Sabtu, Januari 20

MERDEKA BELAJAR MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS ; KONFERENSI KERJA PGRI CABANG KAUBUN 2024/2026

    PGRI CABANG KAUBUN - Bertempat di ruang  Laboraturium SMP Negeri 1 Kaubun, organisasi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Cabang Kaubun menyelenggarakan Konferensi Kerja Masa Bakti Kepengurusan Periode 2024-2026  (Sabtu, 20/01/2024). Konferensi ini dihadiri oleh segenap pengurus, semua Kepala Sekolah (TK, SD, SMP, dan SMA) atau yang mewakili, Ketua Majelis Taklim PGR, Ketua Koperasi PGRI, dan Ketua IGOR (Ikatan Guru Olah Raga) Kaubun. Konferensi dimulai pukul 09.00 wita dengan acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars kutai Timur, Mars PGRI, dan doa pembukaan yang dipimpin oleh Farhan (salah satu guru Agama Islam) kemudian dilanjutkan dengan sidang Pleno. Konferensi ini mengangkat tema “Merdeka Belajar Menuju Pendidikan Berkualitas”.

Dasar dilaksanakan konferensi ini adalah perintah AD/ART organisasi dan himbauan Ketua PGRI Cabang Kabupaten bahwa setiap Ketua PGRI Kecamatan wajib melaksanakan Konferensi Kerja. Konferensi kerja cabang PGRI minimal sekali dalam setahun. Setiap cabang wajib melakukan konferensi tersebut disetiap awal tahun. Atas dasar itulah Ketua PGRI cabang Kaubun menginisiasi terlaksananya konferensi ini.

 Sebelum sidang pleno (rapat kerja) dimulai ketua PGRI Cabang Kaubun Budi Handoko memberikan kata pengantar dengan mengajak semua yang hadir konferensi untuk merasa memiliki organisasi profesi PGRI sehingga menggerakan semua element dalam memajukan dunia pendidikan di Kecamatan Kaubun.


“Saya sebagai ketua PGRI mengajak kita semua untuk merasa memiliki oraganisasi ini karena dengan merasa memiliki itu, ada semangat yang timbul dalam diri masing-masing untuk memperjuangkan dan memajukan PGRI. PGRI sudah banyak membantu guru dan tenaga pendidik misalnya saja kenaikan insentif (penghasilan tambahan) yang sudah kita rasakan dua tahun terakhir ini dan semoga terus berlanjut.” Tegas Ketua Ketua PGRI. 

“Bahwa atas perjuangan organisasi PGRI lah UU Guru dan Dosen tercipta, kita semua (guru dan dosen) patut berterima kasih kepada PGRI karena mungkin tanpa PGRI nasib guru sebagai jabatan profesi hanya sekadar wacana” Sambung Handoko (sapaanya). 


Ketua PGRI menyampaikan pula kepada peserta konferensi bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur dalam hal ini Dinas Pendidikan sudah bersinergi dengan organisasi PGRI baik dalam hal kegiatan maupun anggaran kegiatan. Misalnya saja Konferensi PGRI Cabang Kabupaten Kutai Timur kemarin dilaksanakan disalah satu Hotel di Sangatta atas perintah Dinas, anggaran dan biaya kegiatan disponsori oleh Dinas Pendidikan. Hal ini sebagai bukti bahwa PGRI didukung penuh oleh Dinas Pendidikan. Hal ini menunjukan keseriusan Dinas Pendidikan untuk memajukan dunia pendidikan.

 Sekadar informasi bahwa PGRI cabang Kaubun menjadi PGRI yang tergiat menyelenggarakan kegiatan. Predikat ini berdasarkan evaluasi ketua PGRI Cabang Kabupaten dalam Konferensi kemarin. Disamping itu, PGRI Kaubun memiliki cabang organisasi misalnya; Majelis Taklim PGRI, Koperasi PGRI, dan IGOR PGRI. Kemudian dalam kegiatannya PGRI Cabang Kaubun mampu menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dewan (DPRD), dll. hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PGRI Cabang Kaubun.

