orang lain peduli dan prihatin terhadap kekurangan
saya, mereka sangat ingin menjadikan saya lebih sempurna.
Sebagai
contoh ketika saya mengikuti mengikuti lomba guru berprestasi tingkat Kabupaten
tahun 2015 silam karia tulis saya dikritik habis-habisan oleh juri atau tim
penilai karena banyak kesalahan disana sini yang perlu dibaiki dan dilengkapi.
Meskipun begitu tidak menjadikan saya patah semangat dan berhenti untuk
mengikuti lomba. Dari situ saya bangkit dan memperbaiki kekurangan itu, dari
situ saya belajar banyak tentang bagaimana menyusun karya tulis. Sehingga pada
tahun 2016 saya mengikuti seleksi, alhamdulillah saya mendapatkan juara 2
tingkat kabupaten kutai Timur. Dengan demikian berkat adanya masukan dan
kritikan tersebut membuat saya bersemngat lagi untuk menyempurnakan kekurangan
yang ada.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses
pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung
proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda
lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses
pembelajaran Anda?
Selain
memanfaatkan masukan dan umpan balik yang disampaikan kepada saya untuk pengembangan diri. Saya juga aktif
dalam mengelola Bloger, bloger ini saya gunakan ketika ada waktu luang atau ada
masalah-masalah yang saya hadapi di tempat
kerja atau di lingkungan sekitar, maka saya curahkan masalah tersebut
lewat tulisan di Blogger. Sejak tahun 2016 saya membuat bloger pribadi karena
saya memiliki hobi tulis menulis. Saya gunakan Bloger pribadi tersebut sebagai
curahan atau luapan kebehagiaan atau kekecewaan yang saya alami. Saya juga
sering brosing diinternet untuk menggali informasi baik dibidang pendidikan
maupun dibidang kehidupan lainnya dengan tujuan untuk menambah ilmu dan
pengalaman dengan harapan memperkaya teknik dan motede pembelajaran.
Dengan
belajar tulis-menulis dibloger dan sering brosing diinternet banyak ilmu dan
pengalaman yang saya dapat hal ini mendukung tugas saya sebagai guru dalam
proses belajar mengajar di kelas.
Saya
menjadikan Bloger pribadi sebagai media pembelajaran, tulisan-tulisan yang saya
buat dijadikan sebagai sumber pembelajaran teks, misalnya topik tentang
‘Artikel’. Peserta ditugaskan untuk mencari contoh artikel dimedia massa atau media sosial
khusus bersumber dari tulisan saya.
Hal-hal
yang saya uraikan di atas adalah suatu hal baru bagi saya dan terkadang menjadi
beban tersendiri karena harus meluangkan sedikit banyak waktu untuk
melakukannya, tetapi meskipun begitu sangat mebantu saya dalam meningkatkan
kemampuaan dan kapasitas saya sebagai guru. Apa lagi hal tersebut mendukung
materi ajar yang saya ampu.
Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan
di dalam pekerjaan Anda
Seperti
yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa umpan balik, kritik, saran dan masukan
yang saya dapat atau hal-hal lain diluar kebiasaan saya sangat mendukung proses
penegembangan diri dan proses pembelajaran saya di kelas. Pada dasarnya memang
guru dituntu untuk selalu membuka diri, belajar hal-hal baru diluar dari
kebiasaan pokoknya yaitu mengajar, bisa dengan belajar otodidak atau dengan
cara lain yang dapat mendukung tugasnya sebagai
guru.
Proses
pembelajaran di kelas yang saya gunakan adalah pola frienldly relationship
yaitu pola keakraban dan kedekatan dengan peserta didik sehingga peserta didik
tidak takut, canggung, atau malu-malu terhadap saya. Sehingga ini mempermudah
menerima materi oleh peserta didik. Pola ini juga membuat proses pembelajaran
berlangsung aman,nyaman, dan damai sehingga berpengaruh terhadap semangat
melaksanakan proses belajar mengajar meningkat.
Sehingga
dapat saya simpulkan bahwa hasil proses pembelajaran yang saya lakukan sangat
berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang saya emban. Atau dengan kata lain
proses pembelajaran berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan. Kemampuan saya
untuk mengelola pekerjaan dengan hasil yang sangaat baik dapat mewujudkan citra
pekerjaan yang semakin baik pula baik untuk diri saya sendiri maupun untuk
keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Kemudian proses perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang baik sangat berpengaruh pula
terhadap semangat belajar peserta didik sehingga mampu meningkatkan prestasi
belajar siswa.
