Sholat
dimulai pukul 07.00 WITA dan diakhiri dengan doa bersama. Sholat sunnah Istisqa
ini dipimpin oleh H. Faturahman, sedangkan H. Sulchan Arif (Kepala
KUA Kecamatan Kaubun) bertindak sebagai khatib. Sebelum pelaksanaan sholat, H. Faturahman menyampaikan tata cara pelaksanaan sholat sunnah Istisqa.
Dalam
khutbahnya, H. Sulchan Arif menegaskan: “Kita
berkumpul di sini bukan sekadar meminta hujan turun, melainkan untuk
meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Di saat langit tampak kering dan
tanah merindukan air, inilah saat yang tepat untuk melakukan muhasabah —
introspeksi diri. Janganlah kita menyalahkan alam semata, melainkan periksa
kembali apa yang telah kita perbuat.”
Allah SWT
berfirman dalam Al-Qur'an:
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami
tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan.” (QS. Al-An'am: 99)
“Dan Kami turunkan dari langit air yang memberkati, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan tanaman-tanaman yang dapat dipanen.” (QS. Qaf: 9)
Air adalah anugerah sekaligus tanda kekuasaan Allah. Jika kita bertakwa dan memohon ampun dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah akan membukakan pintu keberkahan dari langit. Kekeringan yang kita alami ini dijadikan-Nya sebagai momen muhasabah — saat merenungi kelalaian kita dalam menjaga amanah-Nya.
Berikut
adalah pesan-pesan penting yang beliau sampaikan:
- Gunakan air secukupnya, sesuai kebutuhan. Jangan
boros dan jangan berlebihan, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang boros.
- Pahamilah makna kekeringan: bukan
hanya soal sulitnya memperoleh air, melainkan juga ujian kepedulian antar
sesama. Mari kita saling berbagi air kepada mereka yang terdampak lebih berat.
- Pemerintah, perusahaan, sekolah, dan seluruh
masyarakat harus peduli terhadap air. Air adalah hak bersama
sekaligus tanggung jawab kita semua.
- Perlakukan alam dengan baik dan gunakan air
dengan bijak. Jangan merusak sumber kehidupan yang Allah titipkan kepada
kita.
- Jadikan masa sulit ini sebagai momentum
berbagi. Bagikan air, tenaga, dan kepedulian kepada sesama yang
membutuhkan.
Di akhir khutbahnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaubun tersebut mengajak seluruh jamaah untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.
“Marilah kita bertobat, memohon ampun, kembali kepada-Nya,
memperbaiki tingkah laku, dan menjaga kelestarian alam. Semoga Allah menerima
amal ibadah kita, melunakkan hati kita, dan segera menurunkan hujan yang lebat,
bermanfaat, dan membawa rahmat. Semoga kita semua diselamatkan, diberi
keberkahan air, serta dijaga dari kerusakan alam.”

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

