Jumat, Oktober 21

SOSIALISASI DAN PENGAWASAN, KOPERASI TIDAK RAT DIBEKUKAN ; FIRMAN WAHYUDI, SE., MM.

SMANSAKA - Kaubun, 21 Oktober 2022 sekitar jam 10.30 wita Badan Kelembagaan koperasi dan Pengurus Koperasi se-Kecamatan Kaubun mengadakan pertemuan mengenai Pengawasan dan Sosialisasi Perkoperasian. Pertemuan tersebut bertempat di Aula Kantor Camat Kaubun. hampir semua pengurus koperasi menghadiri pertemuan. Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kutai Timur, Firman Wahyudi, SE., MM. yang didampingi oleh tiga stafnya tiba ditempat pertemua jam 11.20 sedikit lebih lambat dari jadwal yang ditentukan. Sesuai dengan undangan yang disebar, pertemuan sedianya dimulai jam 10.00 wita. 
Firman memulai pertemuan dengan didampingi oleh Plt. Camat Kaubun. Dalam sosialisasinya beliau menjelaskan bahwa koperasi wajib melaksanakan RAT sekali dalam setahun sesuai dengan aturan yang berlaku jika tidak maka koperasi tersebut akan dibekukan atau dibubarkan. "Banyak sekali koperasi di Kabupaten Kutai Timur ini, lebih kurang seribu koperasi yang terdaftar tetapi sedikit sekali yang melaporkan RAT, khususnya di Kecamatan Kaubun. 
Kewajiban RAT bagi koperasi yang sudah berbadan hukum menjadi sangat penting dilakukan hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian, Pasal 26: (1) Rapat Anggota dilakukan paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun. (2) Rapat Anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus diselenggarakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau. Juga diatur dalam PerMenKopUKM Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Dan Pembinaan Perkoperasian pada Pasal 77 Ayat (2) Rapat Anggota wajib dilaksanakan koperasi paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu tahun buku, khususnya untuk meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas dalam melaksanakan tugas. 
Kabid Kelembagaan ini menambahakan "Di kecamatan Kaubun terdaftar lebih kurang 40 koperasi tetapi yang melaporkan RAT hanya belasan". Jelas Firman. 
Kendati demikian, Firman mengura bahwa dengan adanya hal tersebut mereka turun di lapangan dengan tiem untuk menindak lanjuti data tersebut sehingga bisa dipastikan koperasi-koperasi yang masih beroperasi dan yang tidak. Bagi koperasi yang tidak beroperasi lagi dapat dibekukan atau dihapus dalam data perkoperasian sehingga data koperasi tersebut benar-benar falid. 
Untuk memastikan data tersebut Kabid Kelembagaan ini mendata satu persatu koperasi yang ada di Kaubun, dari 40 Koperasi yang terdaftar hanya 15 koperasi yang melaporkan RAT tahunan, 10 koperasi yang belum melaporkan RAT, dan sisanya 15 koperasi tidak ada kabar. Yang 15 tersebut dipastikan akan dibekukan dalam waktu 30 hari kedepan melalui pemberitahun tertulis yaitu pengumuman atau sejisnya, jika tidak ada sanggahan atau konfirmasi dari koperasi yang bersangkutan maka segera dikeluarkan surat keputusan kementrian perihal pembubaran atau pembekuan. 
"Merujuk pada data Kementrian Perkoperasian Nasional, Koperasi yang ada di Kutai Timur sekitar seribu lebih tetapi yang melaporkan RAT hanya tiga ratus lebih. Hal ini menjadi perhatian khusus kementrian sehingga menelpon langsung kami dari dinas Pekoperasian untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan, langsung dor to dor untuk mendata keberadaan koperasi. Inilah menjadi latar belakang kenapa kami bertemu langsung dengan bapak ibu pengurus koperasi hari ini". Terang Firman. 