    Menjelang dilaksanakannya kegiatan inti atau rapat kerja diberikan kesempatan kepada setiap pengurus dalam hal ini ketua IGOR, ketua Majelis dan koordinator bidang pendidikan dan pelatihan untuk menyampaikan hasil kegiatan dan rencana kegiatan yang akan datang. Kemudian akhir dari konferensi ini adalah penyampaian usul saran dari peserta. Konferensi (rapat kerja) berakhir pukul 13:30 dengan hasil rapat sebagai berikut :


 

 

  

Rabu, November 29

HUT PGRI KE-78 & HGN CABANG KAUBUN "TRANSFORMASI GURU WUJUDKAN INDONESIA MAJU"

HUT PGRI KE-78 & HGN, Rabu (29/11/20203) bertempat di lapangan SMP Negeri 1 Kaubun dilaksanakan upacara perayaan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) cabang kaubun. Sekira jam 08.30 wita upacara dimulai. Hadir sebagai tamu undangan dalam kegiatan ini Kapolpos Kaubun, BabinKamtibmas, Babinsa, staff Korwil Pendidikan, Kades, UPT. Pertanian, UPT. Kesehatan, Pengawas Pendidikan, seluruh Kepala Sekolah, Tokoh Pendidik/Kependidikan, Alumni PGRI dan stakeholder. Perayaan kali ini berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya, jika sebelumnya dilaksanakan tepat pada tanggal 25 November maka tahun ini dilaksanakan tiga hari setelah HUT yaitu pada tanggal 29 November hal ini terjadi karena padatnya kegiatan kepala sekolah dan dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur. 

Tenaga pendidik dan kependidikan disemua jenjang mulai dari Paut, TK, SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Kaubun ikut andil menjadi peserta upacara dan tidak ketinggalan juga siswa-siswi SMAN 1 Kaubun, SMPN 1 Kaubun, dan SDN 004 Kaubun. Tidak semua siswa dan siswi diturunkan dalam upacara ini karena lapangan atau tempat tidak mampu menampung segenap peserta. Hanya beberapa dari siswa-siswi SMAN, SMPN 1, dan SDN 004 yang terpilih menjadi peserta upacara. 

Pembina upacara dalam hal Ketua PGRI Cabang Kaubun menyampaikan amanat dengan membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim "Apresiasi kepada semua guru, tenaga pendidikan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang sangat luar biasa dengan penerapan Kurikulum Merdeka" Tegas pak menteri lewat Budi Handoko.  Lanjut beliau "Pada peringatan HUT PGRI Ke 78 dan Hari Guru Nasional tahun ini, mari kita gaungkan semangat kepedulian dengan balutan sikap optimis untuk kembali memulihkan negeri ini, mari kita bergerak bersama sama untuk memulihkan kembali pendidikan di bumi pertiwi ini".

Sebelum upacara dimulai para peserta dan tamu undangan disuguhkan tari kreasi persembahan dari siswi SMA Negeri 1 Kaubun yang dimainkan oleh Salbiatul Munauwah dan kawan-kawannya.  Siswi binaan Syarifah Raudah (Guru SMA) ini tampil memukau, menghipnotis semua mata yang menontonnya. 

Kemudian setelah rangkaian acara selesai dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dan bingkisan kepada alumni PGRI yang diwakili oleh Sujadi Mulyo dan Herman Senda. Penghargaan ini diserhakan oleh ketua PGRI cabang Kaubun dilanjutkan dengan 
Penyerahan Piala dari kegiatan Merdeka belajar CUP (sekadar informasi bahwa siswa SMP club sepak bola 
menjadi juara dua pada ajang Festival Sepak Bola Jenjang SMP yang bertajuk ‘Merdeka Belajar Cup’ garapan Disdikbud Kutim, setelah melalui laga final belum mampu mengkandaskan perlawanan sengit dari tim asal Busang B di babak tos-tosan (pinalti) dengan skor 4-5. Dan setelah di waktu normal, bermain imbang sama kuat 2-2 yang berlangsung di Stadion Utama Kudungga, Sangatta, Sabtu (25/11/2023) pagi). Setelah itu foto bersama. Upacara selesai sekira pukul 10:00 wita dan dilanjutkan dengan lomba-lomba atau hiburan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.   

Adapun petugas upacaya pada perayaan ulang tahun PGRI dan HGN ke 78 kali ini yang bertindak sebagai pembina upacara adalah kepala SMPN 1 Kaubun yaitu Budi Handoko, SP. M.Pd., selaku ketua PGRI cabang Kaubun dan sekaligus 'tuan rumah', pemimpin upacara Subadri Payong, S.Pd., kemudian Protokol Anisa, S.Pd., pembaca sejarah singkat PGRI Zilvy Aulia, S.Pd., pembaca UUD 1945 Heru Prasetiyo, S.Pd., pembaca doa Ayatman, S.Pd., sedangkan dirjen Getrudis misa, S.Pd., dan Pengibar bendera Dian Saputri Maria Nona Wanti, S.Pd. 






Senin, November 27

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) DALAM KURIKULUM MERDEKA


Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Capaian yang ditargetkan dimulai sejak Fase A dan berakhir di Fase F. Mulai Fase A - C jenjang SD (fase A kelas I dan II, fase B kelas III dan IV, fase C kelas V dan VI) kemudian fase D jenjang SMP (kelas VII, VIII dan IX) serta fase E dan F jenjang SMA (fase E kelas X dan fase F kelas XI dan XII). 

CP menjadi acuan untuk pembelajaran intrakurikuler. Sementara itu, kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak perlu merujuk pada CP, karena lebih diutamakan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang utamanya untuk mengembangkan dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Assesment Pendidikan (BSKAP) tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, CP digunakan untuk intrakurikuler, sementara dimensi profil pelajar Pancasila untuk Projek penguatan profil pelajar Pancasila.

CP dirancang dan ditetapkan dengan berpijak pada Standar Nasional Pendidikan terutama Standar Isi. Oleh karena itu, pendidik yang merancang pembelajaran dan asesmen tidak perlu lagi merujuk pada dokumen Standar Isi, cukup mengacu pada CP. Untuk Pendidikan dasar dan menengah (SD - SMA), CP disusun untuk setiap mata pelajaran. 

CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu pengembang kurikulum operasional ataupun pendidik perlu menyusun dokumen yang lebih operasional yang dapat memandu proses pembelajaran intrakurikuler, yang dikenal dengan istilah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Jadi, pertama, Memahami Capaian Pembelajaran. kedua, merumuskan tujuan pembelajaran. ketiga, menyusun alur tujuan pembelajaran dari tujuan pembelajaran. keempat, merancang pembelajaran dan asesmen.  

Memahami CP adalah langkah pertama dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen untuk itu CP harus dipahami secara utuh, sistematis, dan universal. Untuk dapat memahami CP, pendidik perlu membaca dokumen CP secara utuh mulai dari rasional, tujuan, karakteristik mata pelajaran, hingga capaian per fase. Misalnya, perlu juga mengetahui CP untuk fase-fase sebelumnya (Fase A sampai C di SD) dan juga CP untuk fase-fase berikutnya (Fase D di SMP dan Fase E dan F di SMA) untuk mengetahui perkembangan yang telah dan akan dialami oleh peserta didik. Begitu juga pendidik di fase-fase lainnya.

Capaian Pembelajaran disampaikan dalam dua bentuk, yaitu (1) rangkuman keseluruhan elemen dalam setiap fase dan (2) capaian untuk setiap elemen pada setiap fase yang lebih terperinci. Saat membaca CP, gunakan beberapa pertanyaan berikut untuk memahami CP: (1) Kompetensi apa saja yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase? (2) Bagaimana kompetensi tersebut dapat dicapai? (3) Adakah ide-ide pembelajaran dan asesmen yang dapat dilakukan untuk mencapai dan memantau ketercapaian kompetensi tersebut?

misalnya dalam hal ini saya contohkan Capaian Pembelajaaran (CP) mata pelajaran Bahasa Indonesia. Elemennya "Meyimak" maka Capaian Pembelajarannya (CP)  adalah: 

Fase A (kelas I dan II di SD)

Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yangberkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

Fase B (kelas III dan IV di SD)

Peserta didik mampu memahami ide pokok gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

fase C (kelas V dan VI di SD)

Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

fase D ((kelas VII, VIII dan IX di SMP)

Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.

fase E (kelas X di SMA)

Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengkreasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.

fase F (kelas XI dan XII di SMA) 

Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara; mengkreasi dan mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang disimak.

Dari setiap fase di atas dapat dilihat perbedaanya misalnya; pada fase A peserta didik diharapkan hanya menjadi penyimak yang baik dan penuh perhatian. Kemudian fase B peserta didik mampu memahami apa yang disimak. Lalu fase C peserta didik mampu menganalisis informasi yang disimak. Selanjutnya fase D peserta didik mampu memaknai informasi yang disimak. Setelah itu,  pada fase E dan F peserta didik diharapkan mampu mengevaluasi dan mengkreasi informasi yang disimak. Hal ini menunjukan kesinambungan CP dari fase ke fase. 

Jadi, Memahami Capaian Pembelajaran (CP) adalah langkah yang sangat penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dan asesmen. Setiap pendidik perlu memahami apa yang perlu mereka ajarkan, terlepas dari apakah mereka akan mengembangkan kurikulum, alur tujuan pembelajaran, atau silabusnya sendiri ataupun tidak. 

Capaian Pembelajaran (CP) ini sama seperti silabus dalam kurikulum 2013. CP sudah disiapkan atau sudah hadir dalam muatan kurikulum Merdeka pendidik atau guru tinggal menjabarkan dalam Modul Ajar masing-masing mata pelajaran. 



Kamis, November 16

IKHTIAR MENINGKAT MUTU PENDIDIKAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROV. KALTIM ADAKAN WORKSHOP KEPALA SEKOLAH DAN GURU JENJANG SMA SE-KABUPATEN KOTA

Hotel Platinum Balipapan - Selasa, 14 November 2023 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggaran workshop yang diikuti oleh 145  orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Provinsi Kalimantan Timur.  Kegiatan ini bertema "Workshop Penyusunan Standar Operasinal Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Pendidikan Jenjang SMA". Workshop  dilaksanakan di ballroom 2 lantai 3 hotel Platinum Balipapan Kalimantan Timur.

Sekedar informasi bahwa jumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur adalah 7 Kabupaten dan 3 kota yakni kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu. Sedangkan kotanya adalah kota Balipapan, Samarinda, dan Bontang. Kemudian jumlah Sekolah Menengah Atas adalah 166 sekolah. Jika data ini dikomparisakan dengan jumlah peserta maka, ada beberapa sekolah yang berhalangan hadir mengikuti workshop ini.

Worskop dimulai sekira pukul 19:00 wita atau jam  8 malam waktu indonesia tengah dengan agenda pembukaan kegiatan. Pembukaan diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur yakni Armin, S.Pd.. Mengawali sambutannya beliau menyampaikan permohonan maaf kepala dinas tidak bisa hadir membersamai peserta dalam kegiatan ini karena ada kegiatan dinas yang tidak bisa ditinggalkan. Meskipun demikian, Armin menyampaikan harapan kepala dinas agar workshop ini berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang baik pula.

Dalam sambutannya, Armin menjelaskan bahwa penting bagi dinas pendidikan untuk terus menerus untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui 8 standar pendidikan nasional. Tetapi pada kegiatan ini tidak semua 8 standar itu menjadi prioritas pelatihan khususnya dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), tetapi hanya 2 standar yakni standar pembelajaran dan standar pengelolaan karena hal ini sesuai dengan raport merah Kaltim pada Platform Merdeka Mengajar (PMP) atau rekomendasi Kementrian Pendidikan.  Provinsi Kalimantan Timur terlihat di PMM nilai standar pembelajaran dan standar pengelolaan masih dibawah standar minimal. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan mampu memperbaiki nilai raport tersebut.

"Ayo kita meniru Negara-negara maju seperti Singapura, Taiwan, Jepang, dan Rusia misalnya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang cukup baik khusunya pada standar pembelajaran dan standar pengelolaan pendidikan. SOP tersebut terpampang di sekolah mereka sebagai acuan warga sekolah untuk melakukan aktifitas. Dilaksanakan dengan konsisten, sistematis, dan efektif serta efisien. Harapanya pendidikan kita juga  khususnya Provinsi Kaltim bisa maju dan mandiri seperti negara-negara tersebut". Tegas Kepala Bidang Ketenagaan tersebut dengan lantang.

Lanjut beliau “Worskop ini harus ada produknya, harus ada hasilnya berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) agar bisa dibawa pulang dan bisa  diterapkan di sekolah masing-masing.” Armin juga menambahkan bahwa yang mengikuti workshop ini harusnya kepala sekolah tetapi mengingat ada kegiatan yang bersamaan, maka boleh diikuti oleh wakil kepala sekolah atau guru yang berkompeten. Harus diakui bahwa tugas kepala sekolah adalah tugas yang berat karena disatu sisi dia sebagai pemimpin sehingga menjadi tauladan, memberikan contoh yang baik bagi warga sekolah, sedangkan disisi lain kepala sekolah juga sebagai manajer yaitu pengelola sekolah, mengatur warga sekolah dan menata lingkungan sekolah. Dengan demikian, diharapkan kepada setiap kepala sekolah menjadikan tugas-tugasnya itu sebagai ibadah sehingga menjadi amal jariah.

Diakhir sambutannya, kepala bidang Ketenagaan yang disapa Armin itu menyampaikan bahwa raport pendidikan akan dijadikan acuan untuk melaksakan workshop - workshop selanjutnya demi meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan masing-masing sekolah akan dicluster sesuai nilai raport yang diperoleh untuk dibina lebih lanjut. Kemudian beliau meminta usul saran dari kepala sekolah dan guru, baik secara lisan maupun tertulis guna perbaikan dan kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur khususnya dan umumnya di indonesia. Mengahiri sambutannya Armin menginformasikan bahwa  akan dipilih 3 orang peserta yang aktif dalam workshop ini untuk diajak jalan-jalan atau studi tiru ke kota Batam hal ini disampaikan agar peserta dirangsang agar intensif mengikuti workshop.

Seiring dengan selesainya sambutan kepala bidang Ketenagaan maka rangkain seluruh acara pembukaan Workshop Penyusunan Standar Operasinal Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Pendidikan Jenjang SMA itupun selesai. Acara ditutup sekira pukul 21:30 wita.  Semua peserta dan panitia membubarkan diri menuju kamar masing-masing. 

Workshop sedianya dilaksanakan 2 hari yakni hari Rabu dan Kamis 15-16 November 2023 sedangkan hari Selasa 14 November registrasi dan pembukaan kemudian hari Jumat 17 November acara penutupan dan penyelesaian administrasi peserta. Berdasarkan rincian tersebut maka workshop dilaksanakan selama 4 hari sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh panitia. 















Jumat, November 4

SMAN 1 KAUBUN REMBUK PROGRAM ADIWIYATA MENUJU SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN


SMANSAKA - Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkan di dalam pasal 3 yang mengatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Berdasarkan tujuan tersebut program adiwiyata selaras dengan tujuan pendidikan nasional yakni sehat, berilmu, cakap, mandiri, dan bertanggung jawab. Kelima poin tersebut menjadi program utama dalam mewujudkan sekolah adiwiyata. 

Bertolak dari UU no. 20 tahun 2003 di atas, untuk mewujudkan amanat pasal tersebut SMAN 1 Kaubun melaksanakan kegiatan Penguatan dan Pendampingan Sekolah Adiwiyata. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 1 November 2022  di ruang Laboraturium Biologi diikuti oleh seluruh Dewan Guru, Staf, dan Karyawan. Sasaran dari kegiatan ini adalah membekali dan menguatkan pengetahuan Tenaga Pendidik dan Kependidikan tentang program sekolah adiwiyata. Sebelumnya, tepat Tujuh tahun silam SMAN  1 Kaubun sudah melaksanakan kegiatan yang sama yakni program adiwiyata melalui kemitraan atau imbasan dari SMAN 1 Sangata Utara, kala itu masa kepemimpinan Suparto dan Rubito (Kepsek) sehingga tidak dibisa dipunggkiri bahwa sebagian besar tanaman (pohon dan bunga) yang tumbuh sekarang adalah hasil dari program adiwiyata tempo dulu. Seiring berjalannya waktu dan pergantian kepsek maka program adiwiyata tersebut mandek sampai tidak mendapatkan perhatian lagi bahkan  hilang. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini selera dan gairah warga sekolah bangkit kembali. Kembali bersinergi membangun sekolah yang berwawasan lingkungan.

Tepat jam 09:40 wita kegiatan dimulai. Pemandu acara dalam kegiatan ini adalah Juandi, S.Pd. Juandi memulai acara dengan mempersilahkan kepala sekolah Sultang, S.Pd. untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya kepsek mengkonfirmasi bahwa kegiatan ini sedianya dilaksanakan tahun lalu tetapi mengingat ada kendala maka dibatalkan. "Alhamdulillah kegiatan ini bisa kita lakukan hari ini karena beberapa kali diundur dan dibatalkan, termasuk tahun lalu karena sesuatu dan lain hal. Harapan saya semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dalam membangun sekolah SMAN 1 Kaubun menjadi Sekolah Adiwiyata, sekolah hijau yang ramah lingkungan. Terimakasih kepada Ibu Endang dan team serta bapak Ibu Dewan Guru yang selalu mendukung kegiatan ini, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan mendapatkan hasil sesuai yang kita harapkan". Sambut Sultang.

Team Adiwiyata Nasional Endang Sulistyowati bersama dua orang anggotanya Arvina dan Romindo hadir di tempat kegiatan sekitar jam 09:20 wita sedikit lebih lambat dari jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan ini sedianya dilaksanakan jam 08.00 wita, hal ini terjadi karena ada kendala tekhnik diperjalanan. Meskipun demikian, tidak mematahkan semangat Endang dan peserta untuk memulai kegiatan. 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Lembaga atau komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Komunitas ini berkiprah pada pendidikan lingkungan hidup. Mereka memberikan pendidikan dan pendampingan kepada sekolah-sekolah khususnya sekolah di Kutai Timur dan bekerjasama dengan  Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kelompok ini memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan dan pelatihan tetang lingkungan khusunya lingkungan Sekolah Adiwiyata tujuannya adalah membina siswa-siswi sebagai generasi penerus agar memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan hidup sehingga terbentuk karakter cinta lingkungan dan cinta tanah air. 