Ceritakan pengalaman
Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan
sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam
kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung
jawab baru, atau lainnya.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang
memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Pertama, Pada tahun 2015 silam saya menjadi
pembina ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR). Program ekskul ini dilakukan untuk
mempersiapkan peserta didik mengikuti lomba tingkat Kabupaten Kutai Timur yang
diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kutai Timur.
Lomba KIR ini diikuti oleh seluruh sekolah SMA SMAK se-Kabupaten Kutai Timur.
Tempat Lomba kala itu di SMAN 1 Sangata Utara.
Satu bulan sebelum perlombaan saya sudah
menyeleksi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat menulis. Dari seleksi
tersebut saya memilih tiga orang peserta didik yaitu dua orang laki-laki dan
satu orang perempuan yakni Herianto, Bayu, dan Rizki Amelia. Setiap hari Jumat
dan Sabtu saya melakukan pembinaan dan pengarahan dimulai dengan teori dan
dilanjutkan dengan praktek penelitian.
Setelah siap dengan KIR masing-masing
peserta didik yang saya bina diutus untuk mengikuti lomba KIR di sangata dengan
didampingi oleh saya sendiri. Setelah berjuang dengan keringat dingan
alhamdulillah sekolah kami keluar menjadi juara 2 dan harapan 1 lomba Karya
Ilmiah Remaja (KIR) tingkat kabupaten. Prestasi tersebut sangat membanggakan bagi
sekolah kami SMAN 1 Kaubun saat itu karena mampu bersaing dengan
sekolah-sekolah yang ada di kota yang lengkap sarana dan prasarananya.
Setelah selesai perlombaan saya dan
peserta didik pulang dengan 2 piala dan uang pembinaan. Prestasi yang didapat
tersebut disambut gembira oleh kepala sekolah (Suparto, S.Pd.) dengan begitu
kepala sekolah juga memberikan penghargaan jugaberupa uang pembinaan.
Kedua, pada tahun 2014 silam melaksanakan
pelatihan pendidikan karakter atau in house training di SMAN 1 Kaubun selama 3
hari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur,
Bidang Pengembangan Kurikulum. Peserta dalam kegiatan ini adalah tenaga
pendidik dan kependidikan yaitu guru, staf, dan karyawan SMAN 1 Kaubun.
Kegiatan ini dilakukan karena saat itu pemerintah gencar menerapkan kurikulum
pendidikan karakter bangsa.
Kebetulan kala itu saya sebegai
koordinator kurikulum atau wakkur ditunjuk sebagai ketua panitia kegiatan.
Selama tiga hari kami belajar bagaiman mewujudkan pendidikan karakter di SMAN 1
Kaubun, sehingga pada akhirnya kami
sepakat melaksanakan 3 pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun yaitu karakter
Religius, Disiplin, dan Cinta Lingkunga. Sampai sekarang ketiga karakter
tersebut diajarkan di sekolah dan sudah membudaya diwarga sekolah.
Adapun yang menjadi motivasi saya dalam
melakukan dua hal tersebut adalah :
Motivasi pengembangan KIR
1) Menularkan ilmu
yang saya dapat kepada orang lain sehingga bermanfaat bagi generasi berikutnya.
2) Menjadikan
peserta didik sebagai seorang peneliti atau penulis karena dengan menulis kita
cerdas untuk berpikir menyelsaikan masalah.
3) Menunjukan
kepada masyarakat bahwa SMAN 1 Kaubun bisa dan mampu bersaing dengan sekolah
lain dalam hal KIR.
Motivasi pengembangan
Pendidikan Karakter Budaya Bangsa
1) Menjadikan SMAN
1 Kaubun menjadi sekolah yang berkarakter religius, disiplin, dan cinta
lingkungan.
2) Menyadarkan
warga sekolah bahwa pendidikan karakter budaya bangsa itu penting diterapkan
3) Memberikan
pemahaman kepada warga sekolah bahwa karakter tersebut merupakan kunci untuk
merai kesuksesan.
4) Intinya adalah
motivasi saya menjadikan diri saya bermanfaat untuk sekolah, peserta didik,
teman sejawat, keluarga, bangsadan negara.
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara
Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.
Adapun
yang menjadi fokus pengembangan adalah pengembangan keterampilan dan
pengetahuan peserta didik sehingga menjadi peserta didik yang cerdas, kreatif,
dan mandiri. Adapun bagian-bagian dari
fokus pengembangan tersebut adalah sebagai berikut:
Fokus
pengembangan KIR
1) Mendidik dan mengajarkan peserta didik bagaimana menyusun
karya ilmiah remaja (KIR) sehingga
mereka memiliki teterampilan memadai.
2) Mengajarkan peserta didik tentang konsep KIR sehingga
memiliki kecerdasan intelektual.