Beliau menjelaskan pula bahwa setiap koperasi harus memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) diberikan dalam bentuk Sertifikat. Nomor Induk Koperasi yang dilengkapi dengan QR Code, kelompok jenis dan skala usaha serta peringkat koperasi.  Sertifikat yang diberikan pemerintah kepada koperasi sebagai apresiasi dan diakui sebagai koperasi aktif secara kelembagaan dan usaha. Pada tanggal 26 Mei 2015 yang lalu telah di laksanakan Launching Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) kepada Koperasi Aktif yang telah melaksanakan RAT.
Maksud pemberian Sertifikat NIK adalah : Menertibkan administrasi badan hukum Koperasi dan Memudahkan pelayanan kebutuhan informasi badan hukum  koperasi. Sedangkan tujuan Pemberian Sertifikat Koperasi adalah untuk mengidentifikasi nama-nama Koperasi yang benar-benar aktif secara kelambagaan dan usaha; memudahkan monitoring, evaluasi dalam rangka pengembangan koperasi secara terarah dan tepat sasaran melalui program peningkatan daya saing maupun penguatan kelembagaan koperasi; mendorong terwujudnya kemitraan dengan lembaga lainnya (BUMN, BUMD, Swasta) dengan prinsip saling percaya dan menguntungkan. 
Adapun manfaat sertifikat NIK bagi koperasi adalah sebagai syarat pemberian rekomendasi usulan program pemerintah pusat dan daerah, sebagai syarat permohonon kredit perbankan dan lembaga non bank, sebagai syarat permohonon ijin usaha baru, sebagai syarat keikutsertaan dalam pameran dan promosi perdagangan, sebagai syarat kegunaan lainnya yang memerlukan kelegalitasan koperasi dari segi hukum. Sedangkan manfaat bagi pemerintah adalah dapat mengidentifikasi kesehatan usaha dan kebutuhan koperasi dalam melaksanakan nilai dan prinsip koperasi, memudahkan pelayanan kebutuhan informasi tentang kualitas koperasi secara cepat dan akurat, memudahkan monitoring, evaluasi dan pengembangan koperasi, mendorong terwujudnya kerjasama antar koperasi dengan BUMN, BUMD dan swasta dengan prinsip saling menguntungkan.
Sedangkan fungsi Pemberian Sertifkat Nomor Induk koperasi untuk dapat Memberikan kepastian keberadaan koperasi secara legal sebagai badan hukum, Memastikan koperasi tersebut masih aktif secara kelembagaan maupun usaha, serta Meningkatkan kepercayaan masyarakat dan para pihak yang bermitra terhadap koperasi. Ke depan, keberadaan koperasi mampu menjadi soko-guru perekonomian. lebih-lebih bila dikaitkan dengan era globalisasi saat ini, dimana ekonomi dunia menunjukkan persaingan yang semakin cepat dan bebas.
Disamping sosialisasi masalah RAT Firman juga menghimbau kepada pengurus koperasi agar melakukan pergantian kepengurusan jika masa jabatan sudah selesai. Hal ini menjadi penting agar tidak terjadi kecemburuan sosial dan kecurigaan dari anggota yang menimbulkan laju roda koperasi terhambat. "Jabatan dalam koperasi berbeda dengan jabatan profesi lain, jabatan koperasi bisa seumur hidup asal dilakukan melalui pemilihan, meskipun terpilih kembali". Imbuh Kabid tersebut. Beliau melanjutkan bahwa Quorum RAT harus memenuhi aturan yaitu 50% + 1 dari anggota yang hadir, jumlah ini harus dipenuhi jika tidak RAT tidak qourum dan dianggap tidak syah. Jika jumlah tersebut tidak juga terpenuhi maka dapat dilakukan Pra RAT dilakukan seperti RAT biasa tetapi disyahkan pada RAT berikutnya dengan agenda pengesahan untuk memenuhi qourum tersebut. 
Diakhir pertemuan Firman mengajak pemerintah kecamatan untuk menindaklanjuti data-data yang sudah dibeberkannya tadi sehingga mendapatkan data yang falid dalam waktu dekat. Disamping itu pula, Beliau mengajak semua penguurus koperasi di Kecamatan Kaubun agar selalu menghidupkan koperasi, bermitra dengan siapa saja asal saling menguntungkan. Selanjutnya, bagi pengurus-pengurus yang sudah melaksanakan RAT tetapi belum melaporkan ke Dinas maka segera melapor karena bagi koperasi yang melaporkan RAT selama tiga tahun teakhir akan diberikan
reward atau hadiah. 


Daftar sumber : 
https://koperasi.kulonprogokab.go.id/detil/1036/koperasi-tidak-melaksanakan-rat-ditegur-oleh-dinas-koperasiukm#:~:text=KULON%20PROGO%2DDINKOPUKM.%20Salah%20satu,dalam%201%20(satu)%20tahun.
https://diskopum.jemberkab.go.id/nomor-induk-koperasi-nik-bagi koperasi/#:~:text=Nomor%20Induk%20Koperasi%20(NIK)%20diberikan,aktif%20secara%20kelembagaan%20dan%20usaha.

Kamis, Oktober 13

PERDANA PASCA PANDEMI; MENANAMKAN KECINTAAN KEPADA RASULULLAH SAW MELALUI MAULID NABI


Ustaz Asfar, S.Ag.
Kamis, 13 Oktober 2022 SMA Negeri 1 Kaubun memperingati hari kelahiran Nabi yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushollah Nurul Huda disamping Kelas X IPS2. Kegiatan kali ini berbeda  dengan kegiatan di tahun-tahun sebelumnya, perayatayaan tahun ini setiap kelas diwajibkan membuat Pohon Telur sehingga Pohon Telur yang dibuat oleh masing-masing kelas X, XI, dan XII tersebut adalah sebelas pohon. Kemudian pembagian dorprize berupa 20 amplop oleh Ustaz Asfar, S.Ag. Disamping itu pula, dihadiri juga oleh seluruh Dewan Guru, Staf, Karyawan, Siswa-siswi, dan tamu undangan dari luar yakni Sekertaris Desa Bumi Rapak, Toko Masyarakat Sekitar, perwakilan guru dari SDN 004, TKN Pembina 2, dan Perwakilan OSIS SMKN 1 Kaliorang. Sedangkan undangan dari SMPN 1 Kaubun berhalangan hadir karena melaksanakan kegiatan yang sama. 

Bertepatan dengan perayaan tersebut aktivitas belajar mengajar diliburkan. Semua warga sekolah berbondong-bondong terlibat dalam kegiatan, begitu juga dengan siswa-siswi  yang beragama Khatolik dan Hindu. Sebagai bentuk toleransi mereka juga melaksanakan sembahyang atau ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan  masing-masing di salah satu ruangan. Sehingga tidak berlebihan penulis mengatakan Perayaan Maulid Nabi ini menjadi momentum yang baik tidak hanya untuk warga sekolah yang beragama Islam tetapi juga bagi warga sekolah yang beragama lain untuk memperdalam ilmu agamanya  masing-masing. 

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 dini hari dengan menampilkan kelompok Habsi binaan  Siti Tazkirah, S.Pd. selaku Guru Agama Islam. Suara nyanyian, gendang dan rebana dari Duwi Warna Wati dan kawan-kawan memecah gurauan peserta sehingga semua mata dan telingga berpusat pada sumber suara tersebut. 

Pemandu acara (MC)  adalah Anisa Rosanti Kelas XI IPA2. Dengan penuh hati-hati dan khusuh Anisa membacakan susunan acara. Sedangkan yang melantunkan ayat suci Al-quran adalah Rahmadania Putri kelas XII IPA dan sari tilawah Nadine Chandra Kirana Kelas XI IPA1 mereka berdua pun sukses melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga mencuri perhatian peserta dan tamu undangan. 

Dalam menyampaikan  sambutannya kepala sekolah Sultang, S.Pd. mengungkapkan rasa senangnya "Saya merasa senang sekali karena dapat melaksanakan Maulid Nabi tahun ini sebab tiga tahun belakangan kita tidak bisa melakukannya mengingat masih kondisi pandemi atau masa Virus Corona yang melanda negeri ini. Namun demikian, kala itu tidak memudarkan semangat kita untuk selalu mengenang hari lahirnya Nabi Muhammad SAW tanpa berkumpul seperti ini." Ujar kepsek yang disapa Sultang itu. 
Kepsek sedang menyampaikan sambutan

Kemudian beliau juga berharap kepada siswa-siswi agar dapat mendengarkan atau menyimak dengan baik isi tausiah yang disampaikan oleh ustaz nanti sehingga bisa dibawah pulang untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Diakhir sambutannya Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu khususnya guru Agama Islam dan anggota OSIS karena tanpa kerjasama yang baik dari semua pihak sehingga kegiatan ini tidak terlaksana semeriah ini. "Permohonan maaf saya sampaikan jika dalam kegiatan ini ada hal-hal yang kurang berkenan di hati kita semua." Ujar beliau sambil menutup sambutannya.

Deretan Pohon Telur
Ustaz memulai tausiahnya  dengan melempar pertanyaan "Apa arti Shalallaahu Alayhi Wasallam (SAW)? sontak semua peserta dan tamu undangan berpikir, seketika itu, Ustaz menjawabnya sendiri "Semoga Allah memberikan kebahagiaan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad". kemudian dengan lantang ustaz yang disapa Asfar itu melanjutkan ceramahnya "Rasulullah SAW harus menjadi contoh dan tauladan panutan umat Islam melalui Al-quran dan Sunnahnya. Untuk itu, pelajari, pahami, resapi, dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita membuktikan bahwa kita benar-benar mencintai Rasulullah." Ujar beliau. Disamping itu, orang nomor 1 di kaubun dalam urusan agama tersebut memaparkan bahwa bagian dari akhlak Nabi Muhammad adalah berilmu, cerdas, rajin, jujur, baik, dan memuliakan guru. Sifat-sifat tersebut harus menjadi contoh bagi siswa-siswi dan diharapkan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari baik di sekolah maupun di luar sekolah.  

"Guru harus dimuliakan jangan sakiti hati guru, harus nurut dan manut terhadap guru karena dengan ilmu dari gurulah kalian dapat meraih keberhasilan.Tidak ada profesi dalam hidup ini yang tak lepas dari didikan seorang guru. Untuk itu, Tidak ada mantan guru karena ilmu dari guru terus dan selalu mengalir dalam kehidupan kalian sepanjang masa". Tegas Kepala KUA kecamatan Kaubun itu. 

Beber beliau lagi, seseorang orientalis melakukan peneliatian terhadap 100 tokoh dunia. Dari 100 tokoh tersebut hanya 1 tokoh yang tidak berpendidikan, bersifat Ummi "buta huruf" tidak bisa baca tulis tetapi berpengaruh dan memiliki peranan besar terhadap perubahan tatanan kehidupan dunia, hingga sampai saat ini tidak sedikit orang yang mengaguminya, tokoh tersebut tiada lain dan tiada bukan adalah Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang menjadi keistimewaan tersendiri dari dalam diri Rasululluh. Ini terjadi karena Allah SWT selalu bersamanya. Allah selalu mengajarinya, mencintai, dan melindunginya. Untuk itu, jika kita ingin seperti Rasulullah maka ikuti sifat-sifatnya niscaya Allah akan selalu bersama kita. 

Diakhir tausinya ustaz Asfar mengajak kepada semua peserta untuk selalu bersalawat baik suka maupun duka karena dengan bersalawat akan dipermudah segala urusan, selalu disehatkan, dan dipanjangkan umur. Bagi siswa-siswi kalau mau pintar dan cerdas, ingin mendapatkan juara amalkan selalu salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Begitu dasyatnya keajaiban dari salawat tersebut. 

Adapun hikmah Maulid Nabi Muhammad kali ini adalah jadilah siswa yang pintar, cerdas, rajin, baik, nurut, hormat terhadap guru, dan taat melaksanakan sholat. Disamping itu, selalu mengamalkan salawat, mengerjakan sholat lima waktu, sholat duha, menghindari makanan yang haram, dll. Intinya lakukan semua hal-hal yang baik dan jauhi atau tinggalkan perbuatan buruk sesuai anjuran Al-quran dan Hadis yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW. Misalnya di sekolah menaati aturan, disiplin, bekajar yang rajin, saling menghormati, tolong menolong, dll. Dengan begitu kalian sudah membuktikan kecitaannya kepada Rasulullah.  

Pembagian Amplop
Selanjutnya Kepala KUA mengahiri ceramahnya dengan membagikan 'amplop' kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan. Karena banyaknya amplop Ustaz meminta kepada kepala sekolah dan beberapa dewan guru untuk membagikan amplop melalui pertanyaan yang dijawaab dengan benar oleh peserta.  

Kemudian, kegiatan berakhir sekitar jam 11.30 ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Asfar, S.Ag. Semoga kegiatan ini membawa perubahan yang mendasar bagi peserta kegiatan khususnya dalam bidang keagamaan. Disamping itu, semoga kegiatan yang sama ditahun-tahun yang akan datang lebih semarak dan lebih meriah lagi. aamiin !

Deretan pohon telur di luar Mushollah 


Kelompok Habsi SMAN 1 Kaubun 

Kamis, September 20

PENGURUS PGRI CABANG KAUBUN – KARANGAN RESMI DILANTIK “BEGINI SAMBUT PAK CAMAT DAN KETUM PGRI KALTIM”

          KAUBUN, Smanka – Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Kaubun – Karangan masa bakhti 2018-2023 resmi dilantik. Kamis, (20/09/2018) sekira pukul 11.40 wita, oleh Drs. H. Musyahrin, MM., Selaku ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur. Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan (SK) pengurus kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  Nomor : 025/Kep/PGRI-Kutim/XXI/2018, tertanggal 15 Feburari 2018, ditetapkan di sangata. SK tersebut ditanda tangani oleh Dsr. H. Imam Hidayat, M,Si. dan Jamhari, SP, M.Pd. sebagai ketua dan sekertaris.

         Adapun susunan pengurus cabang Kaubun; Budi Handoko, SP., M.Pd. (ketua), I Ketut Kartana, M.Pd. (wakil ketua), Junaidi, S.Pd.I (sekertaris),  Pujo Subuh Handoko, S.Pd. (wakil sekertaris), dan Israbiah Lestari, S.Pd., SD (bendahara. Sedangkan PGRI cabang Karangan ; Nurhamidah, S.Pd.I (ketua), Anang Tjahja Triwibowo, M.Pd. (wakil ketua), Yaniek Ekowati, M.Pd. (sekertaris). Dan Nurwahidah, S.Hi. (bendahara).

Pelantikan dilaksanakan di gedung serbaguana (aula) SMP Negeri 1 Kaubun. Dihadiri oleh berbagai unsur terkait yakni; kepala UPT Kecamatan Kaubun–Karangan, Camat Kaubun – Karangan, ketua PGRI Kutai Timur dan Kalimantan Timur, serta beberapa guru dan staf TK, SD, SMP, dan SMA disekita tempat kegiatan.

Acara berlangsung singkat, dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Jamhari, SP, M.Pd. kemudian dilanjutkan dengan pelantikan. pelantikan kali ini sedikit berbeda dengan biasanya. Jika biasanya ikrar janji dibacakan oleh yang melatik lalu diikuti oleh segenap pengurus yang dilantik. Tetapi, kali ini justru  yang dilantiklah yang membacakan ikrar janjinya, dalam hal ini adalah ketua yang diikuti oleh anggota pengurus.

“Yang membacakan sumpah dan janji bukan saya, karena saya bukan orang yang dilantik. saya hanya mengarahkan dan meyaksikan. Silahkan masing-masing ketua cabang PGRI Kaubun-Karangan maju ke depan untuk membacakan janjinya, pengurus lain silahkan mengikuti”. Tegas H. Musyahrin, mantan Kepala Dinas Provinsi Kalimatan Timur itu kala itu.

Setelah pengurus selesai dilantik, camat kaubun dan ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan sambutan.  Camat Kaubun selaku dewan penasehat PGRI cabang Kaubun tampil lebih dulu. Beliau menyadari betul bahwa Kesuksesan dan keberhasil yang diperolehnya tidak terlepas dari peran guru. Oleh karena itu, guru sangat dibutuhkan. Ia juga menyambut baik program kerja PGRI. harmonisasi dan koordinasi antara lembaga perlu dilakukan. organisasi PGRI yang membingkai elemen guru harus hadir ditengah-tengah masyarakat karena perannya sangatlah penting.

“Saya dapat berdiri di depan ini atas berkat perjuangan guru, keberhasilan yang saya capai saat ini hasil dari tangan kreatif guru. Untuk itu, PGRI sebagai organisasi keguruan harus mampu meningkatkan mutu kehidupan kita. PGRI harus menjadi pilar projet pencerdasan dan kesejahteraan rakyat sehingga generasi berikutnya dapat meraih sukses gemilang”. ucap Muh. Amin, SP.

Sedangkan, pesan ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur adalah  akan pentingnya profesional dan solidaritas mengingat jabatan guru adalah jabatan profesional. Profesi guru tidak boleh disamakan dengan “tukang sampah” karena tidak bisa digantikan oleh orang lain.

“PGRI adalah organisasi profesi, yakni kumpulan orang-orang profesional, yang jabatannya diakui. Profesi guru tidak boleh disamakan dengan tukang sampah jalanan. Profesi guru sudah diatur melalui UU Guru dan Dosen”. Sahut H. Musyahrin.

         Sambung beliau, Disamping organisasi profesi, PGRI juga adalah organisasi perjuangan. PGRI hadir untuk memperjuangkan nasib guru, memperbaiki kesejahteraan guru. Dengan adanya oraganisasi PGRI guru semakin membaik saat ini.

“PGRI adalah organisasi perjuangan, memperjuangkan hak-hak guru yang dikungkung oleh penguasa. PGRI berjuang tidak dengan melakukan demonstrasi atau turun ke jalan melainkan berjuang secara profesional yakni melakukan lobi-lobi poltik, diskusi, dan audiensi dengan pengambil kebijakan. Hasilnya apa? Yang mengusulkan UU guru dan Dosen adalah PGRI, yang mengusulkan pengurangan jam wajib mengajar 24 jam adalah PGRI. Pokoknya PGRI selalu hadir memperjuangan nasib guru”. Tegasnya.

Lanjutnya lagi, ”kalau pendidikan mau berhasil guru harus diperhatikan. Kalau generasi mau cerdas guru harus dijadikan prioritas kesejahteraan. Keberhasilan pendidikan tidak terletak pada kemegahan gedungnya tetapi pada peran seorang guru”.

Mengahiri sambutannya, Mantan Kepala Dinas Provinsi Kalimatan Timur itu berpesan untuk menggelorakan semangat kebersamaan, tingkatkan solidaritas, hindari politik pecah belah, saling tolong menolong antara sesama. sukses untuk pengurus PGRI cabang Kaubun – Karangan.

Yel-yel PGRI
Hidup guru .... hidup
Hidup PGRI .... hidup
Solidaritas  ... yes

(Oleh : Subroto) 

Selasa, Agustus 22

LKBB MERIAHKAN HUT RI KE 72 “Ratusan Pelajar Padati Jalan Poros Kaubun”