Karena komunitas tersebut memiliki sumberdaya manusia yang mpuni maka diberikan kepercayaan oleh KemenLHK dan lembaga lain yang relevan. Dalam melaksanakan tuganya komunitas ini mencari mitra dukungan dari pihak tertentu untuk memfasilitasi programnya, misalnya perusahaan-perusahaan sekitar. Memang komunitas ini awalnya melakukan programnya secara mandiri tetapi lambat laun mendapatkan dukungan dari pemerintah dan stake holder. Ketika ditanya kenapa Kutai Timur menjadi salah satu daerah yang dikunjungi? Endang menjawab "Karena daerah Kutai Timur memiliki potensi dan sumberdaya yang luar biasa untuk dikembangkan, khususnya SMAN 1 Kaubun. 

Endang Sulistyowati menjelaskan "SMAN 1 Kaubun memiliki potensi yang luar biasa bagusnya, lahan ada, siswa banyak, dan guru-guru memiliki potensi yang laur biasa.  untuk itu, kami melakukan pendampingan dalam rangka merapikan baigamana melakukan manajemen lingkungan sekolah yang baik untuk mewujudkan sekolah yang rapih, dan menyenangkan. Jadi, potensi sekolah bagus, terutama guru-gurunya, saya senang sekali, semangat bangat guru-urunya. Harapan saya semua bisa bersinergi menyusun program baru. Program guru yang dibuat segera disampaikan kepada murid-murid atau perwakilan siswa, setelah itu masukan siswa apa? lalu disenergikan. Insya  Allah jika dilakukan itu SMAN 1 Kaubun akan menjadi sekolah adiwiyata. Kami akan mengusahakan SMAN 1 Kaubun didaftarkan di provinsi sebagai sekolah adiwiyata,  akan kami dampingi, untuk melengkapi syarat yang diminta. sehingga jika sekolah sudah menjadi sekolah adiwiyata berikutnya ke nasional. Dinasional itulah kita diminta untuk mengimbaskan ke sekolah lain artinya melakukan pembinaan kesekolah tetangga sekitar boleh SD, SMP dan SMA lain, sampai kesekolah adiwiyata Mandiri. Kami sangat terbuka, jika mau membangun komunikasi  dengan Endang dan kawan-kawan, saya senang sekali jika ada guru-guru yang luar biasa punya ide bagus itu perlu kita wadahi". Jelas beliau.

Dia Menambahkan "Untuk mewujudkan sekolah hijau atau adiwiyata tentu perlu adanya tindakan kolektif dan kolaboratif serta sadar lingkungan yang ditanamkan dalam diri setiap warga sekolah mulai kepala sekolah, dewan guru, staf, dan kariyawan serta seluruh siswa-siswi. Tenaga Pendidik dan Kependidikan sebagai contoh dan panutan peserta didik. semua warga sekolah harus bersinergi. Jika murid-murid menanam maka guru-guru juga harus ikut menanam bukan sekedar menyuruh dan memerintah". Tegas Endang.

Dalam kegiatan pendampingan dan penguatan sekolah adiwiyata ini  ada lima program yang dipilih melalui rembukan untuk segera ditindaklanjuti adalah sebagai berikut; (1) Program kebersihan, program ini mencakup kebersihan WC, ruang kelas, ruang guru, halaman, taman, kantin, drainase, dan tempat pembuangan akhir sampah atau TPA. Program ini dikomandai oleh Sukardi, S.Pd. selaku koordinator 9K. (2) Program pengolahan sampah, mencakup pemilahan sampah  organik dan  nonorganik, mendaur ulang sampah menjadi barang yang berharga misalnya, membuat kompos, membuat pot bunga dari botol plastik atau ban bekas, membuat tas, kotak tissu, dll. Program ini dipandu oleh Tasrif, S.Pd. selaku koordinator kurikulum. (3) Program penghijauan, mencakup penanaman bunga, pohon buah, membuat taman kelas, menanam toga, tanaman hiroponik, penataan tanaman kolam, dan membuat taman baca hijau. Program ini dinahkodai oleh Juandi, S.Pd. selaku waka kurikulum. (4) Program konservasi air, mencakup program penghematan air, pengadaan air bersih (water treatment), membuat resapan air, pengadaan tandon penampung air hujan, dan pengadaan sumur boor. program ini dipinpin oleh Sugihartini, S.Pd. selaku Ka. TU. (5) Konservasi energi, meliputi program hemat energi, jalan santai, ventilasi udara, dan pengaturan pemanfaatan energi. Program ini dibawahi oleh Nurul Herlina, S.Pd. Selaku wali kelas X IPA 1. 

Kegiatan Penguatan dan Pendampingan berjalan kurang lebih empat jam dan berakhir pukul 15.30. Diakhir kegiatan dilakukan foto bersama. Hasil dari kegiatan ini, disamping pengetahuan dan pemahaman tentang sekolah adiwiyata terbentuk pula jenderal lapangan atau ketua umum program dan koordinator-koordinator bidang seperti yang sudah dipaparkan di atas. Sedang ketua umum program ini adalah Puju Subuh Handoko, S.Pd. selaku waka kesiswaan. 

Dasar hukum dari kegiatan ini adalah Permen LHK no. P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dan Permen LHK no. P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Penghargaan Adiwiyata serta PERKABADAN P2SDM no. P1/P2SDM/SET.II/SDM.2/6/2022 tentang Tatacara Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata. Dasar hukum tersebut mengamanatkan akan pentingnya gerakan peduli dan berbudaya lingkungan di sekolah. Hal ini terwujud jika ada aksi kolektif, secara sadar, suka rela, berjenjang yang berkelanjutan dan dilakukan oleh warga sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Pemenuhan kriteria sekolah adiwiyata pelaksanaan gerakannya melalui pembelajaran pada mata pelajaran, ekstrakurikuler, dan pembiasaan diri yang mengintegrasikan penerapan program di sekolah. Misalnya kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, pengolahan sampah, penanaman atau pemeliharaan pohon dan bunga serta tanaman, konservasi air, konservasi energi, dan inovasi. Adapun kriteria penilain sekolah adiwiyata adalah jenjang kabupaten kota minimal nilai 70 dan minimal 12 bulan sudah melaksanakan program adiwiyata sedangkan jenjang provinsi minimal nilai 80 dan minimal 24 bulan sudah melaksanakan program adiwiyata. 

Adiwiyata selaras dengan kurikulum merdeka dengan prinsip program berpusat pada siswa, kontekstual, esensial, dan akuntabel. Ada tujuh program yang dipilih dalam adiwiyata diantaranya gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, berbhinekaan global, bangunlah jiwa raganya, suara demokrasi, rekayasa dan tekhnologi membangun NKRI, dan kewirausahaan. Tema-tema tersebut harus diperhatikan pada pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development goals/SDGs.

Besar harapan penulis khusunya dan kita semua umumnya semoga program sekolah adiwiyata di SMAN 1 Kaubun dapat diterapkan dengan baik sehingga potensi yang ada dapat kelola dan di manfaatkan dengan baik pula. Tentu untuk mewujudkan itu semua perlu ada sinergitas antara pikiran, tenaga, dan anggaran. Melaui anggaran sekolah (Bosda dan Bosnas) maupun anggaran lain yang sifatnya tidak mengikat karena program tanpa anggaran adalah omong kosong dan logika tanpa logistik  adalah anarkis. Pastinya program adiwiyata ini akan terwujud hasilnya jika dasarkan pada perencaan, tindakan, evaluasi, dan tindak lanjut, disamping itu yang lebih utama adalah kolektifitas, transparansi, dan sinergitas. 








Sabtu, Oktober 29

MENYAMBUT 28 OKTOBER 2022 SMANSAKA KIBARKAN MERAH PUTIH

SMANSAKA - Kaubun, 28 Oktober 2022 SMAN 1 Kaubun memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-94 tahun. Perayaan ini dihadiri oleh semua warga sekolah baik Dewan Guru, Staf, dan Karyawan maupun siswa-siswi kelas X, XI, dan XII. Upacara dimulai jam 08.00 wita, yang menjadi petugas upacara adalah anggota OSIS binaan Pujo Subuh Handoko, S.Pd.  "Upacara Perayaan Hari Sumpah Pemuda, Jumat tanggal 28 Oktober 2022 segera dimulai". Teriak Duwi Warna Wati kelas XII IPA sebagai pembawa acara. Upacara dilaksanakan di lapangan sekolah.

Tema nasional perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah "Bersama Membangun Bangsa". Salah satu cara SMAN 1 Kaubun menjabarkan tema tersebut adalah dengan bersama-sama membudayakan pakain batik karena batik salah kebudayaan bangsa indonesia sehingga semua peserta diwajibkan memakai batik. Oleh karena itu setiap peserta dengan senang hati memamerkan batik asli daerah masing-masing.

Sumpah Pemuda Merupakan tonggak sejarah kebangkitan bangsa atas penjajahan yang dilakukan oleh kolonial Hindia Belanda. Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh Kaum Muda kala itu tepat pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi torehan sejarah bangsa akan pentingnya bertanah air satu tanah air indonesia, berbangsa satu bangsa indonesia, dan berbahasa satu bahasa indonesia. Inti dari sumpah pemuda tersebut adalah perlunya persatuan dan kesatuan dalam merebut kemerdekaan ditangan penjajah. Membangkitkan kesadaran kepada seluruh generasi muda akan hidup merdeka dan bermartabat. Tidak  bisa dipungkiri bahwa  indahnya kehidupan dan kemerdekaan yang kita nikmati saat ini merupakan berkat perjuangan genereasi muda kala itu. 

