Selasa, Agustus 22

MAJAS


 Majas terbagi menjadi 4 macam kelompok besar, yaitu; majas perbandingan, sindiran, penegasan, dan pertentangan. Berikut ini adalah masing-masing penjelasan kelompok majas tersebut:
1. Majas Pertentangan
Majas pertentangan adalah majas yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu dengan menggunakan ungkapan yang bertentangan dengan makna yang sebenarnya. Berikut ini adalah macam-macam majas pertentangan dan contohnya:
1)       Majas Paradoks: Majas paradoks adalah ungkapan pernyataan tentang dua hal yang sepertinya bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar. Contohnya: Adakalanya teman akrab adalah musuh sejati.
2)       Majas Oksimoron:  Majas oksimoron adalah majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contohnya: cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis.
3)       Majas Antitesis: Majas antitesis adalah majas yang berupa paduan dua kata yang berlawanan. Contohnya: Kaya atau miskin yang penting aku mencintainya.
4)       Majas Kontradiksi Interminus: Majas kontradiksi interminus adalah majas yang berisi pernyataan yang sifatnya menyangkal hal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Contohnya: Semua benda terselamatkan, kecuali boneka kesayangan Fitri yang hanyut terbawa banjir.
5)       Majas Anakronisme: Majas Anakronisme adalah majas yang mengandung ketidaksesuaian antara peristiwa dengan waktu. Contohnya: Para Pandawa lupa menyalakan GPS ketika tersesat di hutan Wanamarta. 
2. Majas Penegasan 
Majas Penegasan adalah majas yang menggunakan kata-kata kiasan untuk menyatakan penegasan dengan maksud meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Berikut ini adalah macam-macam majas penegasan dan contohnya:
1)       Majas Apofasis: Majas Apofasis adalah majas yang menegaskan sesuatu dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan. Contohnya: Terima kasih atas kebaikanmu selama ini. Tetapi maaf, penipuan yang kamu lakukan membuatku tidak percaya lagi padamu.
2)       Majas Pleonasme: Majas Pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang telah jelas sehingga keterangan tersebut sebenarnya tidak diperlukan. Contohnya: masih kudengar suara itu menggeletak pada meja yang berdebu.
3)       Majas Repetisi: Majas Repetisi adalah majas yang berisi perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama pada suatu kalimat yang dianggap penting untuk memberikan penekanan. Contohnya: dari balik puing itu, dari balik gosong nyeri dari balik abu dan tulang-tulan ini cepat temukan kata.
4)       Majas Pararima: Majas Pararima adalah majas yang mengulang konsonan di awal dan akhir kata atau bagian kata yang berlainan. Contohnya: Dari balik bilik, dadaku bergetar getir.
5)       Majas Aliterasi: Majas Aliterasi adalah majas yang mengulang bunyi konsonan pada awal kata secara berurutan. Contohnya: Cicak itu, cintaku, berbicara tentang kita, yaitu nonsens.
6)       Majas Paralelisme: Majas paralelisme adalah majas perulangan yang disusun dalam baris yang berbeda. Contohnya: Hati ini biru, Hati ini lagu, Hati ini debu.
7)       Majas Tautologi: Majas Tautologi adalah majas yang terdiri dari pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya. Contohnya: Mengapa Anda cemas dan gelisah begitu?
8)       Majas Sigmatisme: Majas Sigmatisme adalah  yang mengulang bunyi konsonan "s". Contohnya: Sampai suatu saat kita terpaksa merapat.
9)       Majas Antanaklasis: Majas Antanaklasis adalah majas yang cara pengungkapannya dengan mengulang kata yang sama, namun maknanya berlainan. Contohnya: Tanggal-tanggal yang tanggal itu kini tinggal berapa?
10)   Majas Klimaks: Majas klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata yang makin lama, makin memuncak pengertiannya. Contohnya: Psikologi perkembangan mempelajari usia prenatal, batita, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai usia lanjut.
11)   Majas Anti Klimaks: Majas Anti Klimaks adalah majas yang berisi pernyataan tentang beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kata yang makin lama bertambah lemah pengertiannya. Contohnya: Jangan seribu atau seratus, serupiah pun aku tak punya.
12)   Majas Inversi: Majas inversi adalah majas yang di dalamnya terdapat pengubahan susunan kalimat. Contohnya: Paman saya wartawan, wartawan paman saya.
13)   Majas Retoris: Majas Retoris adalah majas yang berupa kalimat tanya yang jawabannya sudah diketahui. Contohnya: Siapakah yang tidak ingin hidup?
14)   Majas Elipsis: Majas Elipsis adalah majas yang menghilangkan suatu unsur kalimat. Contohnya: Kami ke rumah Kakek (predikat "pergi" dihilangkan).
15)   Majas Koreksio: Majas Koreksio adalah majas yang digunakan untuk menarik perhatian dengan menarik pernyataan sebelumnya kemudian membetulkan dengan pernyataan berikutnya. Contohnya: Sebenarnya sudah dua kali, ah bukan, sudah tiga kali hal itu saya usulkan.
16)   Majas Polisindeton: Majas Polisindeton adalah majas yang menyebutkan beberapa hal dengan menggunakan kon-jungtor pada setiap bagian yang dipentingkan. Contohnya: Ia benar-benar lupa dengan rumah dan ladangnya, istri dan anaknya, hak dan kewajibannya.
17)   Majas Asindeton: Majas Asindeton adalah majas yang menyebutkan beberapa hal secara berturut-turut tanpa menggunakan konjugtor. Contohnya: Presiden berjalan diiringi oleh para menteri, pejabat, alim ulama, tokoh masyarakat.
18)   Majas Interupsi: Majas Interupsi adalah majas yang menyisipkan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat. Contohnya: Salah seorang mahasiswanya, yang saat itu diberi tugas menulis cerita pendek, menulis tentang seorang laki-laki yang tidak bisa melupakan cerita cinta pertamanya dan rela menunggu selama 51 tahun, 9 bulan, dan 4 hari untuk mendapatkannya lagi.
19)   Majas Eksklamasio: Majas Eksklamasio adalah majas yang menggunakan kata seru untuk penegas. Contohnya: Wah, tidak kusangka, engkau dapat juga menjadi juara kelas.
20)   Majas Enumerasio: Majas Enumerasio adalah adalah majas yang berisi ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan. Contohnya: Laut tenang. Di atas permadani biru itu tampak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhembus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang harmonis. Itulah keindahan sejati.
21)   Majas Preterito: Majas Preterito adalah majas yang berupa ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Contohnya: Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, tidak perlu kita sesali apa yang terjadi.
22)   Majas Alonim: Majas Alonim adalah majas yang menggunakan varian dari nama untuk menegaskan. Contohnya: Mamat varian dari Ahmad.
23)   Majas Kolokasi: Majas Kolokasi adalah majas yang berupa asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat. Contohnya: Susah memang berurusan dengan si kepala batu. ("Kepala Batu" asosiasi tetap "Kepala" dan "Batu").
24)   Majas Silepsis: Majas Silepsis adalah majas berupa penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi lebih dari satu konstruksi sintaksis. Contohnya: Ia telah kehilangan topi dan semangatnya.
25)   Majas Zeugma: Majas Zeugma adalah majas silepsis yang menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu. Contohnya: Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat.
 3. Majas Sindiran
Majas sindiran adalah majas yang berisi kata-kata berkias sebagai pernyataan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Berikut ini adalah macam-macam majas sindiran:
1)       Majas Innuendo: Majas Innuendo adalah majas sindiran yang bersifat mengecilkan fakta yang sesungguhnya. Contohnya: Dia menjadi polisi yang sukses dan terhormat berkat uang sogokan ketika tes masuk.
2)       Majas Satire: Majas Satire adalah majas yang mengungkapkan suatu hal dengan menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dan sebagainya. Contohnya: Kalau ada orang yang bermimpi memiliki mobil, tapi tidak pernah berusaha bagaimana mendapatkan mobil, itulah kamu: Siput yang ingin berlari seperti kinjang!
3)       Majas Sinisme: Majas sinisme adalah majas sindiran yang menggunakan kata-kata sebaliknya, seperti ironi tetapi kasar. Contohnya: Tak berkata pun aku sudah bosan mendengarkan ocehanmu.
4)       Majas Sarkasme:  Majas sarkasme adalah majas sindiran yang sangat kasar dan menyakitkan. Contohnya: Dasar buaya, seenaknya kau perlakukan aku. Dasar gajah, tak lihat kah kau aku berdiri di depanmu.
5)       Majas Ironi: Majas ironi adalah majas sindiran yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud untuk menyindir orang. Contohnya: Indah benar rapormu dihiasi dengan warna merah.
 4. Majas Perbandingan
Majas perbandingan adalah adalah majas yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar dan pembaca. Berikut ini macam-macam majas perbandingan:
1)       Majas Asosiasi: Majas asosiasi adalah majas yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena persamaan sifat. Contohnya: Wajahnya bagai pinang dibelah dua.
2)       Majas Simbolik: Majas Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang. Contohnya: Ia terkenal sebagai buaya darat.
3)       Majas Eponim: Majas Eponim adalah majas perbandingan yang dipergunakan seseorang untuk menyebutkan suatu hal atau nama dengan menghubungkannya dengan sesuatu berdasarkan sifatnya. Contohnya: Anak tuan rumah yang kecantikannya khas Cleopatra itu juga mencintai saya.
4)       Majas Perifrasa: Majas Perifrasa adalah majas yang mirip dengan pleonasme, yaitu mempergunakan kata lebih banyak dari yang diperlukan. Perbedaannya terletak dalam hal bahwa kata-kata yang berkelebihan itu sebenarnya dapat diganti dengan satu kata saja. Contohnya: Ia telah beristirahat dengan damai.
5)       Majas Parabel: Majas Parabel adalah majas cerita yang berisi perumpamaan/kiasan yang bersifat mendidik. Contohnya: Dongeng"Si Malin Kundang".
6)       Majas Fabel: Majas Fabel adalah majas yang berisi cerita singkat yang mengilustrasikan tumbuh-tumbuhan atau binatang-binatang yang berlaku sebagai manusia. Contohnya: Cerita Kancil dan Buaya.
7)       Majas Disfemisme: Majas Disfemisme adalah majas yang sengaja menggunakan kata-kata yang mengandung makna lebih tajam untuk menimbulkan rasa simpati atau antipati bagi pendengarnya. Contohnya: Bolehkah saya meminta izin untuk kencing sebentar?.
8)       Majas Eufimisme: Majas Eufemisme adalah majas dengan cara menggantikan kata-kata yang dipandang kurang pantas atau kasar dengan kata-kata yang dianggap lebih pantas atau halus. Contohnya: Oknum perwira polisi itu diberhentikan dengan tidak hormat dari kepolisian karena melakukan tindak korupsi.
9)       Majas Totem pro parte: Majas totem pro parte adalah majas yang menyebutkan keseluruhan namun yang dimaksud sebagian. Contohnya: Kelas kami menjuarai pertandingan bola basket se-Jakarta
10)   Majas Pars pro toto: Majas Pars pro toto adalah majas yang melukiskan sebagian untuk keseluruhan. Contohnya: Akbar mempunyai lima ekor sapi.
11)   Majas Depersonifikasi: Majas Depersonifikasi adalah cara pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia. Contohnya: Jika aku bunga, engkau kumbangnya.
12)   Majas Personifikasi: Majas personifikasi adalah majas perbandingan yang melukiskan suatu benda mati seolah-olah hidup. Contohnya: Padi menunduk mengucapkan selamat pagi.
13)   Majas Hiperbola: Majas hiperbola adalah ungkapan atau kiasan yang dibesar-besarkan atau dilebih-lebihkan dimaksudkan untuk memperoleh efek tertentu, bukan sebenarnya. Contohnya: Ayah memeras keringat untuk menghidupi keluarga.
14)   Majas Litotes: Majas litotes adalah majas yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari pernyataan yang sebenarnya. Contohnya: Gubuk sederhana inilah hasil karya kami selama bertahun-tahun.
15)   Majas Hipokorisme: Majas Hipokorisme adalah penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib antara pembicara dengan yang dibicarakan. Contohnya: Kehidupan itu kejam, Nduk. Sadis! Bahkan sampai di luar nalar manusia. Untung kamu tidak perlu melihat itu semua.
16)   Majas Metominia: Metonimia adalah sejenis majas yang mempergunakan nama sesuatu barang untuk sesuatu yang lain yang berkaitan erat dengannya. Contohnya: Umar pergi ke Bogor memakai Honda.
17)   Majas Aptronim: Majas Aptronim adalah majas dengan cara melekatkan nama khas pada seseorang berdasarkan pekerjaannya. Contohnya: Arjo kambing adalah tetangga yang sehari-harinya belantik kambing.
18)   Majas Antonomasia: Majas Antonomasia adalah majas yang menggunakan nama diri, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Contohnya: Menteri PU akan meresmikan jalan Lingkar Nagreg, Jawa Barat.
19)   Majas Sinestesia: Majas Sinestesia adalah proses perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan antardua indera yang berbeda. Contohnya: Senyuman gadis itu manis sekali.
20)   Majas Antropomorfisme: Majas Antropomorfisme yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia. Contohnya: Lidah-lidah lonceng memukul sunyi.
21)   Majas Metafora: Majas Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Contohnya: Raja Hutan telah siap untuk menerkam.
22)   Majas Simile: Majas Simile adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda namun dianggap sama. Contohnya: Bagai pungguk yang merindukan bulan.
23)   Majas Alusio: Majas Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada suatu hal/peristiwa atau suatu tokoh. Contohnya: Jika gempa terjadi, kami teringat bencana tsunami yang telah memorak-porandakan segalanya
24)   Majas Alegori: Majas alegori adalah majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contohnya: Suami sebagai nahkoda, istri sebagai juru mudi.

Sabtu, Mei 13

RENDAHNYA KESEJAHTERAAN GURU

Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan indonesia.  
 
Berdasarkan survei fgii (federasi guru independen indonesia) pada pertengahan tahun 20!" idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar rp # jutarupiah. $ekarang" pendapatan rata%rata guru pns per bulan sebesar rp "! juta. Guru bantu rp"&'0 ribu" dan guru honorer di sekolah sasta rata%rata rp 0 ribu per jam. engan pendapatanseperti itu" terang saja" banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. *da yangmengajar lagi di sekolah lain" memberi les pada sore hari" menjadi tukang ojek" pedagang mierebus" pedagang buku+lks" pedagang pulsa ponsel" dan sebagainya (republika" 2#september"20!).
 
dengan adanya uu guru dan dosen" barangkali kesejahteraan guru dan dosen (pns) agak lumayan. ,asal 0 uu itu sudah memberikan jaminan kelayakan hidup. i dalam pasal itudisebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan memadai" antara lainmeliputi gaji pokok" tunjangan yang melekat pada gaji" tunjangan profesi" dan+atau tunjangankhusus serta penghasilan lain yang berkaitan dengan tugasnya.
 
Mereka yang diangkat pemkot+pemkab bagi daerah khusus juga berhak atas rumah dinas.api" kesenjangan kesejahteraan guru sasta dan negeri menjadi masalah lain yang mun/ul.i lingkungan pendidikan sasta" masalah kesejahteraan masih sulit men/apai taraf ideal.iberitakan pikiran rakyat 2 agustus 20!" sebanyak 0 persen dari &0# pts di jaa baratdan banten tidak sanggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen sesuai dengan amanat uuguru dan dosen (pikiran rakyat 2 agustus 20!).1,ermasalahan kesejahteraan guru biasanya akan berimplikasi pada kinerja yang dilakukannyadalam melaksanakan proses pendidikan. 
 
Berdasarkan hasil survei dari human developmentinde (hdi) menunjukkan baha sebanyak '03 guru sd" &03 guru sltp" &#3 guru smu" dan#&3 guru smk belum memenuhi standardisasi mutu pendidikan nasional. 4ebih berbahayalagi jika dilihat dari hasil temuan yang menunjukkan "23 guru di indonesia mengajar  bukan pada bidang keahlian mereka. (toharuddin" oktober 20!).Guru sebagai tenaga kependidikan juga memiliki peran yang sentral dalam penyelenggaraansuatu sistem pendidikan. $ebagai sebuah pekerjaan" tentu dengan menjadi seorang guru jugadiharapkan dapat memperoleh kompensasi yang layak untuk kebutuhan hidup. alam teorimotivasi" pemberian reard dan punishment yang sesuai merupakan perkara yang dapatmempengaruhi kinerja dan mutu dalam bekerja" termasuk juga perlunya jaminankesejahteraan bagi para pendidik agar dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikanyang selama ini masih terpuruk. 
 
Dalam hal tunjangan" sudah selayaknya guru mendapatkantunjangan yang manusiai untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya mengingat peranan dari seorang guru yang begitu besar dalam upaya men/erdaskan suatu generasi.
 
sumber: https://www.scribd.com/doc/309863832/Artikel-Ilmiah-Rendahnya-Kesejahteraan-Guru

Sabtu, Maret 25

DEMONTRASI YANG BERMAKNA

AKSI massa atau gelombang demonstrasi akhir-akhir ini semakin meninggi dan tak terbendung, sampai-sampai pihak keamanan dalam hal ini kepolisian kewalahan mengatur dan mengontrolnya. satu hal yang menarik menjadi perhatian kita adalah gelombang demonstrasi tersebut pasti berakhir dengan bentrok antara pendemo dengan pihak kepolisian. hal ini penulis menilai sudah menjadi kultur atau budaya demonstrasi di bangsa ini.
demontrasi tersebut tentunya dipelopori oleh mahasiswa sebagai agen perubahan, dan tidak ketinggalan juga, kaum buru, permpuan, petani dan nelayan sebagai anggota demontrasi. 

Harus diakui bahwa demontrasi sudah merupakan hak bagi setiap warga negara baik perorangan maupun dalam bentuk kelompok untuk menyampaikan aspirasi dan keinginannya, hal ini pula, sudah diatur dalam konsitutis sebagai wujud dari negara demokrasi. tetapi dilakukan dengan cara yang baik dan sopan serta tidak melakukan tindakan anarkis (merusak). 

Kembali ke gelombang demontrasi di atas. terjadinya aksi massa akhir-akhir ini adalah sebagai wujud penolakan atas rencana kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM dari Rp. 4500 menjadi Rp 6000 per liter. jadi, ada kenaikan harga Rp. 1500 dari harga sebelumnya yakni Rp. 4500. massa aksi menuntut pemerintah mengurung niatnya tersebut alias harga BBM tidak perlu dinaikan, dengan alasan kebijakan tersebut menyengsarakan rakyat yang hari ini, rakyat  sedang sedang dalam keadaan sengsara. disamping itu pula, pemerintah masih memiliki cara lain untuk menjaga fisikal dan RAPBN agar tidak jebol. tentunya cara lain tersebut tidak menzalimi dan meresahkan rakyat.

Nah, masalahnya kemudian adalah apakah tuntutan penolakan tersebut dipenuhi atau tidak oleh pemerintah? hemat penulis untuk mengetahui jabawan dari pertayaan itu, ada dua hal yang harus dilakukan oleh massa aksi demonstrasi. yang pertma perlu adanya kesatuan massa aksi, dalam hal ini koalisi demonstrasi, atau kolaisi massa yang mengarah pada satu komando dan satu tujuan. kenapa langkah ini perlu dilkukan. karena penulis melihat gelombang demonstarasi  yang digelar akhir-akhir ini, biasaya berkotak-kotak, berkelompok-kelompok dan tidak bersifat permanen atau kontinu, hanya bersifat parsial dan temporer. harus diinngat bahwa kekuatan demostrasi harus diukur dari jumlah massanya. untuk itu, formasi demostrasi yang digelas harus merupakan gabungan dari berbagi elemen yang ada misalnya; mahasiswa, kaum buru, petani, nelayan, dll. yang kedua sasaran tembak atau lembaga yang dituju untuk menyampaikan tuntutan. dalam hal ini  harus tepat sasaran misalnya; mengarahkan semua massa demonstarasi menuju gedung DPR atau gedung prsiden. paling tidak menduduki kantor tersebut, kenapa tidak. wong, DPR kok wakil kita, seharusnya mereka memperjuangkan nasib rakyatnya. kenapa hal ini dilakukan karena penulis melihat gelombang demontrasi yang digelar hari ini cenderung berkoar-koar dijalan dan hal ini kontras dengan subjek yang dituntut. sehing yang memperhatikan hanyalah media massa tertentu. 

Jika kedua substansi di atas dilakukan, serta dijadikan sebagai panduan gerakan aksi massa, maka tidak menutup kemungkinan tuntutan yang kita suarakan akan dipenuhi oleh penguasa. sehingga kenaikan BBM yang mengacaukan sendi-sendi kehidupan rakyat tidak terjadi. rakyat rakyat, penguasa tenang, dan bangsa aman. 
semoga...

