Selasa, Februari 4

PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW "MERAIH KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN LEWAT ISRA’ MI’RAJ"

        MASJID NURUL HIDAYAH, 19 Rajab 1446 Hijriah bertepatan dengan hari Ahad 19 Januari 2025 dilaksakan peringatan Isra’ Mi’raz Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini dilaksankan di Masjid Nurul Hidayah. Acara Isra’ Mi’raj dimulai jam 09.00 wita sampai jam 11.30 wita dini hari. Adapun yang hadir dalam acara ini adalah camat kaubun, kepala desa Bumi Rapak (mewakili), ibu-ibu majelis taklim, da’i Pembangunan desa Bumi Rapak, Pengurus Masjid Nurul Iman, tokoh Masyarakat, tokoh agama, dan seluruh jamaah masjid Nurul Hidayah.

Acara ini terlaksana atas dukungan penuh dari seluruh jamaah masjid Nurul Hidayah melalui bantuan dana suka rela yang dipungut dari rumah ke rumah sehingga uang terkumpul jutaan rupiah, panitia pelaksana menyebarkan lest bantuan dana selama 2 hari. Disamping bantuan uang, jamaah masjid juga dengan suka rela membawa nasi kota/bungkus dan kue untuk mendukung terlaksananya Isra’ Mi’raj tersebut.

        Adapun penceramah dalam acara isra’ mi’raj kali ini adalah bapak al-ustaz Ismail Arqam yang berasal dari Kecamatan Sangkulirang, beliau adalah tokoh agama yang sudah malang melintang di wilayah Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Karangan, dan Kaliorang). Tokoh agama yang sangat dikenal, pintar, baik, dan dermawan. Ismail Arqam menjadi sosok yang sering diundang menjadi penceramah dalam setiap perayaan hari keagamaan diwilayah Sangsaka dan sekitarnya. Beliau juga sering menjadi orator dalam pengajian rutin majelis taklim. 

Tanda-Tanda Kebesaran Allah

  Salah satu siar agama Islam adalah memperingati hari besar agama, salah satunya adalah peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW disamping itu peringan Maulid Nabi, peringatan nuzulul quran, dll. Peringatan isra’ mi’raz merupakan acara yang dilakukan untuk mengenang atau mengingat kembali perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina lalu naik kelangit ke 7 atau sidratul muntahat untuk menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT. Dalam peristiwa ini juga Nabi Muhammad diperlihatkan surga dan neraka. Peristiwa ini terjadi dalam satu malam dibulan Rajab.

Sholat adalah perintah agama yang utama dan wajib dilaksanakan sehari semalam dalam kondisi apapun, jika tidak mampu berdiri, maka duduk, jika tidak mampu duduk maka berbaring, jika tidak mampu melafalkan maka sholat dalam hati. Ustaz Ismail Arqam menegaskan Tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan sholat khususnya sholat di masjid karena semua sudah serba mudah, sekarang semua urusan sudah serba mudah jika dibandingkan dengan zaman dulu yang penuh dengan keterbatasan. 

 14 abad silam Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa menuju langit ke tujuh, tujuannya adalah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran kebesaran Allah. Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad yang didampingi oleh malaikat Jibril bertemu denagan beberapa golongan yang bertindak diluar dari akal sehat dan itu merupakan maha kebesaran Allah. Diantaranya adalah sebagai berikut:

 Singgah pertama nabi bertemu dengan serombongan yang bercocok tanam, hari ini menanam besoknya memanen sehingga Nabi heran. “Orang yang apa itu Jibril”? Tanya Nabi, “itu orang -orang yang giat berjuang di jalan Allah untuk menegakan agama Allah membangun kemaslahatan umat”. Jawab Jibril. Mensyukuri nikmat Allah dengan berbagi kepada orang yang membutuhkan khususnya fakir dan miskin serta anak yatim piatu. Hal ini mengisaratkan akan pentingnya bersedekah dan berinfak di jalan Allah.  

     Singgah yang kedua, Nabi bertemu satu golongan yang kepalanya dipukulkan ke batu besar sampai remuk, kemudian kepalanya Kembali utuh lagi, dipukulkan lagi kebatu sampai remuk, dilakukannya berulang -ulang, terus menerus tiada henti. Hal ini menandakan orang-orang yang tidak melaksanakan sholat. Kepalanya berat untuk bangun tidur melakukan sholat khususnya sholat subuh. Tidak terlintas dalam pikiran untuk melaksankan sholat lima waktu sehari semalam karena mereka sibuk memikirkan urusan dunia.   

       Singgah yang ketiga bertemu dengan sekelompok orang yang makan buah jakun yang berduri, hal ini memberitahukan bahwa umat yang tidak berzakat, tidak mau mengeluarkan zakat, orang seperti ini diibaratkan orang yang memakan duri. Perlu diingat bahwa Harta yang kita miliki ada bagian atau hak orang fakir dan miskin yang perlu diberikan melalui zakat. Ada zakat fitrah, zakat mal, zakat penghasilan, zakat pertanian, dan zakat perniagaan. Tujuan dari zakat ini adalah Pemerataan anatara orang miskin dan orang kaya.

Singgah yang keempat nabi bertemu dengan orang yang mencari kayu bakar dan ikan, mereka tidak kuat mengangkat ikan dan kayu bakar tersebut tetapi mereka terus menambah jumlah yang dianagkatnya, semakin  tidak kuat semakin mereka tambah, begitu seterusnya. Orang-Orang ini adalah orang-orang yang tidak menyampaikan amanah, sulit di percaya, terlalu banyak amanah yang dipegang tetapi tidak mampu melaksanakannya. Orang-orang yang serakah dengan kedudukan dan jabatan.

Hikmah Isra’ Mi’raz

Adapun hikmah isra’ Mi’raj adalah melaksanakan sholat dengan khusuh dan tepat waktu, melaksanakan sholat adalah mi’rajnya orang yang beriman. Berikut ini adalah pengertian isra’ mi’raj dalam sudut pandangan kehidupan sehari-hari:

1. Isra’ adalah kemajuan kehidupan manusia dari zaman ke zaman, perubahan dari masa kemasa menuju keimanan dan kesejahteraan.

2. Artinya Ira’ itu adalah berjalan maju kedepan bukan jalan ditempat tidak maju-maju.

3. Mi’raz artinya tangga untuk naik menuju keatas walaupun  nabi naik memakai burak.

4. Mi’raj adalah meningkat, naik-naik terus meningkat kehidupan sampai mengusai atau memiliki banyak harta dan benda.

5. Jangan hanya menjadi penonton tetapi jadilah pemain atau pemilik sesuatu.

    Jadi, Isra Mi'raj memiliki makna di antaranya, Bukti kekuasaan Allah SWT, Perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil), Perintah salat lima waktu, dan Pesan untuk bangkit dan meningkatkan kemampuan.

Rabu, Januari 8

Merajut Energi Positif Membangun Lentera Masa Depan

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja yang bisa menyebabkan perubahan. Energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, tetapi hanya dapat dipindahkan atau diubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Konsep energi sangat penting karena dapat menjelaskan berbagai fenomena alam, serta berbagai proses dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kontek kehidupan manusia Allah telah memberikan panduan dalam ayat-ayat-Nya sebagai mana tercantum dalam penggalan ayat AL Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11 berikut:

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Ayat di atas  secara eksplisit menjelaskan bahwa potensi /energi sudah ada pada setiap manusia selanjutnya bagaimana kita mengelola potensi yang ada, menjadi daya guna dalam kehidupan sehingga menjadi nilai positif yang mampu bervibrasi terhadap obyek sekitarnya , maka setiap orang yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam segala hal ,lakukan yang terbaik abaikan energi negative yang menghalangi niscaya kalian akan meluncur pada tujuan yang kalian harapkan. Ketahuilah oleh kalian bahwa yang kita keluarkan tidak akan pernah hilang dari diri kalian bahkan menjadi medan magnet yang akan mendatangkan  kebaikan kebaikan baru untuk kalian , Merujuk pada judul diatas kita cek konsep fisika terkait dengan Energi potensial yaitu Energi yang dimiliki oleh suatu benda karena posisi atau keadaan relatifnya artinya semakin kita membendung energi positif maka semakin besar pula peluang kesuksesan yang bisa kalian ambil. Begitu sebaliknya jika kalian selalu menciptakan energi negatife maka peluang untuk menikmati kegagalan semakin dekat dihadapan kalian.

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ

Artinya : Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri.

Sahabat pembaca semua apapun profesimu lakukan terus yang terbaik terhadap tugas yang telah diamanahkan pada diri kalian.

Energi positif memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan, baik bagi siswa, guru, maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan. Energi positif dapat menciptakan suasana yang mendukung perkembangan pribadi, emosi, dan intelektual, serta meningkatkan motivasi belajar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa energi positif sangat penting dalam dunia pendidikan:

1. Meningkatkan Motivasi Belajar

Energi positif dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Ketika siswa merasa didukung dan dihargai, mereka cenderung lebih termotivasi untuk berusaha mencapai tujuan akademik mereka. Suasana kelas yang positif membuat siswa merasa lebih nyaman dan percaya diri untuk bertanya, berpendapat, dan menghadapi tantangan dalam pembelajaran.