Pembina upacara pada perayaan Hari Sumpah Pemuda kali ini adalah Kapolsubsektor Kaubun, Ipda Haris. Haris sudah dikonfirmasi kesiapannya oleh pembina OSIS sehari sebelum kegiatan. Dalam sambutannya Polisi yang berpangkat Ipda ini menerangkan bahwa banyak hal yang dapat dilakukan oleh para pelajar sebagai refleksi atas perayaan Hari Sumpah Pemuda, salah satunya adalah belajar dengan rajin agar dapat berprestasi, membawa harum nama bangsa ini khususnya nama Kecamatan Kaubun, mampu berkompetisi dikancah nasional dan global. Siswa-siswi adalah generasi muda masa kini yang melanjutkan dan  menjabar makna dari sumpah pemuda tersebut.

"Pikirkan apa yang kalian bisa sumbangkan kepada bangsa ini dan jangan pernah berpikir apa yang diberikan oleh bangsa ini kepada kalian, sebab kalianlah generasi penerus bangsa, kalianlah yang menentukan lonjong bulatnya negari ini, ditangan kalianlah bangsa ini mengadu nasib. kalianlah yang menuntukan baik buruknya masa depan bangsa". Tegas Haris sebagai pembina upacara. 

Diawal amatnya pembina upacara menerangkan bahwa inti dari Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah mengajak semua kaum muda untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu yakni satu indonesia. Lanjut Haris "Refleksi dari sumpah pemuda saat ini adalah Indonesia kita ini banyak suku bangsa dan bahasa yang berbeda-beda, dengan adanya perbedaan ini diharapkan menjadi satu kesatuan yang utuh dengan cara membina persaudaran, saling menghormati, menghargai, dan tolong menolong antara satu dengan yang lainnya".

Polisi yang berbadan  tinggi ini menambahkan "Kalian sebagai generasi penerus bangsa harus menghindari perkelahian atau tawuran, membolos sekolah, dan narkoba. Hal-hal tersebut dapat merugikan diri sendiri, keluarga bahkan merugikan bangsa dan negara. Tidak ada untungnya sama sekali. Perbuatan itu hanya merusak masa depan kalian. Tolong hindari !. Kalian harus taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku baik disekolah maupun di masyarakat". Beber beliau.

Sehari sebelum perayaan anggota OSIS sudah melakukan latihan persiapan. Ketua OSIS sebagai pemimpin upara tampil elegan, Regu Pengibar bendara (Carmelita Dalia Pauno, Muhammad Haidir Rafi, dan Wiranda Ade Putra
) anak-anak paskibraka ini tampil memukau sehingga membuat mata-mata terpesona. Begitu juga dengan regu paduan suara (Ayu Kusmiati, dan kawan-kawan) berhasil merebut perhatian peserta. Disamping itu, petugas upacara yang lain juga sukses menampilkan yang terbaik. Adapun petugas upacara yang lain diantaranya pembaca doa Nurul Muhaimin, pembaca teks UUD 1945 Indriani Lestari Ningsih,  pembaca teks sumpah pemuda Wardi, dan Ajudan Harim Mailadya Manit. Upacara berlangsung selama kurang lebih  tiga puluh menit, berjalan dengan tertib, lancar dan penuh hikmad, berakhir dengan melakukan foto bersama antara siswa-siswi dengan seluruh dewan guru.

Semoga dengan adanya perayaan hari sumpah pemuda ini membuat generasi muda masa kini khususnya siswa-siswi SMAN 1 Kaubun sadar akan pentingnya membangun  persatuan diatas perbedaan yang ada. Perbedaan bukan sesuatu yang harus dipertentang melainkan suatu hal yang harus dibanggakan. Perbedaan ibaratkan pelangi yang berwarna-warni tetapi indah dipandang mata. Disamping itu, Perayaan Hari Sumpah Pemuda yang akan datang tidak hanya sekedar melaksanakan upacara bendera tetapi ada kegiatan lain yang dapat memberikan  pengetahuan yang mendalam tentang konsep dan makna sumpah pemuda, misalnya melalui diskusi atau seminar kebangsaan dengan mengundang orator  ulung yang kompeten. 

KONFERCAB PGRI KAUBUN KUATKAN SOLIDITAS DAN SOLIDARITAS MENUJU PGRI YANG BERKUALITAS

CEREMONILA KEGIATAN KAUBUN-  Acara Pembukaan Konferensi Cabang Masa Bakti Ke - XXIII PGRI Cabang Kaubun dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Ka...