Sabtu, Maret 11

HIKMAH SUBUH BERSAMA USTAZ NURHADI



BUMI RAPAK__ Minggu (12/02/17) tepatnya jam 04:48 dini hari, telah dilaksanakan kegiatan majelistaklim atau ceramah agama di Masjid Nurul Iman Desa Bumi Rapak Kecamatan Kaubun yang dipelopori oleh Mahasiswa/i STIE Nusantara Sangata Kutai Timur. Kegiatan tersebut dalam agenda atau program Kuliah Kerja Nyata (KKN) posko II.
Ada pun penceramah pada kegiatan ini adalah bapak al-ustaz Nurhadi, belia selaku orang nomor satu di Kaubun dalam bidang keagamaan yaitu kepala Majelis Ulam Indonesia (MUI). Sedangkan peserta majelis adalah berasal dari berbagai  tokoh seperti; tokoh keagamaan yaitu kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaubun beserta staf, tokoh pendidikan yaitu dewan guru SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Kaubun, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tidak ketinggalan juga takmir masjid dan remaja masjid Nurul Iman selaku mitra penyelenggara.
Kegiatan dimulai dengan shalat subuh secarah berjamah yang diimami oleh bapak Nurhadi. Setelah usai shalat dan doa bersama dilanjutkan dengan tausiah atau ceramah agama yang disampaikan oleh ustaz Nurhadi. Dalam ceramahnya beliau mengajak seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk melaksanakan ibadah shalat di masjid khususnya shalat subuh“Sebaik-baiknya tempat shalat adalah masjid dan sebaik-baiknya sahalat adalah shalat berjamaah” terang beliau.
Disamping itu, al-ustaz menyerukan empat hal yang harus diamalkan setiap hari dalam menyambut pagi yakni berzikir, senyum, berbagi, dan sedekah. “Ayo kita amalkan empat hal ini dalam menjemput pagi  yang pertama, berzikir kepada Allah. yang kedua, menebarkan senyuman khusunya kepada suami/istri dan anak kita karena seringan-ringannya ibadah adalah senyum. yang ketiga, berbagi antarsesama apa yang kita miliki. Dan yang ke empat, adalah sedekah memberi makan anak yatim piatu atau keluarga yang tidak mampu” tegas Bapak Nurhadi.
Orang nomor satu dalam bidang keagamaan tersebut menggambarkan pula realitas kehidupan masyarakat indonesia saat ini. Tidak sedikit rakyat kita hidup dibawah garis kemiskinan. Masyarakat hidup makmur dan sejahtera masih jauh dari kenyataan, kemakmuran dan kesejahteraan hanya sebagai isap jempol belaka. Belum lagi pertiwa alam dan peristiwa sosial semakin mendera. Gempa bumi, tanah longsor, banjir, dll. kemudian Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penganiyaan dan sejenisnya semakin menjadi-jadi. Hal ini semua terjadi karena kita khususnya dan masyarakat indonesia pada umumnya semakin jauh dari Allah Rabbul Jadid sehingga Yang Maha Kuasa menjatuhkan azab dan laknaatnya. Jelas pak ustaz.
Menutup ceramahnya Bapak Nurhadi mengajak semua elemen masyarakat khusunya umat islam untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan salah satu cara adalah melaksanakan shalat subuh atau shalat-shalat lainnya secara berjamaah dimasjid. Beliau juga mengacukan jempol kepada Masiswa/i STIE Nusantara Sangata yang telah berjuang sehingga tausiah ini terlaksana dengan baik, dan semoga kegiatan keagamaan seperti ini dilakukan secara kontinu dan berkelanjutan tidak bersifat instan atau sessat. Setiap majid dari setiap desa dapat melaksanakan hal yang sama melalui pengurus masji, remaja masjid atau melaui PHBI.
Kegiatan diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh bapak Haji Asmuran, kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama.





Selasa, Maret 7

TERDESAK AKREDITASI SMAN 1 KAUBUN BERBENAH

           Menuju “puncak” tentunya banyak duri lalangnya, banyak hambatan dan rintangan serta banyak keluh kesahnya. Maka dari itu, dibutuhkan kesabaran dan ketabahan serta kerja ekstra atau kerja keras bagi setiap individu yang menginginkannya. Begitu juga sebaliknya, untuk mendapatkan pengakuan (akreditasi) tentu dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan baik korban waktu, pikiran, dan tenaga maupun korban harta karena mencapainya tidah semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga tidak heran, Selama empat hari belakangan, mulai hari Jum’at tanggal 2 s/d hari Selasa tanggal 6 Maret 2017 warga SMA Negeri 1 Kaubun “membanting tulang” untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi team akreditasi yang melakukan visitasi atau penilaian, sedianya direncanakan hari Selasa tanggal 7 Maret 2017.  
 