KAUBUN__“Siaaaaap gerak. Langkah tegak majuuuu jalan. Buka… tutup barisaaan… jalan”.  Teriakan keras membumbung yang memekkan telinga dari salah satu komandan barisan gerak jalan salah satu sekolah dasar.
Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) ini dilaksanakan di jalan Poros Desa Bumi Etam (SP 1) Kecamatan Kaubun pada hari Kamis (10/8). Lebih kurang 1 km jalur tempuh yang harus dilewati oleh para peserta gerak jalan. Kegitan ini dilaksanakan lebih awal yakni H -7 sebelum puncak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesi yang ke 72 nanti pada tanggal 17 Agustus 2017 di lapangan SP1.
          Kegiatan lomba dibuka secara resmi tepat jam 09:00 dini hari oleh kepala UPT Pendidikan Kecamatan Kaubun yaitu Bapak Muhammad Noor, S.Pd. yang didampingi oleh seluruh pengawas dan kepala sekolah. Pak Nor (sapaannya) mengibarkan Sang Saka Merah Putih dititik star sebagai tanda memulainya perlombaan. Dititik star terlihat barisan para pelajar SMAN Kaubun kemudian dilanjutkan oleh barisan pelajar SDN dan SMP.
          LKBB diselenggarakan oleh UPT Pendidikan dengan membentuk panitia pelaksana dari kompulan pengawas, kepala sekolah dan guru. Adapun ketua panitia lomba adalah Bapak Syamsudin, S.Pd., M.Si. ketika kami ingin mengkomfirmasi kepada Ketum (Ketua Panitia) perihal lomba tersebut, ternyata Ketum tidak ada ditempat beliau berada di luar kota karena ada urusan yang mendesak. Kemudian kami himpun data dari sumber yang tidak disebutkan namanya. Dia menjelaskan “Bahwasanya kegiatan lomba diikuti oleh seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah di Kecamatan Kaubun, yaitu 9 SDN dan 4 SMP dan hanya satu SMP yang berhalangan ikut yakni SMP 02. Sedangkan SMAN Kaubun tidak masuk sebagai peserta lomba tetapi hanya berpartisipasi. SMAN menurunkan dua regu barisan satu regu pembuka dan satu legi sebagai regu barisan penutup. Masing-masing SDN dan SMP menurunkan dua regu yang terdiri dari regu pa (putra) dan regu pi (putri)”.
          Jauh hari sebelum LKBB dimulai, masing-masing sekolah sudah mempersiapkan diri lebih awal dengan memilih siswa dan siswi terbaiknya untuk dilatih. “Latihan dilaksanakan rutin setiap hari yakni pagi dan sore, guru olah raganya yang melatih mereka. Latihan fisik dan mental menjadi prioritas kami sehingga mereka selalu fit saat lomba”. Ujar salah satu kepala sekolah.  
          Ratusan penonton dari berbagai kalangan bertengger di pinggir jalan menyaksikan gerak jalan tersebut. Sorakan, teriakan dan tepuk tangan yang meriah ditumpahkan oleh mereka sehingga tidak heran para peserta gairah semangatnya memuncak. Selalu berusaha tampil maksimal, menarik dan menyenangkan di depan dewan juri. Selama lebih kurang 10 menit setiap regu barisan menampilkan variasi barisannya di depan dewan juri. Menunjukan kebolehannya dalam hal baris berbaris sesuai indikator penialain.
          Adapun dewan juri dalam kegiatan lomba ini adalah guru-guru SDN dan SMP yang sudah terpilih oleh Panpel (Panitia Pelaksana) yang tidak diragukan kredibilatas dan akuntabilitasnya. Dijamin sportif, netral dan tidak nepotisme. Diantaranya adalah Ibu Silce Matindas, S.Pd., Ibu Bertin Syah Ani, S.Pd. Bersebelahan dengan dewan juri terlihat Pak Nor (kepala UPT) yang didampingi oleh Pak Pur (pengawas SMA) dan seluruh kepala sekolah  yang memantau langsung LKBB. Mulai dari awal sampai akhir kegiatan, beliau masih terlihat di bawah tenda biru panitia pelaksana yang berada di depan kantor camat kaubun.
          Dari pantauan kami selama kegiatan berlangsung, arus kendaran tetap ramai lancar, Gerak jalan tidak menyebabkan kemacetan parah. karena pihak keamanan dari Kapospol sektor Kaubun mengarahkan anggotanya untuk mengatur arus lalu lintas dengan membuka tutup arus jalan. (Subroto)
            
         
         
         

7 PENGAWAS DAN 34 KEPSEK DIKUKUHKAN “Jabatan Fungsional SMA, SMK, Dan SLB Kutim Sumringah”


KAUBUN__ Semenjak diberlakukannya UU no. 23 tahun 2014 yang mengalihkan fungsi pemerintah daerah kabupaten ke pemerintah daerah propinsi dalam hal pengelolaan pendidikan menengah yakni SMA, SMK, dan SLB membuat carut-marut pendidikan menengah di Kabupaten Kutai Timur tak terelakan. Mulai dari jarak sekolah dengan propinsi yang cukup jauh, tambahan penghasilan (TPP) yang menurun, gaji guru honor daerah yang rendah sampai pada status kepegawain yang belum jelas keberadaannya. Diperparah lagi dengan adanya wacana bahwa SMA, SMK, dan SLB dikelola kembali oleh pemerintah daerah kabupaten semenjak dilimpahkan per 1 Januari 2017 lalu. 
 