2. Menciptakan Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan yang penuh dengan energi positif, baik antara guru dan siswa maupun antar siswa itu sendiri, dapat menciptakan atmosfer yang mendukung perkembangan emosional dan intelektual. Hubungan yang penuh empati, saling menghargai, dan mendukung menciptakan ruang belajar yang lebih efektif dan menyenangkan.

3. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Pendidikan sering kali melibatkan tekanan, ujian, dan tanggung jawab yang bisa menyebabkan stres dan kecemasan. Energi positif membantu mengurangi perasaan cemas dan tertekan yang mungkin dirasakan siswa. Ketika siswa merasa didukung, mereka lebih mampu mengelola stres dan lebih fokus pada proses belajar daripada takut akan kegagalan.

4. Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi

Siswa yang berada dalam lingkungan yang penuh dengan energi positif cenderung lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Mereka lebih terbuka untuk berdiskusi, berbagi ide, dan bekerja dalam kelompok. Hal ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran karena interaksi yang aktif dan kolaboratif mendorong pemahaman yang lebih mendalam.

5. Membangun Kepercayaan Diri dan Kemandirian

Energi positif yang diberikan oleh guru atau teman sekelas dapat membantu siswa membangun rasa percaya diri. Ketika siswa merasa dihargai, mereka lebih yakin pada kemampuan diri sendiri. Kepercayaan diri ini sangat penting dalam mendorong siswa untuk berpikir kritis, mengambil risiko, dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka.

6. Meningkatkan Hubungan Sosial

Lingkungan pendidikan yang positif berfokus pada pengembangan hubungan yang baik antar siswa dan antara siswa dengan guru. Hubungan yang sehat dan penuh hormat ini memperkuat rasa solidaritas dan kerja sama. Di samping itu, energi positif juga membantu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak, yang penting untuk mengurangi konflik dan meningkatkan keharmonisan di sekolah.

7. Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

Suasana yang mendukung kreativitas dan berpikir terbuka sering kali datang dari energi positif. Ketika siswa merasa bebas untuk mengeksplorasi ide-ide mereka tanpa takut dihakimi atau gagal, mereka lebih mungkin untuk menghasilkan gagasan baru dan berinovasi. Ini sangat penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan problem solving.

8. Membentuk Karakter Positif pada Siswa

Energi positif yang diterapkan dalam pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter. Guru yang memberikan contoh sikap positif, seperti kesabaran, empati, dan rasa hormat, dapat menumbuhkan kualitas ini pada siswa. Ini akan membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional yang baik.

9. Meningkatkan Kesejahteraan Emosional dan Mental

Dalam dunia pendidikan yang penuh dengan tantangan dan persaingan, sangat penting untuk menjaga kesejahteraan emosional dan mental siswa. Energi positif di dalam kelas atau sekolah membantu menciptakan ruang yang aman di mana siswa dapat merasa dihargai dan diterima, sehingga mengurangi perasaan terisolasi atau tidak dihargai.

10. Menciptakan Dampak Jangka Panjang

Energi positif dalam pendidikan bukan hanya berpengaruh dalam jangka pendek, tetapi juga dapat berdampak jangka panjang. Siswa yang merasakan energi positif selama pendidikan mereka cenderung mengembangkan kebiasaan dan sikap yang membawa mereka sukses dalam kehidupan setelah sekolah. Mereka lebih mungkin untuk menjadi individu yang penuh semangat, optimis, dan siap menghadapi tantangan dalam dunia profesional maupun sosial.

Contoh Penerapan Energi Positif dalam Pendidikan:

Guru yang Inspiratif: Guru yang memiliki sikap positif, penuh semangat, dan mendukung siswa dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi mereka.

Pujian dan Penghargaan: Menghargai usaha dan pencapaian siswa, baik besar maupun kecil, membantu meningkatkan rasa percaya diri dan semangat mereka.

Menciptakan Kelas yang Inklusif: Menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman dan inklusivitas, di mana setiap siswa merasa diterima tanpa memandang latar belakang mereka.

Menggunakan Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan: Menggunakan metode yang tidak hanya efektif secara akademis, tetapi juga menyenangkan dan melibatkan siswa dalam proses belajar.

Kesimpulan

Energi positif dalam pendidikan sangat penting karena tidak hanya meningkatkan pencapaian akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa, mendukung kesejahteraan emosional, dan menciptakan lingkungan yang sehat serta produktif. Dengan memperkuat energi positif di sekolah, kita dapat menciptakan generasi muda yang lebih siap, bahagia, dan produktif dalam kehidupan mereka.