3) Malatih peserta didik tentang cara melakukan penelitian yang
baik.
4) Membentuk mental peserta didik untuk menjadi sang juara dalam
berkompetisi.
Fokus
pengembangan Pendidikan Karakter Berbudaya Bangsa
1) Melatih warga sekolah untuk dapat menerapkan pendidikan
karakter baik di sekolah maupun di lingkungan sekolah.
2) Membiasakan warga sekolah untuk datang depat waktusalah satu
wujud dari salah satu karakter disiplin.
3) Membiasakan warga sekolah hidup bersih dengan membuang sampah
pada tempatnya, wujud dari salah satu contoh karakter cinta lingkungan
4) Membiasakan warga sekolah melaksanakan ibadah sesuai ajaran
agama masing-masing, salah satu wujud penerapan karakter religius.
Jadi,
sepintar apapun saya dan seulet apapun kita dalam mengembangkan orang lain
tentu tidak akan akan berhasil jika orang yang kita kembangkan acuh takacuh,
setengah hati, dan tidakadakeseriusan untuk dibimbing. Saya sadar bahwa saya
bukan malaikat, tetapi satu hal yang pasti, menumbuhkan konsisten dan komitmen kepada
peserta harus dimaksimalkan,disini dibutuhkan keuletan dan kegigihan serta
kesepahaman bersama bahwa apa yang dilakukan tujuannya baik membawa
kemaslahatan.
Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut?
Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya
apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?
Dukungan
merupakan upaya dari kita untuk menyemangati orang lain dalam meraih cita-cita
atau meraih apa yang mereka inginkan. Dukungan ini dapat berupa moril dan
materil. Seperti halnya dengan yang saya lakukan. Membimbing dan membina orang
lain bukanlah hal yang mudah dan gampang semudah membalikan telapak tangan.
Merupakan pekerjaan yang sulit untuk membutuhkan dukungan dari dari orang lain
juga.
Adapun
dukungan yang dapat saya berikan kepada orang lain adalah berupa dukungan moril
dan materil. Dukungan moril berupa motivasi dan semangat menggebu-gebu sehingga
mereka percaya diri dan yakin bahwa apa yang mereka lakukan akan bermanfaat dan
mendapatkan hasil yang memuaskan. Meyakinkan
mereka bahawa yang sedang mereka lakukan adalah berjuang menuntuk ilmu,
menuntut ilmu adalah ibadah, kalau sudah
menjadi ibadah tentu mendapat pahala. Apa yang mereka lakukan tidak sia-sia
pasti akan bermanfaat untuk orang lain.
Disamping
dukungan moril tentu ada dukungan materil berupa bantuan dana atau keungan
karena kegiatan tanpa anggaran adalah anarkis sedangkan anarkis adalah
perbuatan keji. Untuk itu dukungan dana
selalu mengalir baik baik dari kepala
sekolah maupun dari dinas pendidikan.
Intinya
upaya sederhana yang saya lakukan untuk mendukung dan membantu orang lain
adalah dengan membantunya menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi.
Adapun
hambatan-hambatan yang yang saya hadapi adalah :
1)
Hambatan dari luar Kurangnya dukungan
dari masyarakat sekitar atau stake holder setempat, mengingat kegiatan-kegiatan
semacam ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Disamping anggaran
dukungan moril juga sangat kurang.
2)
Hambatan dari dalam diri adalah munculnya
rasa malas, kesal, kurang fokus dan sulit membuat rencana.
3)
Hambatan pada peserta susah diatur, tidak
tepat waktu, malas belajar, dan kadang-kadang tidak mematuhi peraturan.
Bagaimana hasilnya?
setelah
berjuang dengan menerapkan beragam pendekatan, metode, teknik, dan taktik
dengan menggunakan dengan menggunakan langkahyang strategis seperti yang sudah
saya jelaskan di atas maka saya berhasil membentuk kemampuan, keterampilan, dan pemahaman yang semakin baik. Hal ini
dibuktikan dengan mendapat juara 2 lomba KIR tingkat Kabupaten Kutai Timur,
disamping itu, masih diterapkannya pendidikan karakter di SMAN 1 Kaubun hingga
sampai saat ini, pendidikan karakter yang dimaksud adalah religius, disiplin,dan
cinta lingkungan. Dengan adanya keberhasilan itu maka merupakan kebanggan
tersendiri bagi saya karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain
baik secara suka rela maupun atas dasar tuntutan tugas dan pekerjaan.
Besar
harapan saya semoga pengalaman dan motivasi yang saya uraikan ini menjadi modal
awal saya untuk mengikuti seleksi calon guru angkatan 11 ini, dan lebih jauh
lagi harapannya dapat menjadi guru penggerak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar