Kamis, September 20

PENGURUS PGRI CABANG KAUBUN – KARANGAN RESMI DILANTIK “BEGINI SAMBUT PAK CAMAT DAN KETUM PGRI KALTIM”

          KAUBUN, Smanka – Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Kaubun – Karangan masa bakhti 2018-2023 resmi dilantik. Kamis, (20/09/2018) sekira pukul 11.40 wita, oleh Drs. H. Musyahrin, MM., Selaku ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur. Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan (SK) pengurus kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  Nomor : 025/Kep/PGRI-Kutim/XXI/2018, tertanggal 15 Feburari 2018, ditetapkan di sangata. SK tersebut ditanda tangani oleh Dsr. H. Imam Hidayat, M,Si. dan Jamhari, SP, M.Pd. sebagai ketua dan sekertaris.

         Adapun susunan pengurus cabang Kaubun; Budi Handoko, SP., M.Pd. (ketua), I Ketut Kartana, M.Pd. (wakil ketua), Junaidi, S.Pd.I (sekertaris),  Pujo Subuh Handoko, S.Pd. (wakil sekertaris), dan Israbiah Lestari, S.Pd., SD (bendahara. Sedangkan PGRI cabang Karangan ; Nurhamidah, S.Pd.I (ketua), Anang Tjahja Triwibowo, M.Pd. (wakil ketua), Yaniek Ekowati, M.Pd. (sekertaris). Dan Nurwahidah, S.Hi. (bendahara).

Pelantikan dilaksanakan di gedung serbaguana (aula) SMP Negeri 1 Kaubun. Dihadiri oleh berbagai unsur terkait yakni; kepala UPT Kecamatan Kaubun–Karangan, Camat Kaubun – Karangan, ketua PGRI Kutai Timur dan Kalimantan Timur, serta beberapa guru dan staf TK, SD, SMP, dan SMA disekita tempat kegiatan.

Acara berlangsung singkat, dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Jamhari, SP, M.Pd. kemudian dilanjutkan dengan pelantikan. pelantikan kali ini sedikit berbeda dengan biasanya. Jika biasanya ikrar janji dibacakan oleh yang melatik lalu diikuti oleh segenap pengurus yang dilantik. Tetapi, kali ini justru  yang dilantiklah yang membacakan ikrar janjinya, dalam hal ini adalah ketua yang diikuti oleh anggota pengurus.

“Yang membacakan sumpah dan janji bukan saya, karena saya bukan orang yang dilantik. saya hanya mengarahkan dan meyaksikan. Silahkan masing-masing ketua cabang PGRI Kaubun-Karangan maju ke depan untuk membacakan janjinya, pengurus lain silahkan mengikuti”. Tegas H. Musyahrin, mantan Kepala Dinas Provinsi Kalimatan Timur itu kala itu.

Setelah pengurus selesai dilantik, camat kaubun dan ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan sambutan.  Camat Kaubun selaku dewan penasehat PGRI cabang Kaubun tampil lebih dulu. Beliau menyadari betul bahwa Kesuksesan dan keberhasil yang diperolehnya tidak terlepas dari peran guru. Oleh karena itu, guru sangat dibutuhkan. Ia juga menyambut baik program kerja PGRI. harmonisasi dan koordinasi antara lembaga perlu dilakukan. organisasi PGRI yang membingkai elemen guru harus hadir ditengah-tengah masyarakat karena perannya sangatlah penting.

“Saya dapat berdiri di depan ini atas berkat perjuangan guru, keberhasilan yang saya capai saat ini hasil dari tangan kreatif guru. Untuk itu, PGRI sebagai organisasi keguruan harus mampu meningkatkan mutu kehidupan kita. PGRI harus menjadi pilar projet pencerdasan dan kesejahteraan rakyat sehingga generasi berikutnya dapat meraih sukses gemilang”. ucap Muh. Amin, SP.