Profil Penulis                               

Nama             : Supriyanto.S.Pd

Alamat            : Perum Telaga Harapan RT 01, RW 018, Blok J 17/18 Desa Telaga Murni Cikarang Barat Bekasi                                                                      

Penulis pernah sekolah di :

SD Babagan Lasem  ( lulus tahun 1984 )

SMP PGRI 2 Rembang ( lulus tahun 1987 )

SPGN Rembang ( lulus tahun 1990 )

 UnismaS ( lulus tahun 2012 )

Pengalaman mengajar

Guru SD Soditan I Kec Lasem, Kab Rembang. ( 1990- 1997 )

Guru TPQ Al Hikmah  Jati Mulya Kec Tambun Selatan  ( 1998-2003 )

Guru Iqro’ Yayasan Al Muslim Tambun ( 1999- 2000 )

Guru SDIT Al Husna Kota Bekasi ( 2000-2006 )

Guru SD Al Muslim Tambun ( 2006 – 2025 )


Sumber : 

https://www.kompasiana.com/supriyantoshodiq9638/677f5445ed641531ae33a2c2/merajut-energi-positif-membangun-lentera-masa-depan?page=all

Selasa, Juli 2

REFLEKSI KRITIS PEMIKIRAN KHD (MODUL 1.1.e)

Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan dan pengajaran memiliki arti yang berbeda. Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan (opvoeding) adalah memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Sedangkan pengajaran (onderwijs) ialah proses pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak seacara lahir dan batin. Jadi sederahanya, pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti seluas-luasnya.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas, menurut pemahaman saya bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terncana yang dilakukan oleh guru dalam rangka menuntun, menggerakan, mengarahkan, mendorong dan mengawasi anak untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya. Sedangkan pengajaran adalah ikhtiar membekali anak dengan keterampilan dan kecakapan hidup sehingga anak memiliki nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran ini menekankan pentingnya pendidikan karakter dan akhlak mulia.

Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah Anda secara khusus masih sangat relevan sesuai dengan kurikulum saat ini yaitu kurikulum merdeka (merdeka belajar). Siswa merancang, melankasanan, dan mengevaluasi sendiri pembelajaran yang dilakukan, guru hanya mengarahkan, mengawas, dan pempertajam pemahaman anak. Disamping itu, penagajaran menekankan pentingnya pendidikan yang mencakup nilai-nilai budi pekerti, keimanan, dan ketakwaan, yang juga merupakan fokus dalam pendidikan di sekolah saya SMA Negeri 1 Kaubun. Di SMA Negeri 1 Kaubun nilai-nilai budi pekerti diajarkan secara langsung oleh guru pendidkan agama, guru BK, dan guru PKn. Kegiatan keagamaan seperti Sholat Djhur rutin, perayaan hari besar agama, dll. rutin dilakukan, hal ini mencerminkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan yang ditekankan oleh KHD. Selain aspek nilai, relevansi pemikiran KHD juga tercermin dalam metode pembelajaran yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kaubun. Selain itu, relevansi juga masih sangat terlihat dengan pembelajaran yang dilakukan dalam kelas salah satunya adalah pembelajaran kontekstual yang berpusat pada siswa.

Secara pribadi saya belum sepenuhnya melaksanakan pendidkan dan pengajaran sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara karena beberapa hal diantaranya sebagai berikut:  

  1. Saya pribadi belum mempelajari dan belum memahami betul konsep pendidikan dan pengajaran yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara. Sederhanya ilmu saya belum ada sehingga saya mengajar apa adanya sesuai dengan yang saya pahami.

  2. Saya mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat itu, sedangkan konsep dan muatan kurikulum tersebut terkadang mengabaikan hak anak untuk merdeka belajar karena yang dikejar adalah hasil (nilai) bukan proses. Sehingga disini guru yang aktif bukan siswa.

Terkait dengan kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru, menurut saya semakin kesini guru semakin merdeka salah satunya adalah dengan adanya penerapan kurikulum 2013 lalu dan disempurnakan lagi oleh kurikulum merdeka yang saat ini sedang diterapkan.  Saat ini guru dan siswa sudah sangat meredaka merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi sendiri  pembelajan yang dilakukan, mereka bersinergi dalam proses pendidikan dan pembelajaran.

KESIMPULAN DAN REFLEKSI TERHADAP PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN (modul 1.1.j)

1.  Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?

Yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum mempelajari modul 1.1 adalah sebagai berikut:

Pertama, Saya menganggap murid sebagai objek pembelajaran bukan subjek, sehingga pembelajaran yang saya lakukan monoton, hanya berpusat pada guru (teacher center) bukan pada murid (student center).  Dalam proses pembelajaran yang sangat aktif (berkuasa) adalah saya sebagai guru, murid hanya melihat, mendengar, dan mengerjakan (pasif) . Murid harus mengikuti apa yang saya perintahkan, jika tidak maka saya akan menghukum mereka. Kondisi ini kadang membuat murid takut, trauma, terkadang ada juga yang melawan.  

Kedua, Fokus utama pembelajaran yang saya lakukan adalah bagaimana ketercapaian materi pembelajaran karena materi yang saya ajarkan cukup banyak setiap semesternya. Saya juga menganggap ketuntasan dalam penyampaian materi lebih penting ketimbang memahami kemampuan dan karakteristik murid. Apakah murid sudah mengerti atau tidak materi yang saya ajarkan, saya tidak perhatikan karena orientasi utama saya adalah menyelesaikan materi tersebut. Kemudian untuk memahami materi pelajaran, saya suruh murid menghafal sampai bisa tanpa mempertimbangkan apakah mereka memahami atau tidak dengan hafalannya. Dampaknya adalah saya terkadang kebingungan ketika hasil evaluasi ulangan harian atau semester nilai murid banyak yang tidak tuntas sehingga membuat saya marah terhadap mereka.

Ketiga, Saya menganggap bakat dan minat murid belum ada atau masih kosong (kertas kosong) untuk itu perlu diasah (dicoret), saya percaya bahwa setiap murid memiliki bakat dan minat yang sama dan kemampuan yang sama pula sehingga perlu diperlakukan sama, saya tidak pernah mengidentifikasi minat dan bakat murid sebelum memulai pelajaran, karena saya beranggapan bakat dan minat cenderung diasah dan diarahkan dalam kegiatan diluar kelas ekstrakurikuler dan ko-kurikuler.

Keempat,Saya hanya menilai murid dari nilai pengetahuan dan keterampilannya saja sedangkan yang menilai sikapnya adalah guru BK, guru agama dan Guru PKn. Misalnya saat mereka mengerjakan tugas atau ulangan harian. Jika nilai murid sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), maka saya menganggap bahwa pembelajaran sudah berhasil. Terlepas apakah nilai dia murni mengerjakan sendiri atas pemahaman yang dimiliki atau menyontek. Kemudian jika nilai mereka rendah dibawah KKM maka cara yang saya lakukan adalah remedial. Saya menganggap remedial adalah cara yang ampuh untuk memperbaiki nilai siswa, jika setelah remedial nilainya masih rendah juga maka saya akan memberikan tugas tambahan yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran misalnya membawa sapu, pupuk kandang, dll. Apabila tugas yang berikan tidak dikumpulkan tepat waktu, maka saya akan memberikan hukuman dengan tugas tambahan yang lain.

2.  Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? 

Setelah saya mempelajari modul 1.1 tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan kita, saya merasa sangat bersalah terhadap murid saya. Ternyata apa yang saya lakukan selama ini tidak tepat dan tidak benar, saya sudah keliru dalam mendidik dan mengajar mereka, saya telah memaksakan kehendak dengan mendominasi pembelajaran, membatasi hak-hak mereka dalam proses pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran yang kurang adil. Seharusnya saya memahami pendidikan dan pembelajaran itu sebagai berikut:

Pertama, Melakukan perencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara menyeluruh bukan hanya satu aspek pengetahuan saja, melainkan juga aspek sikap dan keterampilan. Ketiga aspek ini harusnya saya kembangkan secara seimbang kepada kepada murid-murid saya. Dalam pemikiran KHD kita sebut dengan pendidikan budi pekerti, Budi pekerti yang juga disebut dengan watak diartikan sebagai bulatnya jiwa manusia yang merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran perasaan, kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan suatu tenaga. Budi pekerti juga diartikan sebagai perpaduan antara cipta (kognitif), dan rasa (afektif) sehingga menghasilkan karsa (psikomotorik). Pada titik inilah pendidikan yang seharusnya saya lakukan mendidik murid yang tidak hanya pintar tetapi juga baik.

Kedua, Saya harus menganggap murid bukan sebagai objek pembelajaran melainkan sebagai subjek pembelajaran. Artinya murid diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk berekspresi dan berkreasi mengemukakan ide, pendapat dan gagasan sesuai dengan model, metode dan media pembelajaran yang tepat. Posisi saya sebagai guru seharusnya sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran. Guru menuntun, mengarahkan, dan memfasilitasi murid sesuai dengan kodrat yang dimiliknya untuk meraih potensi terbaiknya.

Ketiga,Saya harus menyadarinya bahwa setiap anak lahir dengan kodrat yang berbeda-beda (kodrat alam dan kodrat zaman), mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, guru harus menghargai setiap karakter tersebut dengan memberikan kesempatan untuk mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. Guru harus memberikan perlakukan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan murid tersebut. Guru harus paham bahwa zaman terus berubah maka kebutuhan dan gaya belajarpun berubah sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.

Keempat,Saya harus memastikan bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi murud, banyak sumber belajar lain yang bisa dimanfaatkan oleh murid sesuai dengan bakat dan minatnya. Misalnya lingkungan sekitar, media social, internet, dll. Guru harus memberikan kebebasan kepada murid untuk mengakses sumber-sumber itu, namun kebesan yang diberikan tidak mutlak tetap masih dibawah pengawan dan control guru sehingga mereka arif dan bijak dalam memanfaatkan tekhnologi untuk memperoleh informasi.

 

Dengan memahami filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, saya mulai sadar bahwa apa yang harus saya lakukan sebagai guru merencanakan pembelajaran sesuai kebutuhan murid dan membantu murid menjadi manusia yang merdeka. Murid sebagai individu yang unik, berbeda satu dengan yang lain berhak mendapat tuntunan yang tepat sehingga murid dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

3.    Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?

Yang dapat segera saya lakukan dalam proses pembelajaran dikelas adalah merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi model pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning). Model pembelajaran ini memposisikan siswa sebagai subjek (pelaku) pembelajaran, siswa dituntut untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar. Sementara saya sebagai guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan berbagai sumber daya dan dukungan yang dibutuhkan oleh siswa. Saya berperan sebagai penunjang, yakni perantara pembelajaran yang membantu mengarahkan siswa. Bila perlu, saya dapat ikut membantu siswa dalam mengembangkan materi yang ada. Siswa merupakan subjek utama pembelajaran yang memiliki wewenang penuh untuk menentukan topik dan tema yang akan dipelajari terkait dengan materi pelajaran, termasuk cara penyampaiannya. Siswa merupakan sosok aktif pada proses pembelajaran yang senantiasa memberikan gagasan, baik saran maupun kritik. Siswa diharapkan mampu merumuskan harapan terhadap proses pembelajaran dan mengukur kinerja sendiri. Siswa saling berkolaborasi satu sama lain.

Selaras dengan model pembelajaran di atas, Saya juga menerapkan pembelajaran abad 21 yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi dengan berpegang teguh pada konsep memerdekakan anak. Logika pembelajaran tidak lagi menuntut (memaksakan kehendak) tetapi menuntun (membimbing). Sebab tugas guru adalah memberi tuntunan atau arahan yang baik kepada murid disamping menyampaikan materi pelajaran. Kemudian saya sebagai guru berusaha menjadi teladan yang baik bagi murid melalui perkataan maupun perbuatan. Dengan menjadi guru yang telada, murid akan meniru sehingga dapat menjadi murid yang baik pula. Untuk itu, saya harus menerapkan trilogy pendidikan yang digagas oleh KHD yakni Memberikan contoh yang baik jika berada di depan “ing ngarso sung tuladha’ Kemudian Memberikan semangat kepada murid jika berada di tengah-tengah “ing madya mangun karsa” lalu Memberikan motivasi dan dorongan jika berda di belakang “tut wuri handayani”.

Selanjutnya, saya berupaya sekuat tenaga untuk menjadi penuntun bagi mereka dalam mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zamannya sehingga mereka mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Untuk mewujudkan itu, tentu saya harus mengenali karakter dan latar belakang murid dengan menjalin komunikasi yang baik, dari hati kehati dengan penuh hati-hati. Mengingat ini merupakan tugas berat maka saya harus sabar dan ikhlas dalam mendampingi murid, kemudian memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka. Jika ada murid yang berbuat kesalahan maka saya tidak memberikan hukuman yang keras atau tidak memarahinya didepan kelas tapi berusaha menasehatinya di ruang tertutup sehingga menimbulkan rasa nyaman bagi murit bukan rasa takut dan trauma. Mengingat guru yang baik adalah guru yang dihormati, disegani, dan disenangi, bukan guru yang ditakuti.

