Diawal kajiannya kiyai Hasim menjelaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid pemurnian ajaran Islam berdiri tegak di atas tujuh pokok pikiran utama. Ketujuh hal ini bukan sekadar daftar prinsip, melainkan jiwa dan arah setiap langkah perjuangannya yang telah berjalan lebih dari satu abad. Berikut adalah penjelasan mendalam pak Yai Hasim mengenai setiap pokok pikiran tersebut:
1. Meng-Esakan Allah (Tauhid)
Tauhid adalah fondasi paling dasar dari seluruh ajaran Islam, sekaligus pijakan pertama Muhammadiyah. Prinsip ini mengajarkan bahwa hanya Allah SWT yang Tuhan semesta alam, satu-satunya yang berhak disembah, dimintai pertolongan, dan menjadi tujuan segala harapan. Bagi Muhammadiyah, pemahaman tauhid yang benar akan melahirkan akhlak yang lurus, pikiran yang jernih, serta keberanian untuk menegakkan kebenaran tanpa takut pada siapa pun selain Allah. Tanpa tauhid yang kokoh, seluruh amal perbuatan dan perjuangan akan kehilangan arah dan hakikatnya.
2. Hidup Bermasyarakat
Islam bukan agama yang mengajarkan umatnya hidup menyendiri atau memisahkan diri dari lingkungan. Sebaliknya, Islam adalah agama yang penuh kasih sayang untuk seluruh alam semesta. Oleh karena itu, pokok pikiran ini mengajak setiap warga Muhammadiyah untuk hidup hadir di tengah masyarakat, merasakan apa yang dirasakan masyarakat, dan berjuang bersama-sama memecahkan masalah yang ada. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi, Muhammadiyah hadir bukan untuk memisahkan diri, melainkan untuk menjadi bagian dari solusi kemajuan bersama.
3. Menerapkan Hukum Allah
Menerapkan hukum Allah bukan berarti sekadar menuntut peraturan negara, melainkan memulainya dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan seluas-luasnya. Hukum Allah mencakup seluruh aturan baik yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan alam semesta. Muhammadiyah meyakini bahwa kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan yang hakiki hanya akan terwujud jika kehidupan berjalan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Pencipta alam semesta.
4. Menegakkan Agama Islam
Tujuan utama berdirinya Muhammadiyah adalah menegakkan agama Islam sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Penegakan agama ini dilakukan dengan cara mendakwahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, membersihkan ajaran Islam dari segala kotoran, takhayul, bid’ah, dan khurafat yang menyimpang. Penegakan agama bukan dengan kekerasan atau paksaan, melainkan dengan nasihat yang baik, perbuatan yang nyata, dan ilmu yang bermanfaat.
5. Mengikuti Jejak Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang paling sempurna bagi seluruh umat manusia. Mengikuti jejak beliau berarti meneladani seluruh sifat, perilaku, serta cara beliau berdakwah dan membangun peradaban. Mulai dari kejujuran, amanah, sampaikan, tabligh, hingga semangat belajar dan bekerja keras. Muhammadiyah menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sumber ajaran, sehingga setiap langkah gerakannya selalu merujuk pada apa yang diajarkan dan dikerjakan oleh Rasulullah SAW.
6. Berorganisasi Muhammadiyah
Untuk mewujudkan cita-cita yang mulia, diperlukan wadah yang rapi, teratur, dan bersatu. Muhammadiyah mengajarkan bahwa persatuan dalam organisasi adalah kekuatan yang besar. Melalui organisasi, kekuatan yang terpecah-pecah dapat disatukan, kemampuan yang terbatas dapat saling melengkapi, dan cita-cita yang besar dapat dicapai secara bersama-sama. Kehidupan berorganisasi juga melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan semangat bekerja sama demi tujuan yang lebih tinggi dari kepentingan pribadi atau golongan.
7. Berideologi Muhammadiyah
Berideologi Muhammadiyah berarti meyakini dan menjadikan prinsip-prinsip Muhammadiyah sebagai panduan hidup dan cara berpikir. Ideologi ini berakar pada Islam yang murni, berpikiran maju, moderat, dan selalu berusaha memperbarui pemahaman ajaran agama sesuai dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan prinsip dasarnya. Hal ini menjadikan Muhammadiyah tidak mudah terombang-ambing oleh arus zaman yang berubah-ubah, namun tetap relevan dan selalu hadir menjawab tantangan masa dengan ajaran Islam yang benar dan damai.
Ketujuh pokok pikiran ini saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Sebagai satu kesatuan, ia menjadi kompas yang menuntun gerakan Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi agama, nusa, dan bangsa, serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi seluruh umat manusia.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar