Selasa, Februari 20

PERTANYAAN WAWANCARA GURU PENGGERAK



1. Apa motivasi Anda mengikuti pendidikan guru penggerak?

Contoh Jawaban:

Saya ingin menambah wawasan tentang hal baru agar bisa saya manfaatkan di dalam pembelajaran di kelas. Saya pikir, makna penggerak adalah guru yang selalu aktif belajar dan mencari tahu tentang hal baru di dunia pendidikan dan bisa menerapkannya di dalam pembelajaran.

 

2. Apa pendapat Anda tentang Guru Penggerak?

Contoh Jawaban:

Saya pikir, penggerak adalah guru yang selalu aktif belajar dan mencari tahu tentang hal baru di dunia pendidikan dan bisa menerapkannya di dalam pembelajaran.

Salah satu nilai dari guru penggerak adalah mandiri. Saya merasa bahwa saya sudah menjadi guru mandiri, mengikuti beragam pelatihan atas inisitaif sendiri bukan hanya tuntutan dari pihak dinas atau sekolah.

 

3. Apa yang mendorong Anda sehingga ikut serta dalam program Guru Penggerak.

Contoh Jawaban:

Saya mau mengembangkan diri seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi supaya selalu mampu berkolaborasi dan sebagai pengiring generasi dan menyukseskan program merdeka belajar.

 

4. Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya

Contoh Jawaban:

Kelebihan saya untuk mendukung peran saya sebagai guru penggerak adalah saya senang belajar dan saya mampu memberikan perubahan dinamika belajar pada siswa dengan membuat metode pembelajaran yang sifatnya menyenangkan dan berpusat kepada siswa dalam era sekarang.

Alasannya saya yakin menjadi guru penggerak adalah saya bisa menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan serta akan mencoba menelusuri lebih lanjut tentang filosofi Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan diIndonesia yang kaitannya tentang teori belajar yang menjadi acuan dalam merubah kehidupan belajar pada era sekarang ini dengan menerapkan pendidikan yang berpedoman dengan 3 semboyan.

1. Ing ngarso sung tulodo didepan memberikan contoh yang baik.
2. Ing madya mangu karsa yang artinya berada ditengah bisa membangun motivasi dan kekuatan.
3. Tut wuri handayani yang artinya apabila berada di dibelakang memberikan dorongan yang baik

Sebagai contohnya dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari,sebagai seorang guru kita tetap harus berpedoman pada 3 semboyan Ki hajar dewantara. yang dimana semboyan yang pertama kita harus memberikan contoh yang baik kepada siswa mulai dari cara perpakaian, penampilan serta tutur kata yang sopan dan cara kita bersosialisasi kepada peserta didik.

Karena guru merupakan seorang figur yang sering dilihat sama siswa. dengan kita memberikan contoh yang baik kepada mereka kita berharap mereka bisa meniru segala kebaikan yang mereka lihat dari guru.

Guru juga merupakan transfer knowledge kepada siswa sehingga sebisa mungkin kita berada ditengah untuk memberikan ilmu dan membangun semangat belajar siswa.

 

5. Apa kesulitan terbesar yang pernah Anda alami mengajar.

Contoh Jawaban:

Kesulitan tetap ada, adapun esulitan terbesar yang pernah saya alami saat mengajar ialah tidak adanya media atau alat yang bisa saya pakai untuk mengajar.

 

6. Bagaimana langkah-langkah Anda dalam mengatasinya, siapa saja orang yang Anda libatkan dalam mengatasi masalah tersebut dan bagaimana hasilnya.

Contoh Jawaban:

Dengan keterbatasan itu saya berusaha untuk membuat media sendiri secara sederhana sesuai dengan kebutuhan dengan tujuan memberi pemahaman kepada peserta didik dengan media lain.

Adapun media pembelajaran yang saya buat adalah blog/wordpress/website sebagai media belajar digital untuk memudahkan siswa belajar secara daring.

Saya mengajar diskusi peserta didik atau rekan guru lain.

 

7. Jika Anda lolos seleksi sebagai Guru Penggerak, hal apa yang akan Anda lakukan terhadap siswa maupun sekolah tempat Anda bertugas.

Contoh Jawaban:

Saya ingin tetap selalu menjadi katalis perubahan pendidikan dengan terus menggali potensi diri sebagai pengiring generasi supaya menjadi bagian perubahan pendidikan seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi.

 

8. Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut?

Contoh Jawaban:

Dalam hal ini saya mempunyai inovasi yaitu pengoptimalisasi peralatan olahraga di sekolah, adapun yang mendorong saya melakukan inovasi ini karena bebasnya siswa mengambil peralatan olahraga, terkadang alat olahraga hilang dan tidak pada tempatnya manalagi peralatan olahraga cepat rusak, kejadiannya 2 bulan yang lalu dimana saya dalam off campus untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar asn, disini saya memulai dengan mengambil rak yang tidak terpakai namun masih layak, ruangan yang luas dan kosong akhirnya saya manfaat sebagai gudang peralatan olahraga, mengatur rak agar rapi, mengecat dinding dan rak, mensortir peralatan olahraga yang rusak, mengkategorikan peralatan olahraga sesuai bentuk dan jenisnya, membuatkan buku pinjaman peralatan olahraga, membuat alur peminjaman peralatan olahraga, membuatkan kartu kontrol untuk peminjaman peralatan olahraga,upaya saya agar inisiatif sya terlaksana dengan mengkoordinasikan kepada kepala sekolah dan meminta bantuan kepada teman sejawat, serta mengatur waktu.

Peran saya sebagai ketua sekaligus penanggung jawab gudang peralatan olahraga dapun pihak lain teman sejawat membantu dalam mengangkatan barang, pemilahan peralatan yang masih bisa digunakan, mengecatan, dampak yang di hasilkan merupakan tertatanya peralatan olahraga dan teraturnya peminjaman oleh siswa dan mampu memanfaatkan alat olahraga di sekolah sehingga alat olahraga diskolah jika rusak namun terpakai daripada rusak tidak terpakai dan hilang.

Yang mendorong saya lakukan ini selain saya punya tugas aktualisasi juga sebagai bentuk perubahan disekolah khususnya di pemanfaatan peralatan olahraga yang masih kurang dilakukan, dampak yang diperoleh dalam melakukan inisiatif ini siswa dengan mudah meminjam alat olahraga dan adanya kepercayaan kepala sekolah dalam hal pengaturan alat olahraga.adapun yang saya lakukan agar kegiatan ini terlaksana dengan adanya koordinasi kepala sekolah atas manfaat dalam mengoptimalkan peralatan olahraga disekolah, dan adapun pihak lain yang membantu baik dukungan moral

 

9. Apa potensi atau kelebihan yang Anda miliki.

Contoh Jawaban:

Secara bakat, saya tidak memiliki kelebihan menonjol namun saya memiliki kemampuan dan kemauan yang kuat sebagai guru pembelajar yang berkelanjutan.

Dengan kemauan yang keras itulah saya pribadi akan terus berliterasi, terus menggali informasi supaya bisa saya bagikan melalui blog yang saya kelola.

Secara pribadi, saya ingin selalu beristiqomah saat belajar sehingga bisa menjadi bagian perubahan pendidikan seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi. Saya ingin selalu meningkatkan kualitas diri dan terus menginformasikan program-program kemendikbudristek lewat blog yang saya kelola.

 

10. Apa yang sudah Anda lakukan untuk menciptakan perubahan.

Contoh Jawaban:

Secara khusus untuk peserta didik yakni melakukan perubahan di dalam proses pembelajaran yang berpusat pada murid meskipun dengan minimnya sarana prasarana menggunakan teknologi yang ada.

 

11. Bagaimana menjalin hubungan dengan teman dan atasan.

Contoh Jawaban:

Saya menyadari bahwa aspek sosial sangatlah penting adapun cara menjalin hubungan adalah dengan saling bertukar informasi, pendapat, inovasi, kreasi yang bersifat membangun demi kemajuan pendidikan.

 

12. Bagaimana cara Anda dalam mengambil keputusan?

Contoh Jawaban

Sebelum mengambil keputusan saya selalu membayangkan terlebih dahulu akibat apa yang timbul karena keputusan yang saya ambil.

 

13. Bagaimana cara Anda mengembangkan diri?

Contoh Jawaban:

Sebagai seorang guru, pengembangan diri adalah hal yang sangat penting bagi saya.

Saya terus-menerus mencari kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi dan keterampilan saya.

Ini termasuk mengikuti pelatihan dan workshop terkait pendidikan, terbaru dalam metode pengajaran, dan teknologi pendidikan.

Saya juga aktif membaca literatur terkini dalam bidang pendidikan dan mengikuti perkembangan terbaru dalam kurikulum sekolah.

Selain itu, saya memanfaatkan umpan balik dari rekan guru dan evaluasi diri untuk terus melakukan perbaikan dalam pengajaran saya.

Selain aspek akademis, saya juga mencari inspirasi dari pengalaman siswa dan mengembangkan keterampilan empati serta kemampuan komunikasi untuk lebih baik dalam membantu siswa.

Semua upaya ini bertujuan untuk menjadi guru yang lebih efektif dan berdaya guna dalam mendukung perkembangan siswa dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.

 

14. Apakah Anda pernah mencari pengetahuan secara mandiri?

Contoh Jawaban:

Tentu saja, sebagai seorang guru, pencarian pengetahuan secara mandiri adalah suatu keharusan.

Saya meyakini bahwa pendidikan tidak berakhir ketika kita selesai dengan pendidikan formal.

Oleh karena itu, saya secara rutin mencari pengetahuan secara mandiri.

Saya membaca buku, artikel, dan jurnal terbaru tentang pendidikan, menghadiri seminar, webinar, dan pelatihan, serta bergabung dalam komunitas pendidik yang memungkinkan saya untuk berbagi pengalaman dan belajar dari rekan-rekan sejawat.

Selain itu, saya selalu mencari informasi dan inovasi terkini dalam dunia teknologi pendidikan untuk memperkaya metode pengajaran saya.

Pencarian pengetahuan mandiri ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran saya, tetapi juga membantu saya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah.



SUMBER: 

https://sumsel.tribunnews.com/2023/11/06/14-contoh-pertanyaan-wawancara-guru-penggerak-angkatan-10-lengkap-dengan-kunci-jawabannya-terbaru?page=4


 

Sabtu, Januari 20

MERDEKA BELAJAR MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS ; KONFERENSI KERJA PGRI CABANG KAUBUN 2024/2026

    PGRI CABANG KAUBUN - Bertempat di ruang  Laboraturium SMP Negeri 1 Kaubun, organisasi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Cabang Kaubun menyelenggarakan Konferensi Kerja Masa Bakti Kepengurusan Periode 2024-2026  (Sabtu, 20/01/2024). Konferensi ini dihadiri oleh segenap pengurus, semua Kepala Sekolah (TK, SD, SMP, dan SMA) atau yang mewakili, Ketua Majelis Taklim PGR, Ketua Koperasi PGRI, dan Ketua IGOR (Ikatan Guru Olah Raga) Kaubun. Konferensi dimulai pukul 09.00 wita dengan acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars kutai Timur, Mars PGRI, dan doa pembukaan yang dipimpin oleh Farhan (salah satu guru Agama Islam) kemudian dilanjutkan dengan sidang Pleno. Konferensi ini mengangkat tema “Merdeka Belajar Menuju Pendidikan Berkualitas”.

Dasar dilaksanakan konferensi ini adalah perintah AD/ART organisasi dan himbauan Ketua PGRI Cabang Kabupaten bahwa setiap Ketua PGRI Kecamatan wajib melaksanakan Konferensi Kerja. Konferensi kerja cabang PGRI minimal sekali dalam setahun. Setiap cabang wajib melakukan konferensi tersebut disetiap awal tahun. Atas dasar itulah Ketua PGRI cabang Kaubun menginisiasi terlaksananya konferensi ini.

 Sebelum sidang pleno (rapat kerja) dimulai ketua PGRI Cabang Kaubun Budi Handoko memberikan kata pengantar dengan mengajak semua yang hadir konferensi untuk merasa memiliki organisasi profesi PGRI sehingga menggerakan semua element dalam memajukan dunia pendidikan di Kecamatan Kaubun.


“Saya sebagai ketua PGRI mengajak kita semua untuk merasa memiliki oraganisasi ini karena dengan merasa memiliki itu, ada semangat yang timbul dalam diri masing-masing untuk memperjuangkan dan memajukan PGRI. PGRI sudah banyak membantu guru dan tenaga pendidik misalnya saja kenaikan insentif (penghasilan tambahan) yang sudah kita rasakan dua tahun terakhir ini dan semoga terus berlanjut.” Tegas Ketua Ketua PGRI. 

“Bahwa atas perjuangan organisasi PGRI lah UU Guru dan Dosen tercipta, kita semua (guru dan dosen) patut berterima kasih kepada PGRI karena mungkin tanpa PGRI nasib guru sebagai jabatan profesi hanya sekadar wacana” Sambung Handoko (sapaanya). 


Ketua PGRI menyampaikan pula kepada peserta konferensi bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur dalam hal ini Dinas Pendidikan sudah bersinergi dengan organisasi PGRI baik dalam hal kegiatan maupun anggaran kegiatan. Misalnya saja Konferensi PGRI Cabang Kabupaten Kutai Timur kemarin dilaksanakan disalah satu Hotel di Sangatta atas perintah Dinas, anggaran dan biaya kegiatan disponsori oleh Dinas Pendidikan. Hal ini sebagai bukti bahwa PGRI didukung penuh oleh Dinas Pendidikan. Hal ini menunjukan keseriusan Dinas Pendidikan untuk memajukan dunia pendidikan.

 Sekadar informasi bahwa PGRI cabang Kaubun menjadi PGRI yang tergiat menyelenggarakan kegiatan. Predikat ini berdasarkan evaluasi ketua PGRI Cabang Kabupaten dalam Konferensi kemarin. Disamping itu, PGRI Kaubun memiliki cabang organisasi misalnya; Majelis Taklim PGRI, Koperasi PGRI, dan IGOR PGRI. Kemudian dalam kegiatannya PGRI Cabang Kaubun mampu menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dewan (DPRD), dll. hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PGRI Cabang Kaubun.

    Menjelang dilaksanakannya kegiatan inti atau rapat kerja diberikan kesempatan kepada setiap pengurus dalam hal ini ketua IGOR, ketua Majelis dan koordinator bidang pendidikan dan pelatihan untuk menyampaikan hasil kegiatan dan rencana kegiatan yang akan datang. Kemudian akhir dari konferensi ini adalah penyampaian usul saran dari peserta. Konferensi (rapat kerja) berakhir pukul 13:30 dengan hasil rapat sebagai berikut :


 

 

  

Rabu, November 29

HUT PGRI KE-78 & HGN CABANG KAUBUN "TRANSFORMASI GURU WUJUDKAN INDONESIA MAJU"

HUT PGRI KE-78 & HGN, Rabu (29/11/20203) bertempat di lapangan SMP Negeri 1 Kaubun dilaksanakan upacara perayaan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) cabang kaubun. Sekira jam 08.30 wita upacara dimulai. Hadir sebagai tamu undangan dalam kegiatan ini Kapolpos Kaubun, BabinKamtibmas, Babinsa, staff Korwil Pendidikan, Kades, UPT. Pertanian, UPT. Kesehatan, Pengawas Pendidikan, seluruh Kepala Sekolah, Tokoh Pendidik/Kependidikan, Alumni PGRI dan stakeholder. Perayaan kali ini berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya, jika sebelumnya dilaksanakan tepat pada tanggal 25 November maka tahun ini dilaksanakan tiga hari setelah HUT yaitu pada tanggal 29 November hal ini terjadi karena padatnya kegiatan kepala sekolah dan dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur. 

Tenaga pendidik dan kependidikan disemua jenjang mulai dari Paut, TK, SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Kaubun ikut andil menjadi peserta upacara dan tidak ketinggalan juga siswa-siswi SMAN 1 Kaubun, SMPN 1 Kaubun, dan SDN 004 Kaubun. Tidak semua siswa dan siswi diturunkan dalam upacara ini karena lapangan atau tempat tidak mampu menampung segenap peserta. Hanya beberapa dari siswa-siswi SMAN, SMPN 1, dan SDN 004 yang terpilih menjadi peserta upacara. 

Pembina upacara dalam hal Ketua PGRI Cabang Kaubun menyampaikan amanat dengan membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim "Apresiasi kepada semua guru, tenaga pendidikan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang sangat luar biasa dengan penerapan Kurikulum Merdeka" Tegas pak menteri lewat Budi Handoko.  Lanjut beliau "Pada peringatan HUT PGRI Ke 78 dan Hari Guru Nasional tahun ini, mari kita gaungkan semangat kepedulian dengan balutan sikap optimis untuk kembali memulihkan negeri ini, mari kita bergerak bersama sama untuk memulihkan kembali pendidikan di bumi pertiwi ini".

Sebelum upacara dimulai para peserta dan tamu undangan disuguhkan tari kreasi persembahan dari siswi SMA Negeri 1 Kaubun yang dimainkan oleh Salbiatul Munauwah dan kawan-kawannya.  Siswi binaan Syarifah Raudah (Guru SMA) ini tampil memukau, menghipnotis semua mata yang menontonnya. 

Kemudian setelah rangkaian acara selesai dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dan bingkisan kepada alumni PGRI yang diwakili oleh Sujadi Mulyo dan Herman Senda. Penghargaan ini diserhakan oleh ketua PGRI cabang Kaubun dilanjutkan dengan 
Penyerahan Piala dari kegiatan Merdeka belajar CUP (sekadar informasi bahwa siswa SMP club sepak bola 
menjadi juara dua pada ajang Festival Sepak Bola Jenjang SMP yang bertajuk ‘Merdeka Belajar Cup’ garapan Disdikbud Kutim, setelah melalui laga final belum mampu mengkandaskan perlawanan sengit dari tim asal Busang B di babak tos-tosan (pinalti) dengan skor 4-5. Dan setelah di waktu normal, bermain imbang sama kuat 2-2 yang berlangsung di Stadion Utama Kudungga, Sangatta, Sabtu (25/11/2023) pagi). Setelah itu foto bersama. Upacara selesai sekira pukul 10:00 wita dan dilanjutkan dengan lomba-lomba atau hiburan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.   

Adapun petugas upacaya pada perayaan ulang tahun PGRI dan HGN ke 78 kali ini yang bertindak sebagai pembina upacara adalah kepala SMPN 1 Kaubun yaitu Budi Handoko, SP. M.Pd., selaku ketua PGRI cabang Kaubun dan sekaligus 'tuan rumah', pemimpin upacara Subadri Payong, S.Pd., kemudian Protokol Anisa, S.Pd., pembaca sejarah singkat PGRI Zilvy Aulia, S.Pd., pembaca UUD 1945 Heru Prasetiyo, S.Pd., pembaca doa Ayatman, S.Pd., sedangkan dirjen Getrudis misa, S.Pd., dan Pengibar bendera Dian Saputri Maria Nona Wanti, S.Pd. 






Senin, November 27

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) DALAM KURIKULUM MERDEKA


Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Capaian yang ditargetkan dimulai sejak Fase A dan berakhir di Fase F. Mulai Fase A - C jenjang SD (fase A kelas I dan II, fase B kelas III dan IV, fase C kelas V dan VI) kemudian fase D jenjang SMP (kelas VII, VIII dan IX) serta fase E dan F jenjang SMA (fase E kelas X dan fase F kelas XI dan XII). 

CP menjadi acuan untuk pembelajaran intrakurikuler. Sementara itu, kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak perlu merujuk pada CP, karena lebih diutamakan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang utamanya untuk mengembangkan dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Assesment Pendidikan (BSKAP) tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, CP digunakan untuk intrakurikuler, sementara dimensi profil pelajar Pancasila untuk Projek penguatan profil pelajar Pancasila.

CP dirancang dan ditetapkan dengan berpijak pada Standar Nasional Pendidikan terutama Standar Isi. Oleh karena itu, pendidik yang merancang pembelajaran dan asesmen tidak perlu lagi merujuk pada dokumen Standar Isi, cukup mengacu pada CP. Untuk Pendidikan dasar dan menengah (SD - SMA), CP disusun untuk setiap mata pelajaran. 

CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu pengembang kurikulum operasional ataupun pendidik perlu menyusun dokumen yang lebih operasional yang dapat memandu proses pembelajaran intrakurikuler, yang dikenal dengan istilah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Jadi, pertama, Memahami Capaian Pembelajaran. kedua, merumuskan tujuan pembelajaran. ketiga, menyusun alur tujuan pembelajaran dari tujuan pembelajaran. keempat, merancang pembelajaran dan asesmen.  

Memahami CP adalah langkah pertama dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen untuk itu CP harus dipahami secara utuh, sistematis, dan universal. Untuk dapat memahami CP, pendidik perlu membaca dokumen CP secara utuh mulai dari rasional, tujuan, karakteristik mata pelajaran, hingga capaian per fase. Misalnya, perlu juga mengetahui CP untuk fase-fase sebelumnya (Fase A sampai C di SD) dan juga CP untuk fase-fase berikutnya (Fase D di SMP dan Fase E dan F di SMA) untuk mengetahui perkembangan yang telah dan akan dialami oleh peserta didik. Begitu juga pendidik di fase-fase lainnya.

Capaian Pembelajaran disampaikan dalam dua bentuk, yaitu (1) rangkuman keseluruhan elemen dalam setiap fase dan (2) capaian untuk setiap elemen pada setiap fase yang lebih terperinci. Saat membaca CP, gunakan beberapa pertanyaan berikut untuk memahami CP: (1) Kompetensi apa saja yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase? (2) Bagaimana kompetensi tersebut dapat dicapai? (3) Adakah ide-ide pembelajaran dan asesmen yang dapat dilakukan untuk mencapai dan memantau ketercapaian kompetensi tersebut?

misalnya dalam hal ini saya contohkan Capaian Pembelajaaran (CP) mata pelajaran Bahasa Indonesia. Elemennya "Meyimak" maka Capaian Pembelajarannya (CP)  adalah: 

Fase A (kelas I dan II di SD)

Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yangberkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

Fase B (kelas III dan IV di SD)

Peserta didik mampu memahami ide pokok gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

fase C (kelas V dan VI di SD)

Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

fase D ((kelas VII, VIII dan IX di SMP)

Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.

fase E (kelas X di SMA)

Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengkreasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.

fase F (kelas XI dan XII di SMA) 

Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara; mengkreasi dan mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang disimak.

Dari setiap fase di atas dapat dilihat perbedaanya misalnya; pada fase A peserta didik diharapkan hanya menjadi penyimak yang baik dan penuh perhatian. Kemudian fase B peserta didik mampu memahami apa yang disimak. Lalu fase C peserta didik mampu menganalisis informasi yang disimak. Selanjutnya fase D peserta didik mampu memaknai informasi yang disimak. Setelah itu,  pada fase E dan F peserta didik diharapkan mampu mengevaluasi dan mengkreasi informasi yang disimak. Hal ini menunjukan kesinambungan CP dari fase ke fase. 

Jadi, Memahami Capaian Pembelajaran (CP) adalah langkah yang sangat penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dan asesmen. Setiap pendidik perlu memahami apa yang perlu mereka ajarkan, terlepas dari apakah mereka akan mengembangkan kurikulum, alur tujuan pembelajaran, atau silabusnya sendiri ataupun tidak. 

Capaian Pembelajaran (CP) ini sama seperti silabus dalam kurikulum 2013. CP sudah disiapkan atau sudah hadir dalam muatan kurikulum Merdeka pendidik atau guru tinggal menjabarkan dalam Modul Ajar masing-masing mata pelajaran. 



Kamis, November 16

IKHTIAR MENINGKAT MUTU PENDIDIKAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROV. KALTIM ADAKAN WORKSHOP KEPALA SEKOLAH DAN GURU JENJANG SMA SE-KABUPATEN KOTA

Hotel Platinum Balipapan - Selasa, 14 November 2023 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggaran workshop yang diikuti oleh 145  orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Provinsi Kalimantan Timur.  Kegiatan ini bertema "Workshop Penyusunan Standar Operasinal Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Pendidikan Jenjang SMA". Workshop  dilaksanakan di ballroom 2 lantai 3 hotel Platinum Balipapan Kalimantan Timur.

Sekedar informasi bahwa jumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur adalah 7 Kabupaten dan 3 kota yakni kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu. Sedangkan kotanya adalah kota Balipapan, Samarinda, dan Bontang. Kemudian jumlah Sekolah Menengah Atas adalah 166 sekolah. Jika data ini dikomparisakan dengan jumlah peserta maka, ada beberapa sekolah yang berhalangan hadir mengikuti workshop ini.

Worskop dimulai sekira pukul 19:00 wita atau jam  8 malam waktu indonesia tengah dengan agenda pembukaan kegiatan. Pembukaan diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur yakni Armin, S.Pd.. Mengawali sambutannya beliau menyampaikan permohonan maaf kepala dinas tidak bisa hadir membersamai peserta dalam kegiatan ini karena ada kegiatan dinas yang tidak bisa ditinggalkan. Meskipun demikian, Armin menyampaikan harapan kepala dinas agar workshop ini berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang baik pula.

Dalam sambutannya, Armin menjelaskan bahwa penting bagi dinas pendidikan untuk terus menerus untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui 8 standar pendidikan nasional. Tetapi pada kegiatan ini tidak semua 8 standar itu menjadi prioritas pelatihan khususnya dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), tetapi hanya 2 standar yakni standar pembelajaran dan standar pengelolaan karena hal ini sesuai dengan raport merah Kaltim pada Platform Merdeka Mengajar (PMP) atau rekomendasi Kementrian Pendidikan.  Provinsi Kalimantan Timur terlihat di PMM nilai standar pembelajaran dan standar pengelolaan masih dibawah standar minimal. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan mampu memperbaiki nilai raport tersebut.

"Ayo kita meniru Negara-negara maju seperti Singapura, Taiwan, Jepang, dan Rusia misalnya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang cukup baik khusunya pada standar pembelajaran dan standar pengelolaan pendidikan. SOP tersebut terpampang di sekolah mereka sebagai acuan warga sekolah untuk melakukan aktifitas. Dilaksanakan dengan konsisten, sistematis, dan efektif serta efisien. Harapanya pendidikan kita juga  khususnya Provinsi Kaltim bisa maju dan mandiri seperti negara-negara tersebut". Tegas Kepala Bidang Ketenagaan tersebut dengan lantang.

Lanjut beliau “Worskop ini harus ada produknya, harus ada hasilnya berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) agar bisa dibawa pulang dan bisa  diterapkan di sekolah masing-masing.” Armin juga menambahkan bahwa yang mengikuti workshop ini harusnya kepala sekolah tetapi mengingat ada kegiatan yang bersamaan, maka boleh diikuti oleh wakil kepala sekolah atau guru yang berkompeten. Harus diakui bahwa tugas kepala sekolah adalah tugas yang berat karena disatu sisi dia sebagai pemimpin sehingga menjadi tauladan, memberikan contoh yang baik bagi warga sekolah, sedangkan disisi lain kepala sekolah juga sebagai manajer yaitu pengelola sekolah, mengatur warga sekolah dan menata lingkungan sekolah. Dengan demikian, diharapkan kepada setiap kepala sekolah menjadikan tugas-tugasnya itu sebagai ibadah sehingga menjadi amal jariah.

Diakhir sambutannya, kepala bidang Ketenagaan yang disapa Armin itu menyampaikan bahwa raport pendidikan akan dijadikan acuan untuk melaksakan workshop - workshop selanjutnya demi meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan masing-masing sekolah akan dicluster sesuai nilai raport yang diperoleh untuk dibina lebih lanjut. Kemudian beliau meminta usul saran dari kepala sekolah dan guru, baik secara lisan maupun tertulis guna perbaikan dan kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur khususnya dan umumnya di indonesia. Mengahiri sambutannya Armin menginformasikan bahwa  akan dipilih 3 orang peserta yang aktif dalam workshop ini untuk diajak jalan-jalan atau studi tiru ke kota Batam hal ini disampaikan agar peserta dirangsang agar intensif mengikuti workshop.

Seiring dengan selesainya sambutan kepala bidang Ketenagaan maka rangkain seluruh acara pembukaan Workshop Penyusunan Standar Operasinal Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Pendidikan Jenjang SMA itupun selesai. Acara ditutup sekira pukul 21:30 wita.  Semua peserta dan panitia membubarkan diri menuju kamar masing-masing. 

Workshop sedianya dilaksanakan 2 hari yakni hari Rabu dan Kamis 15-16 November 2023 sedangkan hari Selasa 14 November registrasi dan pembukaan kemudian hari Jumat 17 November acara penutupan dan penyelesaian administrasi peserta. Berdasarkan rincian tersebut maka workshop dilaksanakan selama 4 hari sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh panitia. 















Kaubun Gelar Sholat Istisqa, Khatib Ajak Introspeksi Diri dan Jaga Kelestarian Alam

KAUBUN, 15 September 2026 — Sholat sunnah Istisqa dilaksanakan secara berjamaah di Lapangan Mini Soccer Desa Bumi Rapak. Kegiatan ini diha...