Kamis, Agustus 13

Hasil Rapat Koordinasi: Penguatan Kompetensi Guru dan Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kombel

Samarinda, 13 Agustus 2026— Rapat koordinasi yang diselenggarakan membahas langkah-langkah strategis peningkatan kualitas pendidik serta pengaturan teknis penyelenggaraan pelatihan, dengan tetap menjaga semangat pengembangan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Berikut adalah rangkuman hasil kesepakatan dan arah kebijakan yang telah disepakati bersama.

Arah Pengembangan Kompetensi Pendidik

Pengembangan kompetensi menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Guru diharapkan dapat memanfaatkan waktu Hari Belajar Guru secara optimal sebagai sarana pengembangan diri. Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Wiwik Setiawati senantiasa berupaya mencari berbagai cara untuk meningkatkan kompetensi tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah secara berkelanjutan.

Wiwik mengharapkan keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat pengembangan kompetensi. BGTK diketahui telah melakukan dua kali pemangkasan dan efisiensi anggaran, yang berdampak pada pembatasan jumlah peserta pelatihan. Meski demikian, semangat BGTK dalam menyelenggarakan pelatihan serta semangat belajar para guru tetap tidak menurun. Tantangan ini justru mendorong munculnya kesepakatan bahwa sekolah dan guru harus berani melakukan inovasi dan terobosan baru untuk tetap memajukan kualitas pendidikan di lingkungannya masing-masing.


Mekanisme Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kombel

Penyelenggaraan pelatihan akan difokuskan melalui pendekatan Kelompok Kerja (Kombel), dengan kesepakatan sebagai berikut:

  1. Pemanfaatan Hari Belajar Guru akan diarahkan menggunakan pendekatan Kombel agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
  2. Materi pelatihan disusun berdasarkan kelompok mata pelajaran yang dikelola melalui Kombel, sehingga relevan dengan kebutuhan penguasaan materi ajar guru.
  3. Calon peserta pelatihan diusulkan oleh Ketua Kombel dan ditetapkan melalui rekomendasi Kepala Dinas.
  4. Pelatihan dilaksanakan di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) dengan memanfaatkan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS). Ketua Kombel mengajukan nama peserta melalui tautan yang telah disediakan.
  5. Perlu ditegaskan bahwa aplikasi Sindara digunakan hanya untuk pemetaan data, dan bukan sebagai media pelatihan.
  6. Sebanyak 56 Kelompok Kerja yang menjadi sasaran prioritas pelatihan akan dikonfirmasi kembali jadwal dan rinciannya pada tahap selanjutnya.

Pembiayaan Pelatihan

Terkait pembiayaan, telah disepakati ketentuan sebagai berikut:

  1. BGTK menanggung honorarium fasilitator.
  2. Biaya transportasi dan akomodasi peserta menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah atau peserta yang bersangkutan.


Hasil Pemetaan dan Penetapan Kombel yang Mendapat Pelatihan Tahun 2026

Hasil pemetaan dan evaluasi menyebutkan bahwa Provinsi Kalimantan Timur saat ini memiliki 1.245 Kelompok Kerja (Kombel) yang aktif, yang tersebar di sepuluh wilayah kabupaten dan kota. Jumlah Kombel terbanyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 417 komunitas, sedangkan jumlah paling sedikit terdapat di Kabupaten Mahakam Ulu dengan 37 komunitas.

Jangkauan Pelatihan Tahun 2026

Dari seluruh jumlah Kombel yang aktif, tidak semua mendapatkan pelatihan pada tahun 2026. Mengingat keterbatasan anggaran serta pertimbangan jarak kedekatan dengan sekolah model di masing-masing wilayah, pelatihan hanya diberikan kepada 56 Kombel dengan total 3.207 anggota.

Rincian Kombel yang Mendapat Pelatihan

Berdasarkan jenis dan tingkatan, Rincian komunitas yang mendapatkan pelatihan tahun 2026 ini adalah KKG SD tiga belas Komunitas, MGMP SMK enam Komunitas, MGMP SMA lima Komunitas, KKKS SD lima komunitas, MKKS SMP empat Komunitas, MGMP SMP empat komunitas, gugus TK tiga Komunitas, dan MKKS SMA tiga Komunitas. 

Sebaran Kombel  per Wilayah

Kombel yang terpilih mendapatkan pelatihan tahun 2026 berasal dari tujuh kabupaten/kota, yaitu: Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, dan Kabupaten Paser. Ketujuh wilayah tersebut dipilih karena lokasinya relatif lebih dekat dengan sekolah model yang menjadi rujukan di masing-masing daerah.

Sementara itu, Kombel yang berada di Kabupaten Kutai Timur harus bersabar karena  belum mendapatkan pelatihan pada tahun ini.

Kesenjangan Dukungan Fasilitator dan Harapan ke Depan

Tantangan yang juga menjadi perhatian dalam rapat adalah kesenjangan dukungan operasional fasilitator yang sangat jauh antara jumlah tenaga yang tersedia dengan anggaran yang dimiliki. Tercatat total fasilitator yang telah terlatih dan siap bekerja berjumlah 124 orang, namun anggaran yang tersedia saat ini hanya mampu mendukung 56 orang.

Menyadari adanya kesenjangan tersebut, diharapkan agar terdapat penambahan alokasi anggaran ke depannya. Dengan demikian, seluruh fasilitator yang telah siap dapat sepenuhnya bekerja mendampingi Kombel, sehingga target peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Timur dapat tercapai secara menyeluruh dan optimal.


Penutup

Keseluruhan kesepakatan dalam rapat koordinasi ini menegaskan bahwa keterbatasan sumber daya bukan penghalang untuk terus berbenah. Dengan semangat yang tetap tinggi, dukungan kelembagaan, serta pemanfaatan Kombel sebagai wadah utama pengembangan, diharapkan mutu kompetensi guru terus meningkat, inovasi di sekolah semakin berkembang, dan tujuan pendidikan yang berkualitas dapat tercapai bersama.




















Tidak ada komentar:

Hasil Rapat Koordinasi: Penguatan Kompetensi Guru dan Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kombel

Samarinda , 13 Agustus 2026— Rapat koordinasi yang diselenggarakan membahas langkah-langkah strategis peningkatan kualitas pendidik serta pe...