Senin, Juli 1

LOKAKARYA ORIENTASI CGP ANGKATAN 11 KUTAI TIMUR

Orientasi atau loka permulaan angkatan ke-11 tingkat nasional dan angkatan ke-5 Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur dilaksankan pada hari Minggu, 23 Juni 2024 bertempat di ruang serbaguna lantai dua SDN 011 Sangata Utara. Acara dibuka secara resmi oleh kepala dinas pendidikan Kabupaten Kutai Timur 'Mulyono' berlangsung dengan meriah. Adapun yang mendampingi kepala dinas adalah kepala bidang ketenangaan, kepala sekolah SDN 011, ketua atau koordinator wilayah pendidikan Calon Guru Penggerak Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kalimantan Timur, dan ketua Pengajar Praktik Kabupaten Kutai Timur.

Dalam sambutannya kepala dinas menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta lokakarya baik Calon Guru Penggerak (CGP) maupun Pengajar Praktik (PP). Disamping itu, beliau mengharapkan juga kepada setiap peserta agar serius dalam menjalankan pendidikan lokakarya tersebut karena berkaitan dengan kualitas atau hasil yang diharapkan. Beliau juga menegaskan bahwa selalu mendukung penuh program guru penggerak ini, adapun wujud dari dungannya adalah setiap guru penggerak angkatan sebelumnya sudah diberikan bantuan jas dan laptop, hal ini menjukan bahwa Kabupaten Kutai Timur lah satu-satunya kabupaten yang sangat peduli dengan program ini, sehingga pada acara hari ulang tahun Provinsi Kalimantan Timur kemarin Kabupaten Kutai Timur mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten terbaik se-Provinsi Kaltim. 

"Semua mapel di Kabupaten Kutai Timur  diberikan bantuan 200 juta, anggaran sebesar ini dialokasikan ke masing-masing Mata Pelajaran (Mapel), anggaran itu digunakan untuk menyusun kegiatan, salah satunya menyusun kurikulum lokal dalam wadah Musyawarah Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) atau jenis lain yang relevan. Disamping itu, membiasiswakan anak sekolah lulusan SMA dan SMK, serta SLB 50 orang ke UGM dan perguruan tinggi lainnya". Tegas Mulyono. 

Acara pembukaan dimulai jam 09.00 wita, molor satu jam dari jadwal yang ditentukan jam 08.00 wita. Sedianya lokakarya dilaksanakan sampai sore hari pukul 15.00 wita. Lagu indonesia raya, guru penggerak, dan lagu Kutai Timur dinyanyikan dalam acara pembukaan ini. 


"Transport dan akomodasi kegiatan ditanggung oleh panitia pelaksana dalam hal ini Balai Guru Penggerak (BGP) Kalimantan Timur. Nominal transport dan akomodasi peserta tentu tidak sama, akan disesuaikan dengan jarak tempuh dan standar biaya yang berlaku dengan syarat peserta menyerahkan kuitansi penginapan dan ongkos taxi, hal ini berlaku bagi peserta yang berada di luar wilayah Sangata. Adapun standar biaya yang ditetapkan panitia yaitu Rp. 600.000 transportasi paling jauh dan Rp. 300.000 biaya penginapan". Ketua atau koordinator pelaksana lokakarya dari BGP menguraikan.  

Sekadar informasi bahwa jumlah peserta yang ikut dalam loka permulaan angkatan 11 ini adalah 73 orang dengan rincian 69 Calon Guru Penggerak (CGP) dan 14 orang Pengajar Praktik (PP). 

Disamping peserta, ada pula tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini yakni kepala sekolah dan pengawas. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendampingi peserta dalam membuat kontra belajar selama enam bulan kedepan serta dapat memberikan dukungan baik moril maupun materil. Dukungan dan bantuan tersebut dibuat dan ditanda tangani. 

Kepala dinas menambahkan lagi bahwa Kutim baru lima angaktan dalam seleksi CGP yakni angkatan 5, 7, 9,  10, dan 11. Dengan demikian, diharapkan kepada CGP memaksimalkan kesempatan ini. Orientasi dari CGP ini adalah mempersiapkan diri untuk menjadi calon kepala sekolah. Oleh karenanya, diharapkan nanti untuk siap ditempatkan dimana saja sehingga dapat menggerakan potensi-potensi yang ada disekolah. Disisi lain menjadi kepala sekolah bisa menjadi berkah dan kadang juga  menjadi musibah. Untuk itu, bijaksana lah dalam menghadapi kenyataan yang ada.  

kegiatan pembukaan selesai jam 10.00 wita, peserta kemudian memasuki ruang kelas loka orientasi masing-masing yang telah ditentukan oleh panitia. Setiap peserta dimpingi oleh kepala sekolahnya atau yang mewakili.



