Sedangkan, pesan ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur adalah  akan pentingnya profesional dan solidaritas mengingat jabatan guru adalah jabatan profesional. Profesi guru tidak boleh disamakan dengan “tukang sampah” karena tidak bisa digantikan oleh orang lain.

“PGRI adalah organisasi profesi, yakni kumpulan orang-orang profesional, yang jabatannya diakui. Profesi guru tidak boleh disamakan dengan tukang sampah jalanan. Profesi guru sudah diatur melalui UU Guru dan Dosen”. Sahut H. Musyahrin.

         Sambung beliau, Disamping organisasi profesi, PGRI juga adalah organisasi perjuangan. PGRI hadir untuk memperjuangkan nasib guru, memperbaiki kesejahteraan guru. Dengan adanya oraganisasi PGRI guru semakin membaik saat ini.

“PGRI adalah organisasi perjuangan, memperjuangkan hak-hak guru yang dikungkung oleh penguasa. PGRI berjuang tidak dengan melakukan demonstrasi atau turun ke jalan melainkan berjuang secara profesional yakni melakukan lobi-lobi poltik, diskusi, dan audiensi dengan pengambil kebijakan. Hasilnya apa? Yang mengusulkan UU guru dan Dosen adalah PGRI, yang mengusulkan pengurangan jam wajib mengajar 24 jam adalah PGRI. Pokoknya PGRI selalu hadir memperjuangan nasib guru”. Tegasnya.

Lanjutnya lagi, ”kalau pendidikan mau berhasil guru harus diperhatikan. Kalau generasi mau cerdas guru harus dijadikan prioritas kesejahteraan. Keberhasilan pendidikan tidak terletak pada kemegahan gedungnya tetapi pada peran seorang guru”.

Mengahiri sambutannya, Mantan Kepala Dinas Provinsi Kalimatan Timur itu berpesan untuk menggelorakan semangat kebersamaan, tingkatkan solidaritas, hindari politik pecah belah, saling tolong menolong antara sesama. sukses untuk pengurus PGRI cabang Kaubun – Karangan.

Yel-yel PGRI
Hidup guru .... hidup
Hidup PGRI .... hidup
Solidaritas  ... yes

(Oleh : Subroto) 

Selasa, Agustus 22

LKBB MERIAHKAN HUT RI KE 72 “Ratusan Pelajar Padati Jalan Poros Kaubun”


KAUBUN__“Siaaaaap gerak. Langkah tegak majuuuu jalan. Buka… tutup barisaaan… jalan”.  Teriakan keras membumbung yang memekkan telinga dari salah satu komandan barisan gerak jalan salah satu sekolah dasar.
Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) ini dilaksanakan di jalan Poros Desa Bumi Etam (SP 1) Kecamatan Kaubun pada hari Kamis (10/8). Lebih kurang 1 km jalur tempuh yang harus dilewati oleh para peserta gerak jalan. Kegitan ini dilaksanakan lebih awal yakni H -7 sebelum puncak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesi yang ke 72 nanti pada tanggal 17 Agustus 2017 di lapangan SP1.
          Kegiatan lomba dibuka secara resmi tepat jam 09:00 dini hari oleh kepala UPT Pendidikan Kecamatan Kaubun yaitu Bapak Muhammad Noor, S.Pd. yang didampingi oleh seluruh pengawas dan kepala sekolah. Pak Nor (sapaannya) mengibarkan Sang Saka Merah Putih dititik star sebagai tanda memulainya perlombaan. Dititik star terlihat barisan para pelajar SMAN Kaubun kemudian dilanjutkan oleh barisan pelajar SDN dan SMP.
          LKBB diselenggarakan oleh UPT Pendidikan dengan membentuk panitia pelaksana dari kompulan pengawas, kepala sekolah dan guru. Adapun ketua panitia lomba adalah Bapak Syamsudin, S.Pd., M.Si. ketika kami ingin mengkomfirmasi kepada Ketum (Ketua Panitia) perihal lomba tersebut, ternyata Ketum tidak ada ditempat beliau berada di luar kota karena ada urusan yang mendesak. Kemudian kami himpun data dari sumber yang tidak disebutkan namanya. Dia menjelaskan “Bahwasanya kegiatan lomba diikuti oleh seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah di Kecamatan Kaubun, yaitu 9 SDN dan 4 SMP dan hanya satu SMP yang berhalangan ikut yakni SMP 02. Sedangkan SMAN Kaubun tidak masuk sebagai peserta lomba tetapi hanya berpartisipasi. SMAN menurunkan dua regu barisan satu regu pembuka dan satu legi sebagai regu barisan penutup. Masing-masing SDN dan SMP menurunkan dua regu yang terdiri dari regu pa (putra) dan regu pi (putri)”.
          Jauh hari sebelum LKBB dimulai, masing-masing sekolah sudah mempersiapkan diri lebih awal dengan memilih siswa dan siswi terbaiknya untuk dilatih. “Latihan dilaksanakan rutin setiap hari yakni pagi dan sore, guru olah raganya yang melatih mereka. Latihan fisik dan mental menjadi prioritas kami sehingga mereka selalu fit saat lomba”. Ujar salah satu kepala sekolah.  
          Ratusan penonton dari berbagai kalangan bertengger di pinggir jalan menyaksikan gerak jalan tersebut. Sorakan, teriakan dan tepuk tangan yang meriah ditumpahkan oleh mereka sehingga tidak heran para peserta gairah semangatnya memuncak. Selalu berusaha tampil maksimal, menarik dan menyenangkan di depan dewan juri. Selama lebih kurang 10 menit setiap regu barisan menampilkan variasi barisannya di depan dewan juri. Menunjukan kebolehannya dalam hal baris berbaris sesuai indikator penialain.
          Adapun dewan juri dalam kegiatan lomba ini adalah guru-guru SDN dan SMP yang sudah terpilih oleh Panpel (Panitia Pelaksana) yang tidak diragukan kredibilatas dan akuntabilitasnya. Dijamin sportif, netral dan tidak nepotisme. Diantaranya adalah Ibu Silce Matindas, S.Pd., Ibu Bertin Syah Ani, S.Pd. Bersebelahan dengan dewan juri terlihat Pak Nor (kepala UPT) yang didampingi oleh Pak Pur (pengawas SMA) dan seluruh kepala sekolah  yang memantau langsung LKBB. Mulai dari awal sampai akhir kegiatan, beliau masih terlihat di bawah tenda biru panitia pelaksana yang berada di depan kantor camat kaubun.
          Dari pantauan kami selama kegiatan berlangsung, arus kendaran tetap ramai lancar, Gerak jalan tidak menyebabkan kemacetan parah. karena pihak keamanan dari Kapospol sektor Kaubun mengarahkan anggotanya untuk mengatur arus lalu lintas dengan membuka tutup arus jalan. (Subroto)
            
         
         
         

7 PENGAWAS DAN 34 KEPSEK DIKUKUHKAN “Jabatan Fungsional SMA, SMK, Dan SLB Kutim Sumringah”


KAUBUN__ Semenjak diberlakukannya UU no. 23 tahun 2014 yang mengalihkan fungsi pemerintah daerah kabupaten ke pemerintah daerah propinsi dalam hal pengelolaan pendidikan menengah yakni SMA, SMK, dan SLB membuat carut-marut pendidikan menengah di Kabupaten Kutai Timur tak terelakan. Mulai dari jarak sekolah dengan propinsi yang cukup jauh, tambahan penghasilan (TPP) yang menurun, gaji guru honor daerah yang rendah sampai pada status kepegawain yang belum jelas keberadaannya. Diperparah lagi dengan adanya wacana bahwa SMA, SMK, dan SLB dikelola kembali oleh pemerintah daerah kabupaten semenjak dilimpahkan per 1 Januari 2017 lalu. 
 
         Sabtu (12/8) kemarin dini hari menjawab salah satu dari deretan masalah di atas. Bertempat di gedung Darma Wanita jalan pendidikan Bukit Pelangi. 7 pengawas dan 34 Kepala Sekolah dikukuhkan oleh Sekretaris Daerah Propinsi Kalimantan Timur yaitu Dr. Ir. H. Rusmadi Wongso, SP. mewakili Gubernur Kaltim. yang disaksikan oleh Wakil Bupati, Sekertaris Dewan, dan Sekertaris Daerah Kutai Timur. Disaksikan pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Timur yakni Dra. Hj. Dayang Budiarti, M.Pd. beliau datang bersama rombongan sekda.  Disamping itu, ratusan pasang mata dari guru-guru dan pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Kutai Timur yang memadati ruang gedung ikut menatap tajam acara pengukuhan tersebut. 

Sebelum acara pengukuhan, giliran Kepala Dinas Pendidikan Propinsi menyampaikan laporan “Guru SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta di Kabupaten Kutai Timur berjumlah 1.089 orang”. Tegas Ibu Dayang. Mengahiri laporannya beliau meminta kepada sekda untuk memberikan pengarahan dan mengukuhkan jabatan fungsional pengawas, kepala SMA, SMK, dan SLB. 

Sekira jam 11.00 pengukuhan dimulai. Bapak  Rusmadi (sapaannya) membacakan teks pengukuhan tanpa diikuti oleh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan berita acara dan pemberian ucapan selamat kepada peserta yang dikukuhkan. 

Setelah acara pengukuhan selesai, terlihat bapak Wakil Bupati Kutai Timur di atas mimbar menyampaikan sambutan. “Kami pemerintah daerah Kutai Timur siap memberikan batuan baik pembangunan gedung sekolah maupun kesejahteraan guru semenjak tidak bertentangan dengan aturan yang ada. SMA, SMK, dan SLB adalah masih bagian dari kami meskipun pengelolaannya sudah berada di dinas Propinsi”. Jelas Bapak Kasmidi. 

Diakhir kegiatan, bapak Sekda Propinsi Kalimantan Timur menyampaikan sambutan. Lebih kurang tiga puluh menit beliau bertutur di depan audiens. Adapun inti dari dari tuturannya adalah akan pentingnya pembangunan, pendidikan, kesejahteraan di Kalimantan Timur yang bertumpu pada tangan tenaga pendidik dan kependidikan. “Guru harus mampu menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan kopetitif. Tidak hanya itu, yang terpenting lagi adalah generasi yang berkarakter budaya bangsa”. Jelas Rusmadi.  Sekda melanjutkan “Bahwa kesejahteraan ekonomi di Kaltim harus ditingkatkan. kesempatan kerja harus diperbanyak. Kita tidak boleh puas dengan apa yang ada tetapi bagaimana yang ada kita kelola lebih lanjut. Misalnya CPO dari kelapa sawit, tidak lagi kita eksport tetapi kita harus bisa kelola sendiri menjadi bahan siap pakai”. 

Kegiatan diakhiri dengan hiburan. Pak sekda menyumbangkan dua lagu, beliau tampil bak artis papan atas. Suaranya yang merdu dan cengkokannya yang lincah membuat semua yang hadir terkesimah serta bertepuk tangan meriah. 

Detik-detik penutupan terlihat raut wajah pengawas dan kepala sekolah yang sumeringah. Senyum ringan dan wajah ceriah terpampang di garis muka mereka. Setiap orang memberikan ucapan selamat. Masing-masing mereka memegang SK sebagai tanda kejelasan status jabatan fungsional Kabupaten Kutai Timur pada Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Timur. 

Pukul 12.30 kegiatan selesai. Semua peserta dan undangan membubarkan diri dengan tertib. (Subroto)
 

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU



GTK SE-KECAMATAN KAUBUN PERKOH IMAN DEMI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MAJELIS ADZ-DZIKRA

KAUBUN – Rabu, 22 Juli 2026, Majelis Taklim Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se-Kecamatan Kaubun kembali digelar, sebagai sarana memperku...