         Sabtu (12/8) kemarin dini hari menjawab salah satu dari deretan masalah di atas. Bertempat di gedung Darma Wanita jalan pendidikan Bukit Pelangi. 7 pengawas dan 34 Kepala Sekolah dikukuhkan oleh Sekretaris Daerah Propinsi Kalimantan Timur yaitu Dr. Ir. H. Rusmadi Wongso, SP. mewakili Gubernur Kaltim. yang disaksikan oleh Wakil Bupati, Sekertaris Dewan, dan Sekertaris Daerah Kutai Timur. Disaksikan pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Timur yakni Dra. Hj. Dayang Budiarti, M.Pd. beliau datang bersama rombongan sekda.  Disamping itu, ratusan pasang mata dari guru-guru dan pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Kutai Timur yang memadati ruang gedung ikut menatap tajam acara pengukuhan tersebut. 

Sebelum acara pengukuhan, giliran Kepala Dinas Pendidikan Propinsi menyampaikan laporan “Guru SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta di Kabupaten Kutai Timur berjumlah 1.089 orang”. Tegas Ibu Dayang. Mengahiri laporannya beliau meminta kepada sekda untuk memberikan pengarahan dan mengukuhkan jabatan fungsional pengawas, kepala SMA, SMK, dan SLB. 

Sekira jam 11.00 pengukuhan dimulai. Bapak  Rusmadi (sapaannya) membacakan teks pengukuhan tanpa diikuti oleh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan berita acara dan pemberian ucapan selamat kepada peserta yang dikukuhkan. 

Setelah acara pengukuhan selesai, terlihat bapak Wakil Bupati Kutai Timur di atas mimbar menyampaikan sambutan. “Kami pemerintah daerah Kutai Timur siap memberikan batuan baik pembangunan gedung sekolah maupun kesejahteraan guru semenjak tidak bertentangan dengan aturan yang ada. SMA, SMK, dan SLB adalah masih bagian dari kami meskipun pengelolaannya sudah berada di dinas Propinsi”. Jelas Bapak Kasmidi. 

Diakhir kegiatan, bapak Sekda Propinsi Kalimantan Timur menyampaikan sambutan. Lebih kurang tiga puluh menit beliau bertutur di depan audiens. Adapun inti dari dari tuturannya adalah akan pentingnya pembangunan, pendidikan, kesejahteraan di Kalimantan Timur yang bertumpu pada tangan tenaga pendidik dan kependidikan. “Guru harus mampu menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan kopetitif. Tidak hanya itu, yang terpenting lagi adalah generasi yang berkarakter budaya bangsa”. Jelas Rusmadi.  Sekda melanjutkan “Bahwa kesejahteraan ekonomi di Kaltim harus ditingkatkan. kesempatan kerja harus diperbanyak. Kita tidak boleh puas dengan apa yang ada tetapi bagaimana yang ada kita kelola lebih lanjut. Misalnya CPO dari kelapa sawit, tidak lagi kita eksport tetapi kita harus bisa kelola sendiri menjadi bahan siap pakai”. 

Kegiatan diakhiri dengan hiburan. Pak sekda menyumbangkan dua lagu, beliau tampil bak artis papan atas. Suaranya yang merdu dan cengkokannya yang lincah membuat semua yang hadir terkesimah serta bertepuk tangan meriah. 

Detik-detik penutupan terlihat raut wajah pengawas dan kepala sekolah yang sumeringah. Senyum ringan dan wajah ceriah terpampang di garis muka mereka. Setiap orang memberikan ucapan selamat. Masing-masing mereka memegang SK sebagai tanda kejelasan status jabatan fungsional Kabupaten Kutai Timur pada Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Timur. 

Pukul 12.30 kegiatan selesai. Semua peserta dan undangan membubarkan diri dengan tertib. (Subroto)
 

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU



KONFERCAB PGRI KAUBUN KUATKAN SOLIDITAS DAN SOLIDARITAS MENUJU PGRI YANG BERKUALITAS

CEREMONILA KEGIATAN KAUBUN-  Acara Pembukaan Konferensi Cabang Masa Bakti Ke - XXIII PGRI Cabang Kaubun dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Ka...