 


Kamis, Juni 20

INTI SARI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA (KHD) TENTANG PENDIDIKAN

 

Menurut Ki Hadjar Dewantara Pendidikan bertujuan untuk menuntun, mengarahkan, dan membimbing anak agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. Guru tidak dapat “memaksakan kehendak” agar anak yang satu harus sama dengan anak yang lain. Setiap anak memiliki kekhasan dan keunikan masing-masing dan guru harus menghargai setiap keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh anak tersebut. Untuk mencapai tumbuh kembangnya anak secara optimal, maka guru harus mampu memberikan asupan pengajaran yang baik dan berfaedah bagi anak agar tercapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat yang berbudaya dan beradab.

Ki Hadjar Dewantara memiliki keyakinan bahwa untuk meciptakan manusia yang beradab, maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama pembentukan karakter bangsa. Pendidikan merupakan tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Pendidikan dan kebudayaan harus bergerak mengikuti tututan perubahan zaman.  Kerangka dalam perubahan pendidikan itu sendiri diantaranya adalah kodrat keadaan yang terdiri dari kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana anak itu berada. Sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama yang dapat diartikan sebagai keadaan zaman dari waktu ke waktu. Anak-anak tumbuh berdasarkan kekuatan kodratnya yang unik, tindak mungkin pendidik mengubah padi menjadi jagung atau sebaliknya mengubah jagung menjadi padi. Guru hanya dapat merawat menuntun tumbuhnya kodrat itu.

Kita sebagai guru tentunya harus bergegas beradaptasi terhadap kodrat keadaan, semangat untuk meningkatkan kapasitas diri agar bisa menjadi pendidik yang relevan dengan konteks murid dan perubahan  zaman saat ini.

Prinsip perubahan tersebut harus berlandaskan asas trikon yakni kontinuitas, konvergensi, dan konsentris. Kontinuitas maksudnya adalah kita harus melakukan dialog kritis dengan sejarah kita, kita harus menjaga nilai utama dari masayarakat kita karena perubahan harus berakar pada identitas utama masyarakat. Konvergensi maksudnya ialah nilai esensi dari budaya masyarakat harus dipegang, perubahan yang dilakukan harus menuju pada suatu titik yang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Konsentris maksunya adalah Pendidikan harus memanusiakan dan memperkuat kemanusiaan dan  tetap menghargai keragaman yang ada.

Selanjutnya diera globalisasi saat ini, murid harud memiliki kecakapan berpikir kritis dalam merespon dan menerima informasi, pengarus global harus disaring dan diseleksi agar selaras dengan nilai-nilai, norma, dan konteks budaya serta kearifan lokal. Hendaknya pendidik untuk tetap terbuka melakukan berbagai pembaharuan tetapi tetap harus waspada terhadap perubahan yang terjadi.

Setelah membaca filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan dan pengajaran saya menjadi sadar bahwa selama ini saya masih belum optimal dalam menuntun anak didik saya. Oleh karena itu, melalui pendidikan yang akan saya dapatkan di Program Guru Penggerak nantinya saya akan berupaya dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikandan pengajaran yang sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Jika Saya memandang diri saya sebagai pembelajar (guru) dengan melakukan perubahan sesuai perkembangan zaman. Saya juga harus mengasah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian saya sebagai guru sehingga saya benar-benar menjadi pemimpin pembelajaran seutuhnya. Namun hal yang terpenting yang harus saya lakukan sebagai seorang guru adalah Memberikan contoh yang baik jika berada di depan “ing ngarso sung tuladha’ Kemudian Memberikan semangat kepada murid jika berada di tengah-tengah “ing madya mangun karsa” lalu Memberikan motivasi dan dorongan jika berda di belakang “ tut wuri handayani”. Selai itu saya juga harus selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. saya harus menempatkan diri sebagai among atau pembimbing, penasehat, pemberi motivasi dan penuntun segala kodrat anak. Selain itu juga saya harus tulus ikhlas mendidik anak sehingga anak menguasai kompetensinya untuk bekal hidupnya di masyarakat.

Kemudian, jika saya memandang diri saya sebagai pemelajar (murid) maka saya tidak boleh merasa puas dengan ilmu yang saya miliki. Saya tetap terus belajar sepanjang hayat agar ilmu yang saya miliki meningkat dan kemampuan saya terus bertambah. Saya juga harus taat dan patuh terhadap perintah guru.


KONFERCAB PGRI KAUBUN KUATKAN SOLIDITAS DAN SOLIDARITAS MENUJU PGRI YANG BERKUALITAS

CEREMONILA KEGIATAN KAUBUN-  Acara Pembukaan Konferensi Cabang Masa Bakti Ke - XXIII PGRI Cabang Kaubun dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Ka...