Kerja keras team ditampilkan dalam aksi nyata. Kepala sekolah, dewan guru, staf TU, dan karyan dibagi menjadi delapan team sesuai delapan standar penilaian akreditasi yaitu standar isi, proses, penilaian, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, kelulusan, pengelolaan, dan pembiayaan. Setiap individu yang tergabung dalam team menyiapkan bahan-bahan yang akan dinilai. Masing-masing individu dalam team berbondong-bondong dan bahu membahu mengerjakan tugasnya dengan baik tanpa dikomandoi dan tanpa pamrih. Semata-mata jiwa dan raganya ditumpahkan untuk SMANKA berakreditasi A. Kerjasama, koordinasi, dan konsolidasi selalu dibangun sehingga antara team work saling melengkapi bahan-bahan yang dibutuhkan. Adapun bahan tersebut antara lain; perangkat pembelajaran misalnya RPP, silabus, KKM, program pengembangan diri misalnya ekskul pramuka, PMR, OSIS, SK pembagian tugas, hasil karya siswa, KIR, foto-foto kegiatan, dan masih banyak lagi yang lainnya sesuai dengan delapan standar penilaian akreditasi tersebut. 

Ternyata, tidak hanya hal-hal tersebut di atas disipakan, lingkungan sekolah dan sarana dan prasarana juga menjadi prioritas pembenahan. Pembenahan ini dilakukan setiap pagi setelah apel dan doa’a bersama. Satu atau dua orang guru membawahi beberapa siswa/siswi untuk melakukan kerja bakti, membersihkan lingkungan sekolah, membuat taman bunga, membersihkan wc, mengecat tembok, memotong rumput, menata ruang kelas, dll. Masing-masing guru dan siswa/siswi terpanggil jiwanya untuk berbuat yang terbaik demi merubah “wajah” sekolah menjadi lebih indah, bersih, dan sehat. Potret ini menjadi pemandangan yang manarik untuk disimak karena pemandangan yang langka dalam sejarah SMANKA. Sehingga tidak bisa dipungkiri, hasil dari anyaman dan polesan tangan-tangan kreatif, SMAN 1 Kaubun “tampil beda” seperti yang diharpkan. Perubahan-perubahan sangat signifikan. Jika sebelunya pucat dan kusut sekarang menjadi  segar dan licin, jika sebelunya kotor dan bauh sekarang sudah menjadi bersih dan harum dan jika dulunya kering dan gundul sekarang sudah sejuk dan rimbun. 

Langkah kerja yang kita bangun tersebut di atas, harus kita maknai sebagai awal yang baik yaitu wujud dari revolusi mental, perubaha pola pikir dan pola sikap dalam memandang sekolah. Sekolah adalah sejatinya rumah kita yang harus kita jaga dan kita rawat, atau lebih dari itu, sekolah adalah “surga” membaut kita aman, damai, dan tentram bagi kita. Oleh karenanya, Ayo kita tanamkan jiwa yang kuat, budi yang luhur, dan kemauan yang mantap. Memastikan bahwa kita merasa memiliki, sekolah adalah bagian dari keluarga kita. Berbuat sesuatu yang terbaik untuk sekolah adalah kewajiban bagi setiap personal. 

Mengahiri tulisan ini, besar harapan saya agar potret realitas di atas harus imparsial dan kontinu (menyeluruh dan berkelanjutan) tidak parsil dan instan. Sebab, jika perjuangan dan pengorbanan itu hanya sekedar mendapatkan “pengakuan” akreditasi A, setelah mendapatkannya kita berpangu tangan atau “adem-adem ayam lagi” maka kita dipastikan telah mengalami “kecelakaan” intelektual dan distorsi moral. Maka dari itu. Penting bagi kita untuk membudayakan pola kerja tersebut dihari-hari berikutnya menuju SMAN Kaubun yang religius, disiplin, dan cinta lingkungan sesuai karakter sekolah yang dibangun saat ini. Semoga !!!
(Penulis : Subroto, S.Pd.)


Kaubun Gelar Sholat Istisqa, Khatib Ajak Introspeksi Diri dan Jaga Kelestarian Alam

KAUBUN, 15 September 2026 — Sholat sunnah Istisqa dilaksanakan secara berjamaah di Lapangan Mini Soccer Desa Bumi Rapak. Kegiatan